Sumber Foto : Jurnalis LPM Warta
wartaiainpontianak.com- PW PII (Pengurus Wilayah Pelajar Islam Internasional) menyelenggarakan Serasehan dengan tema “Menyoal Isu Pembangunan Sumber Daya Manusia Kawasan Asia Tenggara” yang diadakan di Aula Abdul Rani IAIN Pontianak pada Jum’at, 3 Mei 2024.
Kegiatan Gebyar Pelajar Islam Kalimantan Barat dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars PW PII, sambutan Ketua Umum PW PII dan, penyerahan bingkisan, pembacaan doa, sesi foto bersama.
Rezki Legianto A.Md. selaku Ketua Umum PW PII Kalimantan Barat menjelaskan bahwa seminar kolaborasi ini diselenggarakan sebagai salah satu momentum hari kebangkitan.
“Ini salah satu momentum kita untuk memeriahkan PII ke-77 jadi kami semua dari teman – teman PW dan Pengurus Daerah se-Kalimantan Barat sepakat untuk hari bangkit ini secara internasional dengan mengundang teman – teman pelajar di Malaysia,” Ujar Rezki.
Selain itu, dia menambahkan bahwa tenaga kerja berkualitas tinggi di Asia Tenggara memiliki bukti, kinerja, dan kontrol media.
“Berbicara tentang kualitas, kita punya validasi, prestasi, dan yang mempunyai media berkuasa,” Tambahnya.
Rezki juga berharap dengan adanya kegiatan ini, para hadirin dapat menginspirasi pelajar – pelajar yang ada di Kalimantan Barat agar bisa berpartisipasi dalam memotivasi diri dalam berprestasi.
“Harapan saya pribadi adalah semoga dengan adanya agenda ini, teman – teman bisa menginspirasi para pelajar di Kalimantan Barat khususnya agar bisa ikut dan mendorong teman – teman agar lebih berprestasi,” Ungkap Rezki.
Muhammad Zharif Azhar selaku perwakilan dari Angkatan Belia Islam Malaysia (ABIM) berpendapat tentang SDM para pemuda di Asia Tenggara. Beliau memandang kepemudaan di kawasan tersebut sebagai pembangunan yang harus dibawa ke arah yang lebih baik baik.
“Jadi, saya melihat kepemudaan di Asia Tenggara seperti pembangunan yang harus ditingkatkan ke arah yang lebih baik,” Ucap Zharif.
Zharif menambahkan Indonesia maupun Malaysia dapat bekerja sama dengan negara seperti Thailand, Brunei, dan Filipina melalui organisasi Persatuan Pelajar Islam Asia Tenggara (PEPIAT). Pada 20 tahun ke depan, pelajar– pelajar Islam yang mewakili tiap negara pada tingkat kawasan akan diberikan kepercayaan untuk menjadi pemimpin di masa mendatang.
“Kita melihat bahwa baik di Malaysia maupun Indonesia dapat berkolaborasi dengan negara – negara seperti Thailand, Filipina, Brunei karena kita ada perwakilan Belia Islam lainnya untuk mewakili tiap negara pada tingkat kawasan. Saat ini mereka adalah pelajar, mungkin 20 tahun ke depan mereka – mereka ini lah uang akan diberikan kepercayaan untuk menjadi pengemudi pada arus ke depan,” Tambah Zharif.
Tyas sebagai peserta tertarik mengikuti agenda ini karena ada kerja sama tentang pembangunan SDM Asia Tenggara. Menurutnya, pemindahan ibukota yang semakin dekat dengan Malaysia untuk memudahkan kerja sama adalah topik yang menarik untuk dibahas.
“Saya tertarik mengikuti kegiatan ini karena adanya kolaborasi tentang pembangunan SDM yang ada di Asia tenggara dan topik yang paling menarik dalam pembahasan pemindahan ibukota Indonesia yang semakin dekat dengan Malaysia sehingga memudahkannya kerja sama antar negara,” Tutup Tyas.
Penulis : Adley dan Dede
Penyunting : Tim Redaksi
![]()





