Home / Berita / Sejumlah Pengurus DEMA dan SEMA IAIN Pontianak Mundur, Suarakan Kekecewaan

Sejumlah Pengurus DEMA dan SEMA IAIN Pontianak Mundur, Suarakan Kekecewaan

Pontianak, 13 Oktober 2025 wartaiainpontianak.com — Sebanyak sebelas pengurus Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA-I) dan Senat Mahasiswa (SEMA-I) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) mengundurkan dari struktur kepengurusan periode 2025–2026.

Keputusan ini disebut sebagai bentuk kekecewaan terhadap pola kepemimpinan yang dianggap tidak mencerminkan semangat kolektivitas dan kebersamaan.

“Adanya kekecewaan dari kawan-kawan pengurus DEMA-I, mereka mengusung visi ‘IAIN milik bersama’, sedangkan kami di DEMA tidak merasakan dirangkul,” ungkap ‘HRF’ yang mengundurkan diri, dalam keterangannya, Senin (13/10).

Menurut keterangan para pengurus yang mundur, keputusan tersebut diambil setelah melalui proses pertimbangan panjang. Mereka menilai bahwa semangat kolektivitas dan kerja sama yang menjadi ruh organisasi mahasiswa belum sepenuhnya dijalankan oleh kepemimpinan DEMA-I saat ini.

Adapun pengurus DEMA-I yang telah resmi menyatakan mundur di antaranya; Amila (Sekretaris Umum), Fahrurrosi (Wakil Menteri Luar Negeri), Hany Rahmatul Fitri (Departemen Bidang Dalam Negeri), Chika Mustika (Departemen Bidang Luar Negeri), Nur Hasanah dan Mastuki (Departemen Bidang Komunikasi dan Informasi), Nopal (Departemen Bidang Pemberdayaan Perempuan), Indah Aulia (Departemen Bidang Keagamaan), serta Imam Hanafi (Departemen Bidang Kesenian dan Olahraga).

Sementara dari SEMA-I, dua nama turut mengundurkan diri, yakni Kevin (Komisi III) dan R.A Ameliatuz Zahra (Komisi II).

Hingga berita ini diterbitkan, pihak DEMA-I IAIN Pontianak belum memberikan tanggapan resmi terkait pengunduran diri sejumlah pengurus tersebut.

Salah satu mahasiswa IAIN Pontianak yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, lembaga mahasiswa seharusnya menjadi wadah inklusif yang menyatukan berbagai pandangan dan latar belakang.

“Semestinya lembaga mahasiswa menjadi ruang terbuka bagi semua, bukan justru menimbulkan rasa tidak memiliki di antara pengurusnya,” ujarnya.

Dengan pengunduran diri massal ini, struktur kepengurusan DEMA-I dan SEMA-I periode 2025–2026 dipastikan akan mengalami kekosongan di sejumlah posisi strategis. Kondisi tersebut kini menunggu langkah resmi dari pimpinan DEMA-I untuk menentukan pengganti serta arah perbaikan organisasi ke depan.

Penulis: Aghisna

Editor: penerbitan

Loading

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *