Home / Warta Utama / Buntut Insiden di Arena Silat, Oknum Panitia Sakera Cup 2 Dilaporkan ke Polisi Atas Dugaan Pengeroyokan PNS

Buntut Insiden di Arena Silat, Oknum Panitia Sakera Cup 2 Dilaporkan ke Polisi Atas Dugaan Pengeroyokan PNS

Ilustrasi : https://blog.google/technology/ai/

www.wartaiainpontianak.com – Insiden pengeroyokan yang menimpa seorang staf PNS (Pegawai Negeri Sipil) di lingkungan IAIN Pontianak kini tengah menyita perhatian publik, terutama menyangkut aspek jaminan keselamatan di area kampus. Peristiwa kekerasan ini terjadi pada 5 April lalu, tepat di kawasan Sport Center saat aktivitas kampus masih berlangsung.

Peristiwa bermula saat korban, Riski,  yang mengelola bisnis persewaan kipas embun bermaksud mengambil kembali peralatan yang sempat dipakai untuk kegiatan Sakera Cup sekitar pukul 21.00 WIB. Namun, prosedur pengambilan barang tersebut justru berujung tindakan kekerasan

Riski menuturkan, setibanya di lokasi ia mendapati kerumunan massa, termasuk sosok yang diduga kuat sebagai pimpinan Laskar Sakera. Korban mengklaim telah meminta izin melintas secara persuasif, namun meski sebagian orang memberikan jalan sosok pimpinan tersebut tetap bergeming menghalangi.

Riski yang merasa ada kejanggalan mencoba mengonfirmasi dengan bertanya, “Kenapa, Bang?” sembari memantau keadaan sekitar melalui spion mobil. Namun secara tak terduga, seorang pria di lokasi tersebut langsung melayangkan pukulan ke arah pelipis korban melalui celah jendela mobil yang terbuka.

Situasi panas memuncak saat Riski keluar dari kendaraan untuk membela diri. Ia justru diserang oleh sedikitnya tiga orang. Pukulan bertubi-tubi menghantam wajah, dada, hingga pipi. Tak hanya itu, saksi mata menyebut korban sempat tersungkur akibat tendangan di bagian perut.

Pelaku kemudian berdalih bahwa tindakan tersebut dipicu karena sebelumnya ban mobil korban telah melindas kaki salah satu orang di sana, meski sebelumnya Riski merasa sudah meminta kerumunan untuk menjauh sebelum ia memundurkan kendaraannya.

Kasus kekerasan yang melibatkan kelompok massa di area pendidikan ini sekarang telah masuk dalam ranah hukum dan sedang ditangani oleh pihak berwajib dari Polsek Pontianak Selatan. Saat ini telah sampai pada tahap pemeriksaan saksi.

Penulis : Danis

Penyunting : Oliv

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *