Wartaiainpontianak.com Website Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak sering terkendala dan diserang oleh hacker yang menyebabkan terhambatnya mahasiswa dalam menyelesaikan administrasi di website resmi seperti Siska dan e-learning.
Hasrul sebagai staff Pusat Teknologi Informasi dan Data (PTID) IAIN Pontianak menyampaikan bahwa dampak dari serangan hacker yang tak bertanggung jawab tersebut tidak hanya dialami IAIN Pontianak saja namun dialami seluruh situs pendidikan di indonesia.
“Sebenarnya semua kampus pun mengalami hal yang serupa, jadi bukan cuma kita,” ucapnya saat diwawancarai pada selasa (18/3).
Hasrul mengaku Website Pendidikan indonesia sering menjadi target utama hacker dalam mempromosikan Judi Online karena sering dikunjungi oleh penggunanya.
“kalau di indeks google untuk pencarian itu ratingnya tinggi, tetap paling atas, jadi memang incaran hacker,” ujarnya.
Saat terjadinya error disitus kampus, tim PTID bisa langsung mengatasi dengan mudah tanpa terkendala yang fatal.
“Kalau pun ada kejadian (error), itu kita langsung antisipasi, itu cepat kok anoknye, jadi kalau ngalami error itu (perbaiki) sebentar, nggak pernah sampai yang lama gimana, jadi langsung teratasi,” pungkasnya.
Hasrul mewakili tim PTID meminta maaf jika keterlambatan dalam memperbaiki website dikarenakan harus menyelesaikan hal yang diprioritaskan terlebih dahulu.
“Karena fokusnya terbagi, jadi mohon maaf kalau memang menunggu mana dulu yang ini, satu-satu diselesaikan, mana yang lebih penting dulu yang lebih urgent,” jelasnya.
Serangan ini juga terjadi di situs pendidikan lain di Indonesia, dengan hacker memanfaatkan situs untuk promosi judi online. Tim PTID cepat mengatasi masalah, meski terkadang ada keterlambatan karena prioritas perbaikan yang mendesak.
Penulis: Aghisna
Editor: tim penerbitan
![]()






