Home / Warta Utama / Yayasan Kolase Bersama FINCAPES Gelar Diseminasi Photovoice di Pontianak

Yayasan Kolase Bersama FINCAPES Gelar Diseminasi Photovoice di Pontianak

www.wartaiainpontianak.com — Yayasan Kolase bersama Flood Impacts, Carbon Pricing, and Ecosystem Sustainability (FINCAPES) Project menggelar agenda Diseminasi Photovoice di Rumah Budaya Kampung Caping, Jalan Imam Bonjol, Gang Hj. Salmah, Kota Pontianak, pada (15/01/2026).

Kegiatan Diseminasi Photovoice ini dihadiri oleh berbagai kalangan, mulai dari instansi pemerintah, organisasi masyarakat (ORMAS), lembaga swadaya masyarakat (LSM), komunitas, perguruan tinggi, perwakilan kelurahan dan kecamatan, hingga organisasi perangkat daerah (OPD).

Kegiatan ini menjadi langkah untuk menggali persepsi warga Kota Pontianak terkait fenomena banjir yang kerap terjadi.

Melalui metode photovoice, yaitu sebuah pendekatan komunikasi partisipatif, kegiatan ini mengusung tema “Mata Warga Memaknai Risiko Banjir Pontianak.”

Dalam sambutannya, Andi Facrizal selaku ketua Yayasan Kolase mengatakan bahwa photovoice tidak hanya menjadikan masyarakat sebagai objek penelitian, namun menjadikan masyarakat sebagai subjek aktif dalam menyuarakan fenomena banjir di Kota Pontianak.

“Photovoice ini sebetulnya ialah sebuah studi untuk menggali persepsi masyarakat tetapi tidak menjadikan masyarakat itu sebagai objek penelitian, tapi kita menjadikan masyarakat sebagai subjek aktif dengan menggunakan fotografi dan narasi,” ucapnya dalam sambutan.

Sementara itu, Stefan Steiner, Professor Department of Statistics and Actuarial Science, University of Waterloo, Canada, mengatakan selain photovoice, FINCAPES juga mencatat beberapa upaya yang saling terkait.

“Yaitu pertama, penelitian risiko banjir untuk mengetahui kondisi kota di masa depan, yang kedua, alat-alat untuk meningkatkan kesadaran publik, termasuk melalui penceritaan visual untuk membantu masyarakat lebih memahami risiko-risiko ini. Yang ketiga, sebuah studi aktuaria yang sedang berlangsung untuk menilai potensi kerugian ekonomi dan memberikan informasi untuk pembiayaan risiko dan kebijakan. Dan yang terakhir, dukungan untuk memperkuat pengembangan sistem peringatan dini agar masyarakat lebih siap sebelum banjir terjadi,” jelasnya.

Selain diseminasi photovoice, kegiatan ini juga diisi dengan berbagai agenda lain yang dapat dinikmati masyarakat, di antaranya pameran fotografi hasil jepretan kamera ponsel warga, publikasi podcast, serta kegiatan Nongkrong Senja di Ponti yang mengusung nuansa era tahun 1980-an. Kegiatan tersebut dihiasi lentera dan obor, serta menghadirkan kuliner tradisional khas Kota Pontianak.

Melalui diseminasi ini, diharapkan suara masyarakat Kota Pontianak dapat didengar dalam pengambilan keputusan untuk mewujudkan Kota Pontianak yang inklusif dan tangguh terhadap iklim.

Penulis: Dede

Loading

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *