Home / Warta Utama / Mediasi Berujung Ricuh, Kelompok Mahasiswa Diduga Lakukan Pengeroyokan

Mediasi Berujung Ricuh, Kelompok Mahasiswa Diduga Lakukan Pengeroyokan

www.wartaiainpontianak.com – Kampus kembali diwarnai insiden pengeroyokan antar mahasiswa yang melibatkan mahasiswa dari kalangan organisasi eksternal kampus. Keributan terjadi dipicu adanya pesan yang tersebar di grup kelas pada jum’at, 22 Mei 2026 pukul 18.30 WIB.

Berdasarkan keterangan saksi, keributan bermula dari percakapan di grup WhatsApp yang membawa nama organisasi eksternal tersebut. Pesan tersebut kemudian menyebar ke sejumlah grup yang membuat situasi semakin tegang.

Salah satu saksi, yang disamarkan namanya  mengatakan situasi awalnya sempat mencoba diselesaikan secara baik-baik melalui pertemuan antar dua pihak.

“Awalnya tuh dari grup WA. Ada salah satu kader dari fakultas dakwah yang bawa-bawa nama organisasi. Bahasanya tuh kayak merendahkan jadi bikin pihak lain merasa tak enak,” ujarnya.

Kedua pihak lalu sepakat bertemu di kawasan parkiran kampus FDKI dan FUSHA untuk melakukan negosiasi. Akan tetapi berujung ricuh.

“Pas seniornya datang, cara bicaranya dianggap nantang sama kawan-kawan disitu. Nada bicaranya lantang akhirnya emosi teman-teman naik semua,” ungkapnya.

Ia juga menyebut beberapa mahasiswa sebenarnya sempat berusaha melerai perkelahian tersebut.

“Kawan saya yang kena tinju itu sebenarnya cuma melerai. Tapi pas melerai malah kena pukul,” tuturnya.

Sementara itu kebalikan dari ini, saksi lain yakni yang disamarkan identitasnya pula, mengatakan kedua pihak sebelumnya telah menyepakati pertemuan terbatas untuk menyelesaikan persoalan. Namun kondisi di lapangan tidak sesuai dengan kesepakatan awal.

“Deal nya itu bertemu ndak sampai lebih dari tiga orang. Tapi pas di lokasi, dari pihak mereka mendatangkan lebih dari 10 orang,” katanya.

Ia menjelaskan situasi semakin memanas ketika salah satu mahasiswa yang dipanggil datang ke lokasi diduga mendapat perlakuan kasar dari salah satu mahasiswa.

“Pas datang ke lokasi, ada seseorang yang langsung menarik kerah bajunya. Nah, mungkin karena itu kawan-kawan terpancing emosinya sampai terjadilah kericuhan,” jelasnya.

Akibat aksi perkelahian tersebut, beberapa mahasiswa mengalami luka dan dibawa kerumah sakit Bhayangkara untuk mendapatkan penanganan medis. Setelah situasi meredah, kedua belah pihak kembali melakukan negosiasi bersama pimpinan organisasi.

“Alhamdulillah setelah terjadi bentrok gitu tadi, lanjut kami bernegosiasi setelah mulai reda. Kami lanjutkan duduk bersama pimpinan-pimpinan OKP yang lain. Nah, disitulah dapat titik temu bahwasanya dari pihak kami akan melakukan klarifikasi dan hal itu sudah divideo juga oleh pihak sebelah. Masalahnya udah Clear lah,” ujarnya.

Penulis: Bena Syakila

Penyunting: Penerbitan

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *