Jumat, Februari 23, 2024
Beranda blog

Pemirama IAIN Pontianak Sukses Gelar Debat Pertama Calon Wakil Ketua DEMA-I 2024

0

Sumber Foto: Jurnalis LPM Warta

wartaiainpontianak.com- Debat pertama calon wakil ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Institut Agama Islam Negri (IAIN) Pontianak periode 2024-2025 dengan tema “Peran Mahasiswa dalam Meningkatkan Partisipasi Aktif dalam Pembangunan Kampus” yang bertempat di gedung Aula Abdul Rani IAIN Pontianak. (19/02/2024)

Kegiatan ini dihadiri oleh Tamam sebagai mantan ketua DEMA-I 2019 dan Sopiyullah sebagai mantan ketua DEMA-I 2021. Selain itu dihadiri oleh Tim Sukes dari setiap pasangan calon, kemudian mahasiswa IAIN Pontianak yang turut meramaikan perdebatan pertama ini.

Debat ini dibuka oleh Fauzi Rahman Ali selaku Ketua Umum Senat Mahasiswa (SEMA) IAIN Pontianak dengan menuturkan bahwa adanya debat paslon ini diharapkan dapat memberikan ruang untuk meyakinkan para pemilih dengan penyampaian visi serta gagasan yang ditawarkan.

“Harapan dalam debat ini semoga bisa memberikan para calon kandidat menyampaikan visi dan misi untuk meyakinkan para pemilih nantinya. Karena mahasiswa harus melihat kualitas dari setiap calon pemimpinnya,” Jelas Fauzi.

Dari tema tersebut terbagi tiga sub tema didalamnya, yaitu tentang Hak dan Kewajiban Mahasiswa, Organisasi Mahasiswa, dan Alur Birokrasi yang menjadi inti dari perbedatan kali ini

Rizal Muhaimin selaku wakil dari pasangan calon 01 mengatakan tentang sub tema yang ke tiga bahwa ada dua konsep didalam alur birokrasi yaitu interupsi dan koordinasi. Selain itu, DEMA-I harus masif merespon aspirasi dari mahasiswa agar hak dan kewajiban dapat tersalurkan.

“Sifat interupsi tuh dari atas ke bawah, dan sifat koordinasi itu dari bawah ke atas seperti HMPS ke DEMA-I, DEMA-F ke DEMA-I , UKM UKK ke DEMA-I. Dari DEMA-I ke bawah seperti ke DEMA Fakultas itu interupsi. DEMA-I harus aktif dalam merespon aspirasi-aspirasi mahasiswa agar DEMA bisa menyalurkan aspirasi tersebut sehingga hak dan kewajiban terpenuhi,” Ucap Rizal.

Kemudian, pandangan dari wakil pasangan calon 02 terkait hal ini dengan memperbaikan akses saluran aspirasi bukan dengan menyalahkan alur birokrasi yang sudan ada.

“Kekuatan stakeholder organisasi mahasiswalah yang penting untuk membendung aspirasi mahasiswa dalam alur birokrasi, dengan memperbaiki dan memperbaharui sebaik baiknya, bukan menyalahkan alur birokrasi yang ada,” Tutup Fauzan.

Penulis: Olivia dan Fatim

Penyunting: Tim Penerbitan

Hari kita

0

Ini adalah hari kita
Hari kita menaruh harapan
Hari kita menaruh kepercayaan
Hari kita menyuarakan

Dua tahun lalu yang kelam
Semoga tidak terulang kembali
Bebaskan seluruh suara kami
Dengarkan teriakan kami

Kami bukan pelengkap struktur
Kau bukan penguasa struktur
Jangan naik untuk dikenal
Dan jangan naik agar didengar

Bebanmu nanti tidak ringan
Dan saat ini aku ingatkan
Jangan naik karena arahan
Lalu program tidak transparan
Kami tidak butuh pemimpin beban

Penulis: Indah

Penyunting: Tim Penerbitan

Beda Pilihan Bukan Berarti Perpecahan

0

Foto: Ilustrasi Pemilu Damai 2024

wartaiainpontianak.com- Pemilihan Umum (pemilu) serentak tahun 2024 hanya menghitung hari, Ini merupakan salah satu momentum penting yang terjadi 5 tahun sekali. Banyak masyarakat sangat antusiasme untuk berpartisipasi dan berdemokrasi untuk mencari sosok pemimpin yang tepat dalam memajukan bangsa Indonesia.

Dari data komisi pemilihan umum (KPU) menetapkan daftar pemilih tetap (DPT) baik itu dalam negeri maupun luar negeri pada tahun ini, sebanyak 204.807.222 pemilih. Pada tahun 2024 ada 5 calon yang mesti dipilih diantaranya yaitu Presiden dan Wakil Presiden, anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi, dan yang terakhir DPRD Kabupaten/Kota.

Pada pemilu tahun ini banyak sekali menimbulkan sentimen negatif masyarakat, lantaran karena berbeda pilihan, hal itu juga terpicu oleh praktik buzzer dari pihak tertentu yang tidak bertanggung jawab, untuk menjatuhkan paslon lawan demi memenangkan pilihanya dengan cara yang tidak lazim yaitu menyebarluaskan berita bohong dan misinformasi yang ada di media sosial.

Menyebar berita bohong dan misinformasi merupakan perbuatan yang salah, karena itu dapat menggiring opini negatif terhadap masyarakat. Dari hal itu tentunya merupakan tantangan tersendiri yang perlu kita lawan dengan memilah dan memilih informasi dengan pemikiran yang cerdas tanpa tersulut emosi.

Harapan pada Pemilu 2024 tentunya menginginkan mewujudkan proses demokrasi yang jujur, amanah, bertanggung jawab, dan transparansi tanpa adanya praktik kecurangan. Masyarakat diharapkan dapat berpartisipasi aktif untuk memilih pemimpin yang cerdas, berintegritas, dan memiliki kecintaan yang tulus kepada rakyat, demi kemajuan bangsa Indonesia. Dengan Kelapangan hati tanpa adanya gejolak emosi ketika pilihanya tidak mendapatkan kursi kepemimpinan, demi terwujudnya Pemilu 2024 berjalan lancar, sukses, aman, dan damai, demi menjaga keutuhan bangsa.

Penulis: Rian

Penyunting: Tim Penerbitan

Pimpinan dan Civitas Akademika IAIN Pontianak Gelar Deklarasi Pemilu Damai

0

wartaiainpontian.comPimpinan dan Civitas Akademika IAIN Pontianak menggelar deklarasi pemilu damai di Halaman Gazebo Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, Kamis 8 Februari 2024.

IAIN Pontianak menjadi kampus yang aktif mendukung seruan untuk pemilu damai, dengan melibatkan seluruh elemen Civitas Akademika dalam upaya mempromosikan kedamaian dan partisipasi yang bertanggung jawab dalam proses demokrasi.

Bertempat di halaman Gazebo IAIN Pontianak, Deklarasi pemilu damai ini dipimpin langsung oleh Rektor IAIN Pontianak yaitu Prof., Dr. Syarif ,S.Ag. MA, diikuti oleh Sejumlah Dosen dan beberapa Mahasiswa.

Dalam deklarasi tersebut, Prof Syarif menyampaikan bahwa pemilihan umum adalah sebuah momen yang tak bisa diabaikan dalam mempertahankan kesatuan NKRI. Oleh sebab itu ia berharap semua pihak harus mengingat pentingnya fungsi asli pemilu, dan tidak boleh terganggu oleh disorentasi atau arah yang salah.

“Pemilhan umum adalah satu momentum yang harus menjadi unsur penting dalam keutuhan NKRI. Kita semua tidak boleh disorentasi dari sejatinya fungsi pemilu,” Ungkap Syarif.

Civitas akademika IAIN Pontianak bersama-sama mengemban keinginan untuk mewujudkan kesuksesan pemilu yang berjalan dengan aman dan damai, melalui partisipasi aktif dalam menciptakan lingkungan yang kondusif, memberikan pemahaman yang benar tentang proses demokrasi kepada masyarakat, serta mengedepankan dialog dan toleransi sebagai landasan utama dalam menangani perbedaan pendapat dan konflik yang mungkin akan timbul.

Syarif juga mengatakan, IAIN Pontianak menegaskan penolakannya terhadap segala bentuk taktik politik yang berpotensi memicu kekacauan dan perpecahan dalam bangsa, seperti politik identitas, penyebaran berita palsu, dan kampanye berbau negatif.”

“IAIN Pontianak menolak segala bentuk trik-trik politik yang mampu menyababkan disorientasi dan disintegrasi bangsa seperti politik identitas dan penyebaran hoax dan fitnah serta politik caci maki.” Ujar Syarif.

Selain itu Syarif juga  mengharapkan agar pelaksanaan pemilu ini dapat berjalan dengan tertib, aman, dan damai untuk mewujudkan kesuksesan pemilu yang akan dilaksanakan 14 Februari 2024.

“IAIN Pontianak berdoa pemilu ini dapat dilaksanakan secara tertib, aman dan damai serta siap mensukseskan pemilu ini,” Tutup Syarif.

 

Penulis : Maisya

Penyunting : Tim Redaksi

LPM Warta IAIN Pontianak Menggelar PJTL 2024

wartaiainpontianak.com- Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Warta mengadakan pembukaan kegiatan yang diadakan setiap tahunnya, yaitu Pelatihan Jurnalistik Tingkat Lanjut (PJTL) dengan tema “Manifestasi Jurnalis Warta yang Berkompeten dan Independen” bertempat di Gedung Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak pada Kamis, 01 Februari 2024.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag TU) IAIN Pontianak, Muhammad Syahrun, S, E. M. M perwakilan dari Wakil Rektor III.

Zikri, Ketua Umum LPM Warta mengatakan bahwa PJTL sangat penting bagi para jurnalis muda. Menurutnya, pelatihan tersebut dapat memberikan mereka kesempatan untuk belajar banyak hal, mulai dari teknik penulisan, pengambilan gambar, hingga pengambilan video.

“Pelatihan jurnalistik tingkat lanjut ini sangat penting bagi kami para jurnalis muda. Kami bisa belajar banyak hal, mulai dari teknik penulisan, pengambilan gambar, hingga pengambilan video,” Ungkap Zikri.

Syahrun  mengatakan melalui PJTL, kita dapat memahami bahwa regenerasi bukan hanya sekadar pergantian, tetapi juga proses pembelajaran berharga dari tahap awal masuk ke dunia pers. Pelatihan dan arahan menjadi landasan penting dalam mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan untuk menjalani peran di dunia jurnalistik.

“PJTL merupakan sebuah bagian penting dari sebuah regenerasi. Sebuah pembelajaran dari mereka dari tahap awal masuk kedalam dunia Pers. Karena untuk melakoni sebuah dunia untuk keterampilan perlu ada pelatihan dan arahan,” ujar Syahrun.

Syahrun menyampaikan harapannya bahwa di masa depan dapat melahirkan mahasiswa yang berdedikasi sepenuhnya dalam memahami segala aspek dunia pers. Harapannya, mereka mampu membangun karier yang gemilang di dunia jurnalistik. Diharapkan perwakilan dari kita semua dapat berkontribusi secara signifikan, karena pekerjaan di lapangan pers memegang peran penting sebagai kontrol sosial. Pentingnya pelatihan untuk membentuk kontrol sosial yang efektif tidak boleh diabaikan.

“Harapan kita kedepan kita bisa menghasilkan mahasiswa yang totalitas yang mempunyai pemahaman didunia pers kemudian juga bisa berkarir di dunia pers. Kita berharap sekali mahasiswa terserat perkerjaan di lapangan perkerjaan. Pers itu sangat penting di dunia masyarakat karna sebagai kontrol sosial. Untuk kontrol sosial yang baik itu harus di latih,” tutup Syahrun.

 

Penulis : Andini

Penyunting : Tim Redaksi

Pencabutan Nomor Pemirama Kedua Paslon Ketua Dema-I beserta Wakil

0

wartaiainpontianak.com – Dua Pasangan Calon (Paslon) Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak secara resmi melakukan pencabutan nomor dalam rangka persiapan Pemilihan Raya Mahasiswa (Pemirama) pada Minggu, 28 Januari 2024 yang bertempat di Sekre Senat Mahasiswa (Sema) IAIN Pontianak.

Paslon pertama Arif sebagai calon Ketua Dema-I bersama Wakilnya Rizal Muhaimin dan Paslon Kedua Faisal sebagai calon Ketua Dema-I bersama Wakilnya Fauzan Ghairul Imam.

Proses pencabutan nomor ini dilakukan di hadapan panitia pemilihan yang memastikan transparansi dan keadilan dalam pelaksanaan Pemirama. Kemudian Pemirama dianggap sebagai momentum penting bagi IAIN Pontianak untuk menentukan pemimpin yang mampu membawa perubahan positif dan mewujudkan aspirasi mahasiswa.

Alby Khoirul selaku Ketua Panitia Pemira 2024 mengatakan dalam mekanisme pencabutan nomor urut, Komisi Pemilihan Raya Mahasiswa (KPRM) telah mempersiapkan langkah-langkah untuk mencegah kecurangan. Melibatkan dua tahapan dengan penggunaan toples kaca transparan, proses ini dirancang untuk meniru prinsip yang diterapkan dalam pemilihan presiden tahun 2024, memastikan integritas dalam penetapan nomor urut pasangan calon.

“Dalam proses pencabutan nomor urut, KPRM telah mempersiapkan mekanisme yang melibatkan dua tahapan untuk menjauhkan proses dari kata kecurangan dan manipulasi. Kami menyiapkan dua toples kaca transparan; toples pertama diisi dengan 2 bola nomor 1 dan 2 untuk menentukan siapa yang mengambil kertas di toples kedua. Proses ini mirip dengan proses pencabutan nomor urut pada pemilihan presiden tahun 2024,” Ungkap Alby.

Alby juga menambahkan, Sejak awal, KPRM dan Panwasram berkomitmen pada netralitas dalam pemira IAIN Pontianak, dengan meminta surat pengunduran diri bagi yang menjabat di organisasi internal kampus. Langkah-langkah transparan, termasuk penggunaan media sosial, diambil untuk memastikan semua keputusan dan peraturan yang dibuat dapat diakses oleh semua pihak di akun media sosial Pemira IAIN Pontianak.

“Dari awal pendaftaran, KPRM dan Panwasram dituntut untuk netralitas dalam pemira IAIN Pontianak, termasuk kewajiban menyertakan surat pengunduran diri bagi yang menjabat di organisasi internal kampus,” Ujar Alby.

Alby mengekspresikan harapannya pada pelaksanaan pemirama akan didasarkan pada prinsip keadilan, dengan keyakinan bahwa peraturan yang telah dibuat akan berlaku merata untuk semua pasangan calon Dema-I maupun Sema-I, tanpa adanya pemberat khusus pada salah satu paslon.

“Dalam pelaksanaan pemirama ini, kita akan menggunakan prinsip keadilan. Tentu peraturan yang dibuat berlaku kepada seluruh pasangan calon Dema-I maupun Sema-I tanpa memberatkan ke salah satu paslon,” Tutup Alby.

Pihak panitia berkomitmen untuk menyelenggarakan pemilihan raya dengan transparan dan akuntabel, serta mengajak seluruh mahasiswa untuk turut serta aktif dalam proses demokrasi kampus.

 

Penulis : Zikri

Penyunting : Tim Redaksi

Pemirama IAIN Pontianak: Hanya Dua Paslon yang Lulus dari Verifikasi

 

wartaiainpontianak.com- Komisi Pemilihan Raya Mahasiswa (KPRM) IAIN Pontianak kembali menggelar pendaftaran bakal Calon Ketua dan Wakil Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak periode 2024-2025.

Hal tersebut merupakan salah satu bentuk  demokrasi khususnya bagi Mahasiswa IAIN Pontianak. Selain itu, diselenggarakan juga Pemilihan Raya Mahasiswa (Pemirama), dimana setiap mahasiswa mempunyai hak untuk memilih calon presiden mahasiswa beserta wakilnya.

Alby Khoirul Selaku Ketua Panitia KPRM mengatakan pembukaan pendaftaran bakal calon Ketua dan Wakil Dema IAIN Pontianak dibuka mulai dari tanggal 22-24 Januari. Terdapat 4 Calon yang mendaftar, akan tetapi hanya 2 orang yang lulus verifikasi.

“Sebanarnya dari awal pembukaan sudah ada 4 calon yang mendaftar menjadi calon Ketua dan Wakil Dema-I, tetapi ada beberapa calon yang di nyatakan gugur karna tidak memenuhi verifikasi,” Ujar Alby.

Alby juga menambahkan, terdapat 2 calon yang lulus verifikasi, kemudian dilanjutkan dengan wawancara tentang Keislamaan, Kebangsaan, Kemahasiswaan, dan Keorganisasian untuk mengetahui potensi dari bakal calon tersebut.

“Tujuan dari wawancara calon Dema dan Wakil Dema adalah untuk mengetahui potensi dari bakal calon dengan pertanyaan yang sudah di siapkan oleh Panitia KPRM. Hasil dari wawancara tersebut adalah 70% nilainya untuk kelulusan wawancara calon Dema Dan Wakil Dema,” Ungkap Alby.

Calon pertama yang lulus dari verifikasi tersebut pertama yaitu Arif selaku bakal calon Ketua Dema-I dan Rizal Muhaimin selaku bakal calon Wakil Ketua Dema-I. Kedua, Faisal sebagai bakal calon Ketua Dema-I dan Fauzan Ghairul Imam sebagai bakal calon Wakil Ketua Dema-I.

Alby sendiri berharap Pemirama tahun ini dapat menghidupkan kembali demokrasi di IAIN Pontianak, agar tidak terjadinya Aklamasi dan memberikan contoh yang baik bagi pendidikan politik di lingkungan kampus.

“Harapan saya untuk KPRM tahun ini adalah sebagai tonggak penghidupan demokrasi kembali di IAIN Pontianak karena melihat 2 tahun berturut pemilihan Ketua dan Wakil Ketua Dema dilakukan secara aklamasi. Semoga Pemirama tahun ini dapat memberikan contoh yang baik bagi pendidikan politik di lingkungan kampus,” Tutup Alby.

Penulis: Aulia

Penyunting: Gaga

Perempuan Berperan Aktif dalam Aksi Kamisan Pontianak: Menuntut Keadilan atas Pelanggaran HAM

0

Sumber Foto: Jurnalis LPM Warta

wartaiainpontianak.com- Kamis, 18 Januari 2024 tepatnya di Tugu Digulis Pontianak, tempat berlangsungnya “Panggung Ekspresi” yang diadakan oleh Aksi Kamisan Pontianak sebagai aksi unjuk rasa akan kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang terjadi di Indonesia.

Aksi Kamisan ini menjadi wadah unjuk rasa bagi korban pelanggaran HAM yang terjadi dengan menuntut keadilan kepada pihak yang bersangkutan. Mereka menagih pertanggungjawaban kepada negara untuk menghadirkan keadilan atas kasus-kasus kejahatan kemanusiaan yang selama puluhan tahun dibiarkan tanpa penyelesaian.

Dalam Aksi Kamisan tersebut, beberapa peserta menggunakan payung hitam yang menandakan simbol perlindungan dan keteguhan iman.

Selain itu Partisipasi perempuan dalam Aksi memiliki peran penting dalam advokasi HAM dan perjuangan untuk keadilan sosial. Keikutsertaannya dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesetaraan gender dalam mendorong tindakan untuk mencapai keadilan.

Arni selaku Aktivis Perempuan Mengungkapkan, bahwa pelanggaran HAM juga mempengaruhi ketidakadilan terhadap perempuan. Calon Presiden (Capres) sama sekali tidak serius dalam menanggapi kekerasan yang terjadi kepada perempuan dan anak. Penyimpangan HAM terhadap perempuan pasti mendapatkan beban yang berlapis karena adanya stigma buruk.

“Kita bisa melihat saat ini Capres sama sekali tidak serius menanggapi tentang kekerasan terhadap perempuan dan anak. Sehingga penyelewengan HAM atau bentuk pelanggaran HAM terhadap perempuan pasti mendapatkan beban ganda karena adanya stereotip bahwa perempuan itu lemah dan perempuan tidak boleh bebas melakukan ini dan itu,” Ungkap Arni.

Arni juga menambahkan bahwa perjuangan perempuan sangat beraneka ragam, berbagai macam perjuangan perempuan tetap harus di lanjutkan. Pada saat ini, Indonesia mempunyai permasalahan yang serius terhadap perempuan.

“Perjuangan seorang perempuan sangat berbeda-beda, untuk perempuan diluar sana bentuk-bentuk perjuangan perempuan harus kita lanjutkan dan harus kita perjuangkan. Jika membicarakan perempuan saat ini, di Indonesia perempuan sangat bermasalah banget.  Soekarno pernah berkata masalah perempuan  itu masalah bangsa  akan tetapi bangsa masih begini-begini saja,” Tutup Arni.

Penulis: Andini

Penyunting: Gaga

Aksi Kamisan Pontianak Kembali Adakan “Panggung Ekspresi”

0

Sumber Foto: Jurnalis LPM Warta

wartaiainpontianak.com- Kolektif Aksi Kamisan Pontianak kembali menggelar “Panggung Ekspresi” dalam rangka memperingati 17 tahun Aksi Kamisan yang bertempat di Tugu Digulis Pontianak, Kalimantan Barat pada Kamis 18 Januari 2024.

Aksi Kamisan ini telah dilakukan sejak 18 Januari 2007, bertempat di depan Istana Negara untuk menuntut dan menagih pemerintah dalam menuntaskan serta pertanggungjawaban dengan menghadirkan keadilan atas kasus-kasus kejahatan kemanusiaan yang dibiarkan tanpa adanya penyelesaian.

Dalam aksi tersebut beberapa peserta menampilkan orasi dan puisi sebagai bentuk ekspresi dałam hal menunut Keadilan. Selain itu para peserta juga membawa poster dengan berbagai macam tulisan didalamnya, salah satunya yaitu “Negara wajib menjamin hak kebebasan beragama dan berkeyakinanan setiap warga negaranya”.

Tengkuh selaku penulis Rilis Pers Aksi Kamisan mengatakan adanya aksi ini bertujuan untuk mengingatkan kepada masyarakat bahwa Negara Indonesia mempunyai persamaan dengan negara lain yang tidak terhindar akan komplikasi pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Menurutnya, Aksi ini memiliki tujuan yang sederhana akan tetapi susah untuk terimplementasikan, karena negara seakan melindungi dan mempertahankan atas pelanggaran HAM. Hal inilah yang dituliskan dalam Rilis Pers Aksi Kamisan, bahwa tidak adanya keinginan dari negara untuk memberikan keadilan kepada setiap pelaku pelanggaran HAM.

“untuk mengingatkan kepada masyarakat, bahwa Republik Indonesia ini seperti negara-negara lain tidak lepas dari persoalan pelanggaran HAM, itu saja sebenarnya sangat sederhana sekali tapi sulit untuk dilakukan, karena negara terkesan melindungi dan mempertahankan kepentingan dari pelanggaran HAM itu sendiri, itulah yang kemudian didalam rilis pers kami nyatakan bahwa negara itu tidak berkeinginan untuk mengadili para pelaku pelanggaran HAM,” Ucap Tengkuh.

Sampai saat ini, Aksi Kamisan masih menjadi ruang bagi korban, keluarga korban dan pegiat HAM untuk menuntut akuntabilitas akan kasus yang terjadi.

Tengkuh menambahkan bahwa negara tetap bisu meskipun Aksi Kamisan 17 tahun telah berlangsung. Menurutnya, dengan pembentukan pengadilan HAM, merupakan cara yang ideal dalam menyelesaikan kasus pelanggaran HAM. Miris sekali ketika ia mengetahui bahwa pengadilan HAM hanya meliputi persoalan papua dan tidak tuntas dalam menangani kasus tersebut. Aksi Kamisan akan tetap ada selagi pengadilan HAM tidak ada, selama negara mempertahankan setiap pelaku pelanggaran HAM.

“Sejauh yang saya pahami 17 tahun Aksi Kamisan negara tetap diam, jadi sebenarnya untuk penuntasan pelanggaran HAM itu idealnya itu adalah pembentukan pengadilan HAM dan sayang sekali pengadilan HAM itu yang saya ketahui hanya mencakup persoalan papua itu pun tidak selesai sebenarnya, selain itu juga tertutup. Disamping itu terdapat pelanggaran HAM masa lalu sampai detik ini juga tidak ada pengadilanya. Jadi solusinya hanya itu sebenarnya, pengadilan HAM dan Aksi Kamisan akan tetap ada selama pengadilan HAM tidak ada, selama negara mempertahankan para pelaku HAM itu sendiri,” Tutup Tengkuh.

Penulis: Maisya

Penyunting: Gaga

Pameran Tunggal Ayu Murniati Hadirkan Lukisan “Syahid Bersama Malaikatku”

0

Sumber Foto: Jurnalis LPM Warta

 

wartaiainpontianak.com- Acara Pameran Tunggal Ayu Murniati bertajuk “Ku Mulai” dibawakan oleh Kolektif Seni Emehdeyeh bertempat di Port 99, Jl. Komodor Yos Sudarso, Kota Pontianak yang berlangsung pada tanggal 13-18 Januari 2024.

Di pameran terdapat menampilkan 27 karya seni lukisan dengan berbagai macam gambar dan warna yang mempunyai makna tersendiri didalamnya.

Di dalam pameran tersebut terdapat lukisan yang berjudul “Syahid Bersama Malaikatku”, bergambarkan seorang laki-laki yang memeluk anak perempuan dengan mata tertutup serta diselingi potongan-potongan buah semangka sehingga membuat para pengunjung tertarik untuk melihat dan memaknainya.

Syukur selaku pengunjung pameran tersebut mengatakan bahwa lukisan “Syahid Bersama Malaikatku” terdapat beberapa objek, diantaranya semangka dengan arti palestina beserta seorang ayah yang memeluk anak kecil. Sehingga membuat dirinya teringat terhadap kilas balik peristiwa yang terjadi di Kota Gaza, Palestina.

“Didalam lukisan ini mempunyai beberapa gambar, yaitu semangka yang artinya palestina, kemudian seorang bapak memeluk anak kecil. Dari lukisan itu yang membuat aku merefleksi akan kasus yang terjadi di Gaza, Palestina,” Ucap Syukur. (13/01/2024)

Ayu selaku seniman di pameran tunggal tersebut mengutarakan kepada dirinya dan para seniman bahwa sangat disayangkan jika seniman tidak menggambarkan atas hal yang menganggunya, terlebih lagi mengenai Palestina yang mengganggu bagi dirinya. Paling tidak, seorang seniman bisa berkarya dalam hal apapun baik melalui tulisan maupun lukisan.

“Saya mau menyampaikan khususnya buat saya dan juga para seniman, sangat disayangkan kalo kamu seorang seniman dan sesuatu yang menggangu kamu tidak kamu gambarkan. Apalagi tentang Palestina ini, itu ganggu buat saya. Minimal kamu bisa berkarya dalam hal apapun, kalo bisa nulis, ya nulis, kalo bisa lukis, ya kamu lukis,” Tutup Ayu. (13/01/2014)

 

Penulis: Savitri

Penyunting: Gaga