IAIN Pontianak mengelar seminar wawasan kebangsaan untuk para calon pengurus organisasi mahasiswa (ormawa) di Aula Abdul Rani, IAIN Pontianak, pada sabtu, 31 Mei 2025.
Kepala Bagian Umum Dan Layanan Akademik, Syahrun, menyampaikan bahwa ada sekitar 600 calon pengurus Ormawa yang akan mengikuti seminar wawasan kebangsaan ini. Seminar wawasan kebangsaan ini terbagi menjadi dua sesi, yaitu sesi pagi dan sesi siang. Beliau juga menambah bahwa pelantikan akan di laksanakan setelah idul adha sesuai amanah rektor.
“Waktu pelantikan ini bukan hanya menetapkan waktu tapi juga menentukan langkah demi langkah yang akan kita kerjakan” ujarnya.
Seminar wawasan kebangsaan ini menjadi salah satu syarat pelatikan para pengurus ormawa di kampus IAIN Pontianak. Selain mengikuti seminar wawasan kebangsaan, para calon pengurus juga diwajibkan untuk mempunyai sertifikat Ma’had.
Wakil Rektor III, Ismail Ruslan, menegaskan pentingnya syarat ini:
“SWKB dan sertifikasi mahad adalah sebagai syarat menjadi pemimpin di ormawa, jadi adek-adek yang belum punya SWKB wajib ikut program ini” tegasnya.
Beliau juga mengtakan kebijakan ini merupakan komitemen dari IAIN Pontianak sendiri agar terhindar dari tindak radikalisme serta terorisme.
“Ini merupakan komitemen IAIN Pontianak, tidak ingin ada calon pemimpin IAIN Pontianak dan calon pengurus ormawa yang terpapar paham radikalisme dan terorisme”.
Haris selaku formatur ketua DEMA-i terpilih turut menyampaikan pesan yang pernah di sampaikan oleh rektor pada seminar wawasan kebangsaan tahun lalu. Ia mengingatkan betapa pentingnya peran pengurus ormawa dalam membangun kampus.
“calon pengurus ormawa jangan hanya numpang nama di ormawa tapi bagaiman kita memberikan ide-ide kreatif dan berkualitas untuk melindungi IAIN Pontianak” ujarnya.
Selain itu Haris juga mengajak dan berharap IAIN Pontianak bisa lebih di kenal kedepannya.
“Mari sama-sama kita wujudkan IAIN Pontianak bisa menjadi terkenal baik di kancah nasional maupun internasional”. Tutup Haris.
Penulis: Dede Sri Mulyani
![]()






