Pontianak – Kegiatan nonton bareng (nobar) dan diskusi film Kartini yang digelar di kampus IAIN Pontianak mendapat sambutan hangat dari berbagai kalangan.
Ketua Umum Mapala Enggang Gading, Satria Ramadhan, mengaku tidak menyangka kegiatan tersebut akan seramai itu.
“Tanggapan saya sebagai ketua umum Mapala Enggang Gading terhadap kegiatan nobar dan diskusi film Kartini ini sebetulnya tidak menyangka bakalan yaaa, kalo bisa dibilang lumayan ramai, untuk peserta yang datang itu kisaran 60-70 orang dengan keadaan yang terbatas karena kegiatan ini masih di dalam kampus IAIN Pontianak dalam masa efisiensi anggaran,” ujar Satria.
Ia juga menambahkan bahwa antusiasme peserta tidak hanya datang dari Mapala, tetapi juga dari UKM, UKK, mahasiswa luar, bahkan dosen, karena acara ini memang dibuka untuk umum.
Satria menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh peserta yang hadir. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat meningkatkan kesadaran tentang pentingnya pendidikan bagi semua kalangan, baik laki-laki maupun perempuan.
“Semoga kegiatan ini bisa menjadi awal untuk semua yang hadir dalam meningkatkan kesadaran tentang pentingnya pendidikan bagi setiap kalangan baik laki-laki dan perempuan. Harapan saya ke depannya, semoga apa yang kita lakukan hari ini bisa terus dilakukan untuk ke depannya, sekian terima kasih,” tutupnya.
Sementara itu, Laila selaku Kepala Divisi Jurnalistik menjelaskan alasan pemilihan film Kartini sebagai bahan diskusi. Ia mengatakan, “Jadi kenapa aku memilih film Kartini sebagai bahan untuk nobar dan diskusi kemarin tuh selain karena memang sekalian untuk memperingati Hari Kartini, aku juga ingin mengangkat keresahan terhadap akses pendidikan yang belum merata dan minimnya ruang aman untuk berpikir secara bebas yang belum sepenuhnya dimiliki kebanyakan orang.”
Melalui pemutaran film tersebut, Laila berharap peserta dapat mengingat kembali perjuangan Kartini dalam menciptakan ruang aman untuk berpikir bebas di tengah keterbatasan.
“Jadi melalui dari nobar film Kartini inilah aku ingin orang-orang juga bisa mengingat kembali bagaimana cara Kartini untuk melawan hingga ia bisa menciptakan ruang amannya sendiri di balik pintu pingitan,” tambahnya.
Penulis: Aghisna
![]()





