Home / Warta UKM / Komunitas Santri : KKN Di Kota Penari Menjadi Pertunjukan Teater Yang Menuntut Profesionalitas Mahasiswa Sebagai Seorang Seniman

Komunitas Santri : KKN Di Kota Penari Menjadi Pertunjukan Teater Yang Menuntut Profesionalitas Mahasiswa Sebagai Seorang Seniman

wartaiainpontianak.com Komunitas Santri IAIN Pontianak sukses menggelar teater dengan tema bertajuk Kuliah Kerja Nyata (KKN) di kota penari, teater yang dilaksanakan di gedung Aula Syekh Abdul Rani ini mendapat sambutan yang sangat luar biasa dari para pecinta teater terkhusus dari kalangan mahasiswa.Jum’at (10/6/2022)

Teater ini di sutradarai oleh XMR dengan mengangkat naskah Setan Kurang Amal, dengan kisah yang cukup menarik dan diperankan oleh mahasiswa IAIN Pontianak yang berasal dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Komunitas Santri (Komsan) yang cukup profesional dalam melakukan improvisasi peran yang menyatu dalam suasana yang ada, adapun para mahasiswa yang memainkan peran tersebut ialah Yeye, Lukman, Hafiz, Ridho, Azlan, dan Dela.

Kabarnya dari komunitas santri untuk pementasan teater ini telah mencetak 500 tiket yang siap dijual kepada para peminat teater, akan tetapi tiket yang ludas terjual hanya sampai 400 tiket.

Fauzan selaku ketua dari komsan saat di wawancarai menjelaskan bahwa teater ini awalnya dalam rangka untuk lomba monolog, namun agar kegiatannya lebih menarik dan seru maka dibuatlah pementasan khusus yang diadakan di Aula Syekh Abdul Rani.

“Persiapan yang dilakukan sangatlah minim bahkan bisa dikatakan hanya dalam hitungan jam, kalau untuk pementasan komedi seperti ini kita diuntungkan dengan basicnya dari kawan-kawan sendiri, profesionalitas yang luar biasa, alhamdulilah bisa memberikan yang terbaik untuk penampilan kali ini, kalau untuk teater dengan naskah yang cukup serius penggarapanya bisa memakan waktu sampai 5 bulan lamanya” jelasnya

Fauzan juga menambahkan pertunjukan ini juga diharapkan bisa menumbuhkan sikap perhatian dari pihak kampus terhadap fasilitas yang dibutuhkan oleh pemeran seni seperti teater ini

“Harapan dari teater yang dilakukan ini memang tidak terlepas dari perhatian cevitas akademika terhadap Komunitas Santri serta terhadap karya-karya yang dilahirkan, terutama berkaitan mengenai panggung teater yang sampai hari ini hampir meredup di kampus tercinta kita” tambahnya

Kegiatan yang berlangsung kurang lebih tiga jam lamanya ini bukan hanya menampilkan teater, sebelum dilakukannya penampilan dari teater ada penampilan monolog dengan naskah Prodo Imitatio yang di sutradarai oleh Totok Satrio Rahardjo untuk naskah monolog ini sendiri akan mewakili Kampus IAIN Pontianak di Pekan Seni dan Olahraga Nasional (PESONA) yang akan di selanggarakan di UIN Sunan Gunung Djati pada juli mendatang, selain itu ada juga pertunjukan puisi dengan penampilan dari tiga naskah berbeda yaitu selalim apa engkau, negeri yang terbelah, dan balada terbunuhnya atmo karpo.

Yuda Pranata Aditya salah satu pengunjung dari teater mengatakan bahwa ia cukup senang dan terhibur dengan penampilan dari teman komunitas santri, dan ia juga mengatakan bahwa banyak sekali nilai-nilai yang terselip dari teater, puisi serta monolog yang di tampilkan

“Penampilan komunitas santri pada malam hari ini asyik, seru dan sangat menghibur. Dan juga memang untuk mahasiswa sendiri akhir-akhir ini mau menghadapi KKL, melalui teater yang dibawakan oleh komsan sangat memberikan nilai-nilai situasi dan kondisi yang harus di taati serta nilai-nilai yang harus di junjung tinggi di tempat KKL tersebut. intinya penampilan mereka malam ini sangat seru sekali” kata pemuda 21 tahun ini

Pementasan tersebut di tutup dengan pertunjukan ritual tarian oleh tujuh perempuan dengan dua orang yang menjadi tumbal di dalam teater tersebut, dikisahkan bahwa dua orang tersebut adalah mahasiswa yang sedang melakukan survey untuk persiapan Kuliah Kerja Lapangan (KKL).

Penulis: Siti Farida
Editor: Tim Redaksi

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *