Senin, Juni 24, 2024
Beranda blog

LPM Warta IAIN Pontianak Sukses Meriahkan Milad ke-20

 

Wartaiainpontianak.com Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Warta Institut Agama Islam Negeri  (IAIN) Pontianak sukses gelar acara Milad yang ke-20 di Aula Abdul Rani IAIN Pontianak Minggu, (23/06/2024).

Acara tersebut bertemakan “Elegansi Solidaritas, Memperkuat Media Pers Yang Berintegritas” Milad LPM Warta merupakan agenda tahunan yang cukup ditunggu – tunggu oleh para anggota, pengurus, dan demisioner. Kegiatan dihadiri oleh ormawa – ormawa se-Institut, UKM-UKK, BEM UNTAN, BEM YARSI, LPM Mimbar UNTAN, LPM TERKAM Politeknik Negeri Pontianak (POLNEP).

Acara tersebut juga menggelar seminar bertajuk “Political Course: Antara Koalisi dan Kepentingan Publik”. Hamdan sebagai perwakilan Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Suharto perwakilan dari Kasat Binmas Polresta Pontianak, dan Drs. H. Agus Rianto, S.H., M.H. selaku pengamat sosial. Ketiga orang tersebut menjadi pemateri untuk seminar Milad LPM yang ke-20.

M. Zikri Faiqah Hanun selaku ketua umum LPM Warta dalam kata sambutannya menyampaikan walaupun dengan segala keterbatasan biaya namun kegiatan berjalan dengan lancar.

” Alhamdulillah kegiatan LPM Warta yang ke-20 ini bisa kita laksanakan dengan meriah Walaupun dengan segala keterbatasan biaya tetapi bisa melaksanakan dengan semaksimal mungkin tentunya juga banyak mendapatkan suport dari para senior dan para pemateri baik berupa materi maupun finansia,” Ungkap Zikri.

ia juga menambahkan terimakasih kepada para sponsor yang sudah memberi suport untuk kegiatan milad yang ke-20.

“Saya juga berterima kasih kepada para sponsor VIP GADJET STORE yang telah memberikan suportnya kepada kami, tidak lupa pula kepada media patner PONTV dan Timeline Kalbar.id yang memberikan dukungan untuk milad pada kali ini,” Tambahnya.

Savitri Dwi Ananta Selaku ketua panitia milad menyampaikan perayaan milad sebagai intensi kami sebagai bagian pada fungsionaris.

“Adapun penyelenggaraan milad LPM yang ke-20 ini tentunya merupaka intensi kami sebagai bagian dari pada fungsionaris yang pada momentum kali ini Alhamdulillah dapat kembali mengenang, dapat kembali merefleksi suatu wadah yang kami anggap sebagai rumah yang selama berdirinya IAIN Pontianak menjadi pionir utama aspirasi mahasiswa dalam menyebarkan informasi tidak hanya itu juga memberikan edukasi kepada sejumlah civitas akademika dan masyarakat pada umumnya,” Ucap Savitri.

ia juga menambahkan harapannya untuk milad LPM Warta kedepannya.

“Harapan saya untuk LPM IAIN Pontianak kedepannya selain daripada memberikan informasi secara fakta dan data, semoga selalu kompak, dan selalu mampu menghasilkan karya-karya yang tidak hanya memikat mata namun mampu mengedukasi kita semua,” Tutupnya.

Kegiatan tersebut di akhiri dengan sharing season dan tukar kado bersama para anggota dan para senior LPM Warta.

 

Penulis : Adley Rafif Naufal

Editor : Alfarizie

Tingkatkan Kebersamaan, ORMAWA IAIN Menggelar Pelantikan Serentak

0

Sumber Foto : Jurnalis LPM Warta

 

Organisasi Mahasiswa (ORMAWA) se Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak menggelar Pelantikan pengurus secara serentak di Gedung Sport Center IAIN Pontianak Sabtu, (22/06/2024).

Pelantikan ini dilakukan oleh seluruh ORMAWA se IAIN Pontianak yang terdiri dari Dewan Eksekutif Mahasiswa Institut (DEMA I) Senat Mahasiswa Institut (SEMA I) , Dema Fakultas, Sema Fakultas dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Unit Kegiatan Khusus (UKK).

Kegiatan ini dihadiri Oleh Rektor IAIN Pontianak l, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerjasama IAIN Pontianak , dan juga dihadiri Kepala Prodi (KAPRODI), Dekan Fakultas se-IAIN Pontianak.

Syarif selalu Rektor IAIN mengatakan bahwa hari ini yang hadir adalah orang yg terpilih untuk menjaga dan membantu IAIN Pontianak.

“Kalian semua di hari ini adalah orang-orang yang terpilih, untuk apa? untuk menjaga dan membantu IAIN ini karena kalian adalah pengurus organisasi mahasiswa yang akan membantu IAIN untuk kedepan nya,” Ucap Syarif.

Syarif juga mengatakan alasan dari kebijakannya ialah untuk menyatukan Seluruh ORMAWA se-IAIN agar visi misi IAIN menyerap merata kepada seluruh ORMAWA IAIN.

“Yang pertame biar visi misi dari Institut itu diserap merata dari tingkat Sema Dema Institut ke tingkat Fakultas sampai ke HMPS, yang kedua biar ada tercermin kebersamaan sesama Mahasiswa yang terikat oleh visi misi bersama dari kampus agar mahasiswa ini mampu bergerak untuk kampus, untuk Kalimantan, Nasional, dan Internasional,” Ungkap Syarif.

Syarif juga menegaskan kepada seluruh ORMAWA se-IAIN untuk menjalankan Sumpahnya dan mampu menjalankan Dana Operasional dengan sebaik-baiknya.

“Saran dari saya Mahasiswa yang dilantik hari ini harus menjalankan Sumpahnya serta mampu memanfaatkan fasilitas berupa bantuan dana-dana operasional menjadi program yang real dan berpihak kepada Mahasiswa,” Tutup Syarif.

Kegiatan ini dilanjutkan dengan pembacaan 9 Pilar dan ditutup dengan pembacaan Doa.

 

Penulis : Khoirul Imami

Penyunting : Tim Redaksi

Eco Bhinneka Muhammadiyah Kalimantan Barat; Pesan Tokoh Agama Melalui Pembelajaran Kebhinekaan dan Pelestarian Lingkungan

Wartaiainpontianak.comRangkain kegiatan Lesson Learn, Upgrading and Gathering; The Power of Teamwork for Pontianak Harmony and Universe Friendly berlangsung selama 2 hari di Transera Hotel Pontianak. Pada (15/06) diadakan diskusi panel yang menghadirkan 6 tokoh agama untuk memberi pesan hangat pada teman-teman SEKA agar memiliki energi baru untuk melanjutkan praktik baik Eco Bhinneka hingga merambah pada masyarakat luas.

Octavia Shinta Aryani sebagai fasilitator disksui menyebutkan bahwa nama Eco Bhinneka tidak menggunakan Muhammadiyah karena kesepakatan bersama bahwa Eco Bhinneka akan mengakomodir secara mandiri namun tidak lepas dari Muhammadiyah.

“Kami ingin masukkan Eco Bhinneka dibawah LHUBP yang hanya ada di Kalimantan Barat. Eco Bhinneka tidak bisa melalui garis LHUBP karena anggota harus beragama Islam. Pada akhirnya, bahwa adik-adik ini adalah Sahabat Eco Bhinneka Kalimantan Barat. Kita sudah bisa toleran terhadap teman-teman lintas agama dan lintas iman. Kita tidak melupakan teman-teman yang berkebutuhan khusus untuk bersama merawat kerukunan, melestarikan lingkungan. Adik-adik ini butuh wejangan bapak-bapak sebagai komitmenm untuk menuju Indonesia yang gemilang. Konsisten dan komitmen pemuda dalam merawat lingkuingan dengan melestarikan lingkungan.” ujar Shinta.

Selanjutnya, pesan pertama disampaikan oleh Ida Shri Rsi Dukuh Putra Bandem Kepakisan selaku ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kalimantan Barat bahwa Negara Indonesia memiliki landasan yang menyatukan negara yaitu Undang-undang dan perbedaan yang ada sebagai dasar negara Pancasila dalam satu kesatuan Negara Republik Indonesia dengan suasana kebhinekaan.

“Pertemuan saat ini ialah turun rembuk dengan perbedaan yang ada dengan tujuan yang satu. Saya dibina dengan iodeologi pancasila sampai kapanpun dengan waku yang tidak terhingga. Perbedaan memang sudah ada sejak lahir. Berbagai sebutan Tuhan yang Maha esa namun dengan tujuan yang sama. Dalam nkonsep kebangsan kita sagtu ideologi dengan landasan bhineka. Konep kerukuanan, kedamaian bagi orang Hindu ialah yang bagus diambil dan kurang bagus jangan diambil.” kata Ida.

Pesan kedua akan disampaikan oleh Rolink Kurniadi Darmara selaku Ketua Walubi Kalimantan barat yang menyatakab bahwa hari ini merupakan titik temu sebuah agama dan lingkungan hidup tanggung jawab bersama, dalam hal kemanusiaan. Teman-teman SEKA memiliki peran yang khas dan tidak tergantikan.

“Saya ingin mengajak SEKA ini seseungguhnya teman-teman meninbgkatkan skill yang didapat dari interaksi. Keahlian bisa di daopatkan dari pelatihan atau kursus sedangkan soft skill ini yang sedang teman-teman SEKA lakukan iala berinteraksi dengan memiliki kemampuan bekerja sama dalam satu tim. Kesuksesan seseorang lebih dilihat pada kepribadiannya. Teman-teman SEKA sedang dalam proses menjalani latihan dalam organisasi, mari kita kembangkan toleransi yang rukun.”tegas Rolink.

Shinta menambahkan bahwa teman-teman SEKA telah melakukan praktik baik dengan mengkaderisasi kepada siapapun mengenai kebhinekaan.

Pesan ketiga disampaikan oleh Pdt. Paulus Ajong selaku Ketua PGIW Kalimantan Barat menyampaikan bahwa sampai saat ini dari semua planet yang ada maka yang hanya dihuni ialah bumi. Namun yang uniknya adalah 8 M manusia di muka bumi berusaha untuk bertahan hidup. Satu-satunya yang membuat manusia bertahan ialah lingkungan yang baik. Tuhan menciptakan dengan sangat baik karena sesuai dengan kebutuhan manusia.

“Kata mahatmaghandi, 7 manusia bisa merusak lingkungan. Eksistensi ekologi sampai kapan, jangan-jangan sudah terjadi kiamat ekologi. Perubahan iklim akan menjadi masalah. SEKA memiliki point yang senmtral sehingga mengedepankan kepentingan bersama. Kedua, kebhinekaan tidak bisa dipisahkan namun keragaman, kemajemukan yang menjadi khas masyarakat kita dianggap sebagai pisau bermata dua. Kemajemukan yang ada akan baik jika pelaksanaanya ialah toleransi. SEKA menjadi simpul, menemukan 2 tantangan dalam satu kesatuan. Saat ini kita sedang dalam kondisi bonus demografi tergantung bagaimana indeks kerukunan, kesejahteraan.”tambah Paulus.

Sutadi selaku Ketua Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin) Kalimantan Barat menyambung menyampaikan pesan bahwa dalam ajaran konghucu, semuanya kembali pada diri kita sendiri dengan membina diri kita.

“Dalam ajaran konghucu sudah diurutkan mengenai hal baik yang dilakukan. Dasar bagi kami menghargai orang lain dengan sifat yang universal. Sepanjang masih bisa diperbaiki maka diperbaiki. Jadi belajar dan harus berlatih agar menyenangkan. SEKA ini berjalan tidak melaju tapi terus berjalan.”kata Sutadi.

Tokoh agama selanjutnya ialah Syamsul Hidayat selaku perwakilan Majelis Ulama Indonesia memnbayangkan bahwa semesta tidak akan membaik dan semakin menua.

“Untuk memperbaiki lingkungan rasanya tidak mungkin. Kehadiran SEKA ini sebagai bentuk komunitas untuk menjaga lingkungan. Perubahan iklim yang terjadi sudah di depan mata. Ecobhineka di upgrade harus memiliki teamwork yang baik. Saya membayangkan satu program seperti wisata religi. Wisata ini sebagai bentuk pengenalan pada alam yang kemudian terkait dengan simbol keagamaan.” tambah Syamsul.

Mustaat Saman mewakili NPCI Kalimantan Barat memnyampaikan bahwa NPCI bergerak di bidang olahraga disabilitas.

“Kami bersama adik-adik memiliki semangat yang tidak setengah-setengah, maka penyandang disabilitas rentan mental sehingga agama menjadi penting. Dengan kehadirana SEKA ini tentu menjadi jembtana kami untuk teman-teman disabilitas memiliki ruang karena masalah disabilitas ialah masalah kita bersama.”tegas Mustaat.

Terakhir, Manto selaku Kaban Kesbangpol Kalimantan Barat bumi mengingatkan bahwa bumi sudah rusak akibat iklim yang tidak lagi bisa diprediksi.

“Daerah yang banyak sawit akan cepat kemarau. Kiota bisa mulai perbaikan lingkungan 3R dari rumah sendiri. Kontribusi kita untuk menghasilkan oksigen bisa dengan menanam.”tambah Manto.

Shinta menutup diskusi panel dengan menyampaikan bahwa cerita SEKA sudah sampai Afrika dan Amerika sehingga pengalaman dijadikan motivasi sebagai cerita.

“Setiap agama akan menularkan praktik baik menjadi sebagai ladang pahala.”tutup Shinta.

 

Penulis : Feby Kartikasari
Penyunting : Alfarizie

SEKA Muhammadiyah Kalimantan Barat Adakan Upgrading: Perdalam Pengembangan Organisasi dan Fundraising

 

 

Wartaiainpontianak.comEco Bhinneka Muhammadiyah Kalimantan Barat adalah sebuah inisiatif yang mendukung program JISRA Indonesia dalam mempromosikan Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan melalui aksi lingkungan. Program ini mengajak berbagai elemen masyarakat, termasuk generasi muda, perempuan, komunitas, pemangku kepentingan agama, dan pemerintah, untuk bersama-sama menciptakan ruang kolaboratif yang inklusif dan harmonis.(14/06).

Melalui ruang dialog dan aksi bersama, Eco Bhinneka Muhammadiyah bertujuan untuk membangun ekosistem yang menghargai perbedaan iman, keyakinan, kepercayaan, agama, dan budaya. Dengan melibatkan beragam kelompok usia dan jenis kelamin, diharapkan kegiatan ini dapat menciptakan kesempatan yang inklusif dan menjadi pemicu dalam pertukaran gagasan yang kreatif serta produktif untuk kemajuan bersama dalam membangun harmoni dan menjaga lingkungan.

Kegiatan ini mengusung tema “The Power of Teamwork for Pontianak Harmony and Universe Friendly” kegiatan ini menggarisbawahi pentingnya kerjasama tim yang solid dalam menciptakan harmoni di Pontianak, baik dalam konteks sosial, budaya, maupun lingkungan. Dengan demikian, kegiatan ini menjadi wadah yang ideal bagi berbagai pihak untuk saling mendukung, menginspirasi, dan bertindak secara bersama-sama demi tercapainya tujuan bersama yang lebih besar, yaitu menciptakan lingkungan yang ramah dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Pontianak.

Kegiatan ini bertujuan untuk membentuk Struktur Organisasi SEKA, merancang AD/ART (Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga) SEKA, mendaftar Kesbangpol (Kementerian Dalam Negeri) dan memberikan pemahaman tentang Pengembangan Organisasi dan Fundraising.

Octavia Shinta Aryani selaku Regional Manager Eco Bhineka Muhammadoyah Kalimantan Barat membuka kegiatan dengan menyampaikan rasa syukur terhadap komitmen teman-teman SEKA hingga hari ini. “Mudah-mudahan ke depan bisa membawa keputusan yang bijaksana, keputusan yang diterima karena kita semua telah toleransi sejak dalam kandungan” tambahnya.

Shinta juga memiliki harapan besar untuk terus menghasilkan agenda-agenda yang merawat kerukunan dan melestarikan lingkunan secara berkelanjutan. “Kegiatan ini diharapkan mampu membentuk struktur Organisasi SEKA, mengatur anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga SEKA, terdaftar Kesbangpol dan menemukan butir-butir program kerja SEKA.” tutup Shinta.

 

Penulis : Feby Kartikasari

Penyunting : Alfarizie

Tuntutan Tak Diindahkan, Seruan Aksi Menolak Lupa Juni Berdarah Akan Terus Disuarakan.

Wartaiainpontianak.com-Seruan Aksi Menolak Lupa Juni Berdarah diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Seluruh Indonesia (SI) di Taman Digulis Pontianak pada 14 Juni 2024 kemarin.

Aksi yang dilakukan para mahasiswa adalah aksi menuntut kejelasan atas meninggalnya seorang aktivis mahasiswa asal Kalimantan Barat (Kalbar) bernama Syafaruddin pada 14 Juni 2000 yang dikenal dengan Juni Berdarah.

Inisiator aksi yaitu pimpinan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Seluruh Indonesia (SI) Wilayah Kalimantan Barat (Kalbar) Agim Nasiar menjelaskan bahwa pelaku belum diketahui dan belum ada klarifikasi yang jelas mengenai kematian almarhum Syafarudin dari pihak Polisi Daerah (POLDA) Kalimantan Barat.

“Jadi untuk mencari keadilan ini sudah kami suarakan terus, cuman gak pernah didengar aja dari pihak Polda, kalau kita lihat kilas balik dari kasus ini sebenarnya pelakunya itu belum diketahui dan belum disampaikan dengan jelas oleh pihak Polda, yang sebenarnya pada zaman itu mempunyai senjata dan pengamanan itu hanya pihak Polda Kalbar dan Dwi Abri pada zaman itu,” Jelas Agim.

Agim juga mengatakan bahwa ketiadaan transparansi membuahkan kegagalan besar bagi Polda Kalbar dalam penanganan kasus ini. Ia juga menegaskan bahwa yang diinginkan adalah bukti bukti yang benar itu tidak lagi ditutup tutupi. Tuntutan yang disuarakan takpernah diindahkan oleh pihak kepolisian.

“Belum ada transparansi dan bahkan setau saya dari pihak Polda pun gak lagi mengurusi perihal ini seolah barang ini ditutup bukukan, kalau kita lihat sampai detik ini, ini nggak akan diselesaikan, menjadi sebuah kegagalan besar bagi Polda Kalbar,” Ujar Agim.

“Kami ingin kejelasan terkait kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) ini, kami ingin bukti yang benar ada itu dikeluarkan, sebenarnya ada banyak bukti yang sudah terkumpul, namun seolah-olah disembunyikan oleh pihak Polda Kalbar. Tuntutan kami sampai detik ini yang pertama adanya sebuah monumen dimana tempat kematian almarhum wafat, dan ingin nama jalannya diganti nama almarhum,” Tambah Agim.

Tanggapan pihak kepolisian yang acuh tak acuh menjadikan pihak demonstran akan melakukan dialog dengan beberapa pihak dan mengadakan aksi berikutnya.

“Pihak Polda selalu menepis nepis seolah hal ini bukan kesalahan dari pihak polisi. Kami akan melakukan berupa dialog dengan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Lembaga Bantuan Hukum Kalimantan Barat (LBH Kalbar), dan penulis buku Juni Berdarah. Selanjutnya kami akan melakukan aksi ke Polda Kalbar,” Tutupnya.

 

Penulis : olyn
penyunting : Tim Redaksi

BEM-SI Sukses Menggelarkan Ruang Dialog Antar Mahasiswa SE-Kalimantan Barat

0

Sumber Foto : Jurnalis LPM Warta

 

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Seluruh Indonesia (SI) menyelenggarakan Ruang Dialog di Rumangsa Kopi pada Kamis, 13 Juni 2024.

Dengan tema-tema yang sedang naik daun yakni Rancangan Undang-Undang (RUU) Penyiaran, RUU TNI, RUU POLRI, RUU MK, BEM SI sukses menyelenggarakan ruang dialog untuk mengekspresikan keresahan anak-anak muda terhadap masa depan demokrasi.

Menghadiri tiga pemateri ternama di kalangan anak muda yakni, Melki Sedek Huang (Ketua BEM Universitas Indonesia 2023), Muhammad Rizal Amrullah (Ketua BEM Universitas Muhammadiyah Pontianak 2023) serta Agim Nastiar (Ketua BEM Politeknik Negeri Pontianak 2024) dengan dahsyat memantik api semangat anak muda untuk tidak apatis dengan kekacauan negeri ini.

Rizal mengungkapkan faktor diadakannya dialog terbuka ini untuk menyadarkan anak-anak muda untuk menyuarakan hak-hak mereka yang tertindas.

“Menyikapi beberapa polemik RUU yang memang terindikasi merusak demokrasi mulai dari RUU Penyiaran, RUU TNI, RUU Polri, RUU MK, ini adalah bentuk penindasan baru terhadap rakyat menggunakan sistem autokrasi legalism bagaimana penguasa melenggangkan kekuasannya dan menormalisasi hal yang tabu. maka dari itu hari ini kami dari BEM KM UM Pontianak bersama BEM SI Kalimantan Barat kembali memantik api semangat rekan-rekan mahasiswa Se-Kalimantan Barat dalam melalui Ruang Dialog yang kami laksanakan hari ini di Rumangsa Kopi Pontianak, kami mencoba menggairahkan kembali semangat juang mahasiswa kalbar dalam menyuarakan hak-hak rakyat dan kami mengeklaim mahasiswa sebagai kaum komunal yang siap menghantam segala bentuk Pengkhianatan terhadap rakyat, bangsa, dan negara,” Ungkap Rizal.

Melki membuka premis pertamanya dalam berdialog dengan ujaran semangat memperjuangkan demokrasi.

“Demokrasi menjadi alat satu-satunya bagi anak-anak muda Indonesia untuk memeperjuangkan nasibnya, mari kita Bersama bersepakat bahwa politik itu bukan barang elit kawan-kawan, politik itu barang publik punya kita semua. Semuanya bisa menjadi barang politik jika kita memperjuangkan demokrasi,” Ujar Melki .

Asbianto, selaku salah satu peserta ruang dialog juga menyampaikan komentarnya terkait kepekaan mahasiswa terhadap isu-isu politik.

“Untuk acara ini saya sangat senang diadakan dikalangan mahasiswa apalagi yang kewarasannya terjaga seperti kawan-kawan yang hadir saat ini, itu membuktikan bahwa mahasiswa masih aktif dalam kepekaan isu yang merugikan masyarakat atau khalayak ramai, secara spesifik acara ini merujuk ketidak terimaan dari kalangan mahasiswa terhadap beberapa poin RUU yang akan disahkan oleh DRI-RI,” Ungkap Asbi.

Agim juga turut memberikan pandangan terhadap antusiasme peserta dalam dialog tersebut.

“Pada prinsipnya kita di Kalbar memang kekurangan forum yang demikian yang memang menyatu dengan gaya anak muda yang pada hari ini doyan hangout di coffeeshop, lalu kita buatlah ruang baru yang bervariasi seperti ruang dialog di ruang publik dan terbuka tadi, agar bisa memantik partisipasi kawan kawan, lalu menurut saya ide memberdayakan kehadiran melki juga salah satu pemantik teman teman untuk antusias karna tahu track record beliau dan barangkali ruang seperti ini yang juga ditunggu teman-teman yang peduli dengan negara tapi sambil ngopi dan nyantai,” Tutup Agim.

 

Penulis : Aulia

Penyunting : Tim Redaksi

Militerisasi Ruang Angkasa, Jalan Menuju Kolonialisme?

Sumber Gambar : Greg School

wartaiainpontianak.com- Apa yang bisa kita simpulkan dari alam semesta yang luas ini? Banyak peristiwa kosmik yang terjadi selama 13,7 miliar tahun terakhir sejak awal waktu. Ledakan yang menciptakan kita, The Big Bang telah berkontribusi pada penciptaan umat manusia yang terus memperluas jangkauannya ke hal-hal yang tidak diketahui. Havelock Ellis, seorang fisikawan Inggris-Prancis terkenal mengutip, “Matahari, bulan, dan bintang-bintang sudah lama lenyap…seandainya saja mereka berada dalam jangkauan tangan-tangan manusia yang ganas,” Makna mendalam di balik kutipan tersebut menyoroti sesuatu yang kita sadari namun memilih untuk mengabaikannya sama sekali sebagai warga sipil biasa yang menjalani kehidupan sehari-hari sepenuhnya. Sejak Perang Dingin antara Amerika Serikat dan Uni Soviet, perlombaan senjata dan Perang Bintang berada di titik tertinggi sepanjang masa bagi kedua negara adidaya yang saling bersaing dalam hal ideologi, persenjataan, teknologi, dan kekuatan.

Selamat datang di era baru Revolusi Industri 5.0. di mana masa depan berkembang melalui kemajuan teknologi. Kemungkinan militerisasi ruang angkasa akan segera terjadi, terutama bagi Amerika Serikat, Rusia, dan Cina. Rusia khususnya telah meningkatkan kemampuan perang luar angkasanya untuk mendapatkan kembali kejayaan militer era Soviet sejak berakhirnya Perang Dingin.

Sementara itu, pengembangan senjata luar angkasa Tiongkok didorong oleh keinginan untuk melawan supremasi militer AS dan meningkatkan pengaruh regional mereka, menurut laporan tahunan Sovereign Wealth Fund (SWF). Perlombaan senjata luar angkasa yang terus meningkat ini merupakan indikasi yang jelas dari sesuatu yang besar. Awal dari peristiwa revolusioner lain untuk ekspansi lebih lanjut umat manusia ke luar angkasa. Dengan kata lain, jalan menuju kolonialisme antargalaksi.

Kolonialisme selalu mengiringi kita sejak Spanyol dan Portugis menjadi penjajah pertama yang memulai apa yang dikenal sebagai The Great Discovery (Penemuan Besar). Tak lama kemudian, negara-negara Eropa lainnya akan mengikuti dan menyebarkan pengaruh mereka melalui proses gold, glory, dan gospel. Dari tahun 1492 hingga 1914, lebih dari 80% dunia telah ditaklukkan oleh bangsa Eropa.

Keinginan manusia untuk melakukan eksplorasi tidak dapat ditahan. Hal yang tidak diketahui adalah aspek yang mendebarkan untuk dikembangkan. Kita tidak pernah berhenti belajar. Mengapa? Karena kami menemukan hal-hal baru setiap hari. Secara langsung atau tidak langsung.

Prospek kolonialisme ruang angkasa adalah topik yang menarik untuk dieksplorasi. Sejarah telah berubah selamanya sejak Uni Soviet meluncurkan satelit Sputnik-1 ke orbit, diikuti oleh Amerika Serikat yang membawa misi Apollo dan mendaratkan Neil Armstrong di Bulan pada tahun 1969. Hal ini menarik perhatian lebih lanjut di seluruh dunia karena mereka mengirim lebih banyak wahana dan manusia ke luar angkasa. Wehrner von Braun, seorang insinyur kedirgantaraan Jerman-Amerika, secara terbuka merekomendasikan program eksplorasi ruang angkasa yang ambisius untuk membangun pemukiman manusia permanen di Bulan dan Mars.

Dengan upaya SpaceX yang sedang berlangsung untuk memindahkan penduduk Bumi ke Mars, kita sudah lebih dekat dengan tujuan tersebut daripada yang kita sadari. Pemerintah mungkin terinspirasi untuk melakukan langkah militerisasi untuk meluncurkan program berskala penuh untuk memulai era baru. Butuh waktu bertahun-tahun bagi kita untuk menjelajahi kedalaman ruang angkasa dan dengan teknologi saat ini, fiksi ilmiah dapat dilihat dengan mata kepala sendiri.

Namun, potensi destruktif dari perang luar angkasa melalui metode militerisasi bukanlah sesuatu yang bisa diremehkan. Dune, Star Wars, Star Trek, dan banyak lagi tentang sub-genre film yang menyenangkan dan seru. Tapi merusak planet lain dan lingkungan satelitnya tidak. Jika kita memutuskan untuk tinggal di suatu tempat di luar angkasa, pelestarian planet yang dapat dihuni adalah penting. Perlakukan mereka seperti planet rumah kita. Mungkin, kita bahkan bisa belajar untuk membentuk organisasi antar galaksi.

Tujuan dari organisasi politik internasional yang menangani hal-hal yang berkaitan dengan perdagangan, perjalanan, klaim tanah, dan semua upaya kolonisasi ruang angkasa manusia adalah salah satu dari sekian banyak hal penting yang perlu dipertimbangkan. Mirip seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang mengawasi perdamaian di Bumi.

Sumber daya dari penambangan di dalam planet dapat diantar ke Bumi dengan cara militerisasi. Namun, hal tersebut juga tidak menutup kemungkinan adanya penyelundupan ilegal. Dengan masa depan yang terus berkembang, aktivitas kriminal tidak akan pernah berhenti. Begitu juga dengan rasa ingin tahu manusia.

Penulis : Adley

Editor   : Cici P

Tolak RUU Penyiaran Koalisi Jurnalis Kalimantan Barat Bergerak Dan Bersuara

Sumber Foto : Jurnalis LPM Warta

 

wartaiainpontianak.com- Senin, 27 Mei 2024 Seruan Aksi yang dilakukan oleh para Masyarakat Sipil dan Aliansi Jurnalis Kalimantan Barat turun ke jalan dengan aksi penolakan Rancangan Undang-Undang (RUU) Penyiaran Tahun 2024.

Taman Digulis, Universitas Tanjung Pura (UNTAN) Pontianak, menjadi lokasi para Masyarakat Sipil dan Aliansi Jurnalis Kalbar menyampaikan penolakan RUU.

Pada seruan aksi kali ini, Salah satunya Hamdan selaku Ketua AJI (Aliansi Jurnalis Independen) Pontianak menyatakan bahwa hari ini DPR begitu maraton membahas dan kabarnya ini dibulan September, RUU ini akan disahkan. Sekarang proses RUU ini sudah dalam proses amunisi pada legislasi dengan begitu cepat sementara banyak hal hak urgent luput dari konsentrasi perwakilan dari di DPR RI.

“Setidaknya ini momentum gerakan pasif antara teman teman mahasiswa Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) dikampus terhadap jurnalis yang ada di Kalimantan Barat turut serta menyuarakan penolakan terhadap pengesahan RUU Penyiaran yang ada dibahas di DPR RI. Nah, momentum hari ini bagian dari gerakan – gerakan kecil yang akan kami lakukan terus menerus sebagai upaya untuk menegakkan demokrasi tetap berdiri di Indonesia khususnya di Kalimantan Barat,” Ungkap Hamdan.

Herman Hofi selaku pegiat hukum menegaskan bahwa untuk menghentikannya, masyarakat harus bekerja sama. Sebagai wakil rakyat, anggota DPR harus menghormati suara rakyat. Ia juga berharap anggota legislatif dari Kalimantan Barat, yang tidak memiliki anggota DPR RI, juga memberikan suara mereka untuk menolak rencana revisi ini di Senayan. Revisi ini sangat berbahaya dan merupakan jenis regresi demokrasi. Jika Undang-Undang Pers dibungkam oleh pihak tertentu, berbagai masalah di republik ini akan semakin parah.

“Republik ini harus bergerak bersama sama untuk bisa supaya rencana revisi undang-undang penyiaran ini dihentikan distopkan. Nah kita berat juga beranggota DPR sebagai wakik rakyat, sebagai corong rakyat. Suara rakyat harus bisa didengar oleh mereka. Di Kalimantan Barat tidak punya anggota DPR RI kita, kita berharap mereka juga bersuara di Senayan sana untuk menolak rencana revisi udang undang Pers ini. Ini sangat berbahaya sekali saya katakan sekali lagi bahwa ini suatu bentuk kemunduran demokrasi kita,” Ujar Herman.

Beliau juga menambahkan bahwa masalah – masalah di Indonesia akan makin parah dengan pengesahan RUU. Ia kecewa dengan bungkamnya Dewan Pers dan berharap dengan seluruh stakeholder yang ikut andil selain para wartawan, mahasiswa dan masyarakat harus ikut. Menganggap terlaksananya demokrasi hanya omong kosong belaka dengan pengesahan Undang – Undang tersebut, isu ini dianggap sebagai kecelakaan sejarah terbesar di Indonesia.

“Bisa saya pastikan berbagai macam persoalan Republik ini akan semakin parah ketika Undang – Undang Pers ini terbungkam seperti yang sedang direncanakan oleh pihak – pihak tertentu. Dan sekali lagi kita berharap seluruh stakeholder yang ada bukan hanya para wartawan tapi masyarakat mahasiswa. Ayo bersama – sama bergerak untuk menolak adanya rencana revisi terhadap Undang-undang Pers ini. Dan sangat menyedihkan sekali kenapa Dewan Pers sendiri diam, Dewan Pers sendiri bungkam. Kita khawatir bahwa ini justru akan digunakan untung kepentingan – kepentingan tertentu oleh pihak – pihak tertentu mencari keuntungan dalam rancangan untuk merevisi undang undang Pers ini. Jika begitu, saya berharap para kawan -kawan wartawan dan terus kita bergerak terus supaya undang undang pers ini dibatalkan ini merupakan bentuk kecelakaan sejarah di republik ini. Jadi omong kosong demokrasi bisa terlaksana kalau undang undang pers ini seperti yang kita saksikan sekarang ini. Omong kosong demokrasi kita bisa terlaksana dengan baik kalau revisi undang undang pers ini dilaksanakan jadi ini merupakan sebuah kecelakaan sejarah yang luar biasa di Republik kita,” Tutup Herman.

Penulis : Eka dan Adley

Penyunting : Aal

GEBYAR UKM Olahraga 2024 Resmi dibuka

Sumber Foto : Jurnalis LPM Warta

 

wartaiainpontianakcom- Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Olahraga membuka kegiatan GEBYAR di Gedung Aula Abdul Rani Institut Agama Islam Negri (IAIN) Pontianak, Jum’at (17/05/2024).

Gebyar Olahraga merupakan agenda tahunan yang cukup bergengsi. Dalam kegiatan Gebyar Olahraga kali ini UKM Olahraga memperlombakan 3 cabang olahraga yaitu cabang futsal, voli, dan e-sport.

Fikri Indrayana, selaku Ketua panitia acara, menjelaskan bahwa persiapan yang dilakukan satu bulan sebelum acara adalah untuk menyiapkan proposal dan hal-hal yang diperlukan.

“Jadi untuk persiapan pelaksanaannya ini H-1 bulan sebelumnya untuk menyiapkan proposal dan semacamnya,” Ungkap Fikri.

Fikri Indrayana juga mencatat adanya kendala dalam pembukaan acara Gebyar Olahraga, khususnya terkait kurangnya SDM yang tersedia.

“Setiap kegiatan pasti ada masalah, masalah kami ini minimnya SDM itu yang sangat menonjol masalah nya dan masalah kegiatan lapangan juga lapangan voli itu yang menjadi masalah yang di tuntut sama peserta karna undur waktu untuk perenovasian lapangan,” Ujar Fikri.

Fikri juga menambahkan, bahwa jumlah peserta tahun ini melebihi target yang ditetapkan, yang menjadi kebanggaan bagi semua panitia. Selain itu, antusiasme peserta dalam lomba sangat tinggi, bahkan melebihi jumlah peserta tahun sebelumnya.

“Pada tahun ini, jumlah peserta melebihi target yang ditetapkan, dan hal ini menjadi kebanggaan bagi semua panitia, selain itu antusiasme peserta dalam lomba sangat tinggi bahkan melampaui jumlah peserta tahun sebelumnya,” Tambah Fikri.

Tujuan di adakannya Gebyar Olahraga ini sebagai bentuk promosi kampus IAIN Pontianak dan juga untuk mempromosikan UKM olahraga juga menjadi suatu kebanggaan untuk UKM Olahraga karena telah 9 tahun konsisten mengadakan Gebyar Olahraga ini.

Sarijal Padilah, selaku Ketua Umum UKM Olahraga mengatakan, Tujuan kegiatan gebyar olahraga adalah sebagai promosi untuk Kampus IAIN Pontianak dan UKM olahraga Kalimantan Barat serta sebagai ajang silaturahmi bagi atlet dari berbagai tingkatan sekolah dan mahasiswa. Selain itu, acara ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk menunjukkan bakat mereka.

“Tujuan dari kegiatan gebyar olahraga sebagai promosi kampus IAIN Pontianak dan juga UKM olahraga Se-Kalimantan Barat, serta sebagai ajang silaturahmi atlit baik tingkat SMP, SMA dan Mahasiswa, dan juga seluruh peserta dapat menunjukan bakat nya di kegiatan Gebyar Olahraga ini. Suatu kebanggaan untuk UKM Olahraga yang sudah konsisten selama 9 tahun melaksanakan Gebyar Olahraga dan selalu berinovasi setiap tahun nya,” Tutup Sarijal.

 

penulis: Alya
penyunting: tim redaksi

Ini Arti Lagu Lampu Merah” dari The Lantis Mengandung Metafora

Sumber Foto : heartcorner.net

 

wartaiainpontianak.com- Setelah penantian yang panjang, band indie lokal, The Lantis, merilis lagu terbaru mereka yang berjudul “Lampu Merah”. Lagu ini telah mendapat banyak perhatian dari para penggemar musik sejak perilisannya beberapa hari yang lalu.

Menyajikan paduan suara yang menawan dan melodi yang menghanyutkan, “Lampu Merah” berhasil menyentuh hati pendengarnya dengan lirik yang penuh makna. Dikombinasikan dengan aransemen musik yang ciamik, lagu ini telah mendapat apresiasi tinggi dari berbagai kalangan.

“Lampu Merah” adalah lagu yang menghadirkan makna mendalam tentang perasaan terjebak dan keputusasaan dalam menghadapi hambatan-hambatan dalam kehidupan. Lirik-liriknya mencerminkan perasaan seseorang yang merasa terjebak di tengah jalan hidup, dihadapkan pada keputusan sulit dan ketidakpastian. Lampu merah dalam lagu ini menjadi metafora bagi situasi-situasi di mana seseorang merasa terhenti atau terhambat dalam mencapai tujuannya.

Meskipun lirik-liriknya memperlihatkan ketegangan dan ketidakpastian, lagu ini juga membawa pesan tentang harapan dan keteguhan hati. Dengan melodi yang menghanyutkan, lagu ini mengajak pendengarnya untuk tetap bertahan dan melewati masa-masa sulit dengan keyakinan bahwa akan ada cahaya di ujung jalan.

Secara keseluruhan, “Lampu Merah” adalah lagu yang menggambarkan perjalanan emosional seseorang dalam menghadapi tantangan kehidupan, dan menginspirasi pendengarnya untuk tetap berjuang meskipun dihadapkan pada rintangan.

Para penggemar musik merasa terkesan dengan kedalaman emosional yang ditampilkan oleh The Lantis dalam lagu ini. Mereka memuji keberanian band ini dalam mengeksplorasi tema-tema yang relevan dengan kehidupan sehari-hari, sambil tetap mempertahankan identitas musik mereka sendiri.

Dengan antusiasme yang tinggi dari para pendengar, “Lampu Merah” diprediksi akan menjadi salah satu lagu yang sangat diminati dalam waktu dekat ini. Para penggemar setia The Lantis juga menantikan karya-karya mendatang dari band yang penuh bakat ini.

 

Penulis : Zikri

Penyunting : Lutfi