www.wartaiainpontianak.com – Suasana haru dan bangga menyelimuti Aula Pondok Pesantren (Ponpes) Tahfizh Bustanul Qur’an Kabupaten Melawi pada Selasa, 5 Mei 2026, saat digelarnya acara tahunan Haflah Akhirussanah dan Pelepasan Santri Kelas IX serta XII. Acara yang menjadi puncak apresiasi bagi para pejuang Al-Qur’an, ini berlangsung semarak dengan menonjolkan prosesi sakral wisuda lima santriwan yang berhasil mengkhatamkan hafalan Al-Qur’an 30 Juz secara bi-ghoib (di luar kepala).
Kegiatan yang dilaksanakan setahun sekali ini dihadiri langsung oleh Pengasuh Ponpes Bustanul Qur’an, K.H. Joko Supeno Mukhti Al-Hafizh, jajaran Pembina Ponpes H. Sukiman, S.Pd., MM dan H. Yuhaidir, serta perwakilan Pemerintah Kabupaten Melawi yang dihadiri oleh Drs. H.M. Yamin mewakili Bupati Melawi, H. Dadi Sunarya Usfa Yursa, A.Md. Momentum ini tidak hanya menjadi seremoni perpisahan bagi santri jenjang SMP dan SMA, tetapi juga bentuk pertanggung jawab publik atas keberhasilan pembinaan tahfizh di lembaga tersebut.
Dalam sambutannya, Pengasuh Pondok Pesantren Bustanul Qur’an, K.H. Joko Supeno Mukhti Al-Hafizh mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas pencapaian para santrinya. Beliau menekankan bahwa Haflah Akhirussanah adalah momentum yang paling ditunggu-tunggu oleh setiap santri sebagai wujud keberhasilan mereka melewati ujian kesabaran dalam menghafal dan belajar.
“Hari ini bukan sekadar pelepasan, melainkan bukti nyata dari dedikasi tanpa lelah. Kami berharap para santri, tetap menjaga hafalannya dan menjadi cahaya bagi masyarakat di mana pun mereka berada,” ujar K.H. Joko Supeno.
Senada dengan hal tersebut, Drs. H.M. Yamin yang membacakan amanat Bupati Melawi memberikan apresiasi tinggi kepada Ponpes Bustanul Qur’an. Pemerintah daerah memandang pesantren ini sebagai pilar penting dalam mencetak generasi qur’ani yang berakhlak mulia di Kabupaten Melawi. Menurutnya, keberhasilan santri menyelesaikan jenjang pendidikan IX dan XII serta capaian hafalan Al-Qur’an merupakan aset berharga bagi pembangunan daerah di masa depan.
Puncak acara semakin berbobot dengan hadirnya Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin, Prof. Dr. H. Muhammad Ishom, S.Ag., M.A., yang memberikan orasi ilmiah sekaligus tausiyah kepada para wisudawan dan wali santri. Dalam penyampaiannya, beliau menggaris bawahi pentingnya integrasi ilmu agama dan ilmu pengetahuan umum di era modern. Beliau juga memuji kedisiplinan dan kualitas hafalan santri Bustanul Qur’an yang dinilai mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Penyunting : Tim Penerbitan
![]()






