Wartaiainpontianak – Pemilihan Raya Mahasiswa (Pemirama) IAIN Pontianak kembali diwarnai kontroversi. Muhammad Nurhuda, Sekretaris Umum SEMA IAIN Pontianak, menyatakan bahwa tanda tangannya dipalsukan dalam dokumen berita acara tertanggal 7 Mei 2025 yang beredar di kalangan mahasiswa.
Dokumen tersebut pertama kali muncul melalui status WhatsApp salah satu Tim Sukses (Timses) calon Ketua dan Wakil Ketua DEMA I. Surat itu mengatasnamakan SEMA IAIN Pontianak, namun Nurhuda secara tegas membantah keterlibatannya dalam penyusunan maupun persetujuan dokumen tersebut.

Klarifikasi disampaikan langsung oleh Nurhuda melalui status WhatsApp pribadinya pada Rabu (8/5).
“Saya menyatakan dengan tegas bahwa saya tidak pernah memberikan persetujuan untuk menandatangani, ataupun mengetahui adanya berita acara tersebut, serta tidak terlibat dalam proses penyusunannya,” tulisnya dalam unggahan tersebut.
Ia menyebut pencantuman tanda tangannya dalam dokumen itu sebagai bentuk pemalsuan, dan menyesalkan tindakan yang mencoreng integritas organisasi.
“Saya atas nama pribadi mohon maaf karna ttd berita acara itu bukan ttd saya yang sebenarnya,udh beberapa kali ttd itu digunakan tapi saya diam kan,” ucapnya dicaption Status Whatsapp.
Sampai berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Ketua SEMA maupun pihak Timses yang menyebarkan berita acara tersebut.
Penulis: Lutfi
Editor: Aghisna
![]()






