Home / Berita / Tantangan Pemilihan Raya Mahasiswa FEBI: Keterlambatan dan Minimnya Partisipasi Mahasiswa

Tantangan Pemilihan Raya Mahasiswa FEBI: Keterlambatan dan Minimnya Partisipasi Mahasiswa

Sumber Foto : Jurnalis LPM Warta

 

Komisi Pemilihan Raya Mahasiswa (KPRM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) menyelenggarakan Pemilihan Raya Mahasiswa (PEMIRAMA) FEBI tepatnya di parkiran gedung FEBI pada senin 25 Maret 2024.

Pencoblosan untuk calon Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) FEBI dilakukan oleh seluruh mahasiswa FEBI yang dibagi menjadi 4 Tempat Pemungutan Suara (TPS) sesuai dengan Program Studi (Prodi) yang terdapat di FEBI yakni TPS 1 Akuntansi Syariah, TPS 2 Manajemen Bisnis Syariah, TPS 3 Ekonomi Syariah, TPS 4 Perbankan Syariah.

Ketua KPRM FEBI, Delsa mengatakan bahwa partisipan dari kegiatan pencoblosan hanya sebanyak 60% dari mahasiswa FEBI. Selain itu, juga banyak mahasiswa yang tidak mengikuti pencoblosan karena kurangnya kepedulian terhadap politik kampus.

“Banyak yang tidak memilih karena sekarang kan bulan puasa jadi kuliah itu banyak yang online, jadi mereka malas untuk datang ke kampus, jadi yang mencoblos sekitaran 60% saja. Terus ada juga mahasiswa yang tidak peduli dengan politik-politik kampus, jadi mereka memilih untuk tidak mencoblos,” Ungkap Delsa.

Delsa juga mengatakan bahwa para saksi dari setiap Pasangan Calon (PASLON) terlambat hadir, hingga membuat pencoblosan ini diundur dari jadwal yang sudah ditetapkan.

“Jam 10 itu sudah persiapan tapi saksi dari PASLON 01 dan 02 itu belum datang dan masih di perjalanan,” Ucap Delsa.

Calon Ketua DEMA FEBI nomor urut 02, Dimas Reskiyanto mengatakan bahwa keterlambatan saksi terjadi karena atas kesalahan KPRM dalam memberikan informasi. Informasi disosialisasikan beberapa jam sebelum pemilihan, yang pada awalnya diperuntukan 1 TPS saja, lalu berubah menjadi 4 TPS.

“Sebenarnya informasi mengenai saksi di informasikan H-2 hari pelaksanaan, tetapi baru di infokan tadi malam bahwa TPS itu ada 4, sedangkan pada saat audiensi Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang kami terima hanya 1 bukan per-prodi, namun tadi malam DPT yang baru di berikan ke kami dan menyatakan bahwa DPT per prodi. Sehingga kesalahan ini pure dari pihak KPRM,” Tutup Dimas.

 

Penulis : Rollinny

Penyunting : Tim Redaksi

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *