Home / Warta Utama / Demo Mahasiswa di DPRD Kalbar Sempat Ricuh, Lemparan Botol Warnai Aksi Sebelum Kondusif

Demo Mahasiswa di DPRD Kalbar Sempat Ricuh, Lemparan Botol Warnai Aksi Sebelum Kondusif

wartaiainpontianak.com Pontianak, 28 Agustus 2025 – Aksi unjuk rasa mahasiswa di depan Gedung DPRD Kalimantan Barat sempat memanas ketika sejumlah oknum melakukan provokasi dengan melempar botol dan benda lain ke arah aparat keamanan. Insiden ini memicu ketegangan, namun situasi berhasil dikendalikan dan aksi kembali berlangsung kondusif.

Kericuhan terjadi saat massa aksi berorasi dan mendesak agar seluruh tuntutannya didengar. Lemparan botol dan barang yang datang dari belakang barisan massa sempat memicu kegaduhan, namun pihak kepolisian dan koordinator aksi segera menenangkan peserta agar tidak terprovokasi. Beruntung, tidak ada korban luka serius akibat insiden tersebut.

Setelah kondisi terkendali, perwakilan mahasiswa menyampaikan aspirasi langsung di depan gedung DPRD kepada sejumlah anggota dewan yang menemui massa.

neneng anggota DPRD Kalbar/foto: Lpm Warta

Anggota DPRD Kalbar, Neneng, mengatakan pihaknya tetap membuka ruang komunikasi dan siap mendengarkan semua aspirasi.

“Kami tidak pernah menolak demo. Justru kami senang mendengar aspirasi, karena itulah fungsi Dewan: mendengar dan memperjuangkan kepentingan masyarakat,” ujarnya di hadapan para mahasiswa.

Neneng mengungkapkan ada enam poin yang disuarakan mahasiswa, di antaranya menolak kenaikan tunjangan DPR RI, menaikkan gaji tenaga pendidik, mendorong pengesahan RUU Perampasan Aset, dan pemerataan pembangunan infrastruktur di Kalimantan Barat.

“Kami akan segera menyampaikan aspirasi ini kepada Ketua DPRD Provinsi dan tembusan ke DPR RI. Ini rumah rakyat, siapapun boleh datang untuk menyampaikan pendapat,”tegasnya.

Ia juga menambahkan, DPRD meminta agar aparat keamanan menjaga profesionalisme dalam mengawal aksi.

“Kami sudah minta jaminan agar aparat menjaga aspirasi mahasiswa sampai selesai tanpa ada tindakan berlebihan,” jelas Neneng.

Setelah pernyataan resmi diterima dan dialog singkat dilakukan di halaman gedung, massa aksi membubarkan diri dengan tertib. Situasi di sekitar DPRD kembali normal dan arus lalu lintas lancar.

Penulis: Aghisna

Editor: Aulia

Loading

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *