Home / Warta Utama / Rektor IAIN Pontianak Resmi Lantik Pengurus Ormawa Periode 2026-2027

Rektor IAIN Pontianak Resmi Lantik Pengurus Ormawa Periode 2026-2027

Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak resmi melantik jajaran kepengurusan Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) tingkat institut untuk masa bakti 2026–2027 pada Kamis, 16 Juli. Prosesi pelantikan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB ini dihadiri oleh seluruh jajaran organisasi mahasiswa tingkat institut di lingkungan kampus.

Acara yang dilaksanakan di Aula Abdul Rani ini didahului oleh sambutan Wakil Rektor 3 Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Dr. Ismail Ruslan, S.Ag., M.Si., lalu dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) untuk seluruh Ormawa IAIN Pontianak oleh Syarif Ahmad Fauzi, S.T., selaku Kepala Subbagian IAIN. Salah satunya adalah SK Rektor Nomor 45 Tahun 2026 tentang Susunan Pengurus Senat Mahasiswa (SEMA) Institut.

“Memutuskan, menetapkan Keputusan Rektor Institut Agama Islam Negeri Pontianak tentang Susunan Pengurus Senat Mahasiswa… Periode 2026–2027. Pertama, menetapkan Pengurus Senat Mahasiswa… sebagaimana yang tercantum dalam lampiran. Kedua, tugas dan kewajiban pengurus… berpedoman kepada Keputusan Rektor Nomor 90 Tahun 2016 tentang Pedoman Organisasi Kemahasiswaan,” ujarnya.

Selanjutnya, Rektor IAIN Pontianak, Prof. Dr. H. Syarif, S.Ag., M.A., memimpin langsung upacara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan yang diikuti oleh seluruh jajaran organisasi mahasiswa.

“Bahwa kami akan senantiasa bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan menjunjung tinggi nilai-nilai moral, etika, serta kejujuran dalam menjalankan amanah organisasi,” ucap seluruh pengurus organisasi mahasiswa baru.

Setelah pengucapan sumpah, agenda dilanjutkan dengan penyampaian amanat dan sambutan hangat dari Rektor IAIN Pontianak, Prof. Dr. H. Syarif, S.Ag., M.A. Beliau mengajak seluruh mahasiswa untuk bersyukur dan menekankan pentingnya mencintai almamater.

“Kita harus bersyukur kepada Allah atas karunia-Nya sehingga kita masih diberi waktu. Masuk Ormawa ini sebenarnya untuk apa? Masuklah dengan pemikiran ‘IAIN ini adalah hati kami’,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan harapannya bagi masa depan organisasi mahasiswa di lingkungan kampus, serta menekankan pentingnya pembenahan standar kerja sejak awal kepengurusan.

“Oleh karena itu, saya minta segera kerjakan regulasi-regulasi dari SEMA maupun DEMA. Adakan FGD agar standar kerja di awal itu jelas, terutama pada seksi-seksi organisasi agar semua program bisa terekspos dengan baik ke media,” harapnya.

Penulis: Bena

Penyunting: Tim Penerbitan

Loading

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *