Senin, Juni 24, 2024
BerandaBeritaTolak RUU Penyiaran Koalisi Jurnalis Kalimantan Barat Bergerak Dan Bersuara

Tolak RUU Penyiaran Koalisi Jurnalis Kalimantan Barat Bergerak Dan Bersuara

Sumber Foto : Jurnalis LPM Warta

 

wartaiainpontianak.com- Senin, 27 Mei 2024 Seruan Aksi yang dilakukan oleh para Masyarakat Sipil dan Aliansi Jurnalis Kalimantan Barat turun ke jalan dengan aksi penolakan Rancangan Undang-Undang (RUU) Penyiaran Tahun 2024.

Taman Digulis, Universitas Tanjung Pura (UNTAN) Pontianak, menjadi lokasi para Masyarakat Sipil dan Aliansi Jurnalis Kalbar menyampaikan penolakan RUU.

Pada seruan aksi kali ini, Salah satunya Hamdan selaku Ketua AJI (Aliansi Jurnalis Independen) Pontianak menyatakan bahwa hari ini DPR begitu maraton membahas dan kabarnya ini dibulan September, RUU ini akan disahkan. Sekarang proses RUU ini sudah dalam proses amunisi pada legislasi dengan begitu cepat sementara banyak hal hak urgent luput dari konsentrasi perwakilan dari di DPR RI.

“Setidaknya ini momentum gerakan pasif antara teman teman mahasiswa Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) dikampus terhadap jurnalis yang ada di Kalimantan Barat turut serta menyuarakan penolakan terhadap pengesahan RUU Penyiaran yang ada dibahas di DPR RI. Nah, momentum hari ini bagian dari gerakan – gerakan kecil yang akan kami lakukan terus menerus sebagai upaya untuk menegakkan demokrasi tetap berdiri di Indonesia khususnya di Kalimantan Barat,” Ungkap Hamdan.

Herman Hofi selaku pegiat hukum menegaskan bahwa untuk menghentikannya, masyarakat harus bekerja sama. Sebagai wakil rakyat, anggota DPR harus menghormati suara rakyat. Ia juga berharap anggota legislatif dari Kalimantan Barat, yang tidak memiliki anggota DPR RI, juga memberikan suara mereka untuk menolak rencana revisi ini di Senayan. Revisi ini sangat berbahaya dan merupakan jenis regresi demokrasi. Jika Undang-Undang Pers dibungkam oleh pihak tertentu, berbagai masalah di republik ini akan semakin parah.

“Republik ini harus bergerak bersama sama untuk bisa supaya rencana revisi undang-undang penyiaran ini dihentikan distopkan. Nah kita berat juga beranggota DPR sebagai wakik rakyat, sebagai corong rakyat. Suara rakyat harus bisa didengar oleh mereka. Di Kalimantan Barat tidak punya anggota DPR RI kita, kita berharap mereka juga bersuara di Senayan sana untuk menolak rencana revisi udang undang Pers ini. Ini sangat berbahaya sekali saya katakan sekali lagi bahwa ini suatu bentuk kemunduran demokrasi kita,” Ujar Herman.

Beliau juga menambahkan bahwa masalah – masalah di Indonesia akan makin parah dengan pengesahan RUU. Ia kecewa dengan bungkamnya Dewan Pers dan berharap dengan seluruh stakeholder yang ikut andil selain para wartawan, mahasiswa dan masyarakat harus ikut. Menganggap terlaksananya demokrasi hanya omong kosong belaka dengan pengesahan Undang – Undang tersebut, isu ini dianggap sebagai kecelakaan sejarah terbesar di Indonesia.

“Bisa saya pastikan berbagai macam persoalan Republik ini akan semakin parah ketika Undang – Undang Pers ini terbungkam seperti yang sedang direncanakan oleh pihak – pihak tertentu. Dan sekali lagi kita berharap seluruh stakeholder yang ada bukan hanya para wartawan tapi masyarakat mahasiswa. Ayo bersama – sama bergerak untuk menolak adanya rencana revisi terhadap Undang-undang Pers ini. Dan sangat menyedihkan sekali kenapa Dewan Pers sendiri diam, Dewan Pers sendiri bungkam. Kita khawatir bahwa ini justru akan digunakan untung kepentingan – kepentingan tertentu oleh pihak – pihak tertentu mencari keuntungan dalam rancangan untuk merevisi undang undang Pers ini. Jika begitu, saya berharap para kawan -kawan wartawan dan terus kita bergerak terus supaya undang undang pers ini dibatalkan ini merupakan bentuk kecelakaan sejarah di republik ini. Jadi omong kosong demokrasi bisa terlaksana kalau undang undang pers ini seperti yang kita saksikan sekarang ini. Omong kosong demokrasi kita bisa terlaksana dengan baik kalau revisi undang undang pers ini dilaksanakan jadi ini merupakan sebuah kecelakaan sejarah yang luar biasa di Republik kita,” Tutup Herman.

Penulis : Eka dan Adley

Penyunting : Aal

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments