Home / Warta Utama / Dari Bangku Perkuliahan ke Panggung Ekspresi : Sepekan Teater PGMI

Dari Bangku Perkuliahan ke Panggung Ekspresi : Sepekan Teater PGMI

Selama sepekan, ruang kelas beralih fungsi menjadi panggung ekspresi. Membuka ajang unjuk kreativitas para mahasiswa semester 5 Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI). Melalui sepekan teater PGMI yang digelar dari tanggal 23 hingga 26 dan bertempatkan di Aula Abdul Rani Institut Agama Islam Negeri (IAIN) ini para mahasiswa mengekspresikan hasil proses belajar dalam bentuk pementasan. Kegiatan ini juga menjadi ajang pengambilan nilai Ujian Akhir Semester (UAS) mata kuliah teater.

Teater ini melibatkan mahasiswa dari 4 kelas yang ada di Program Studi (PRODI) PGMI. Lebih jelasnya, masing-masing kelas membawakan garapan naskah yang berbeda setiap malamnya. Pada malam pertama, kelas 5A membawakan naskah garapan karya Putu Wijaya dengan judul “HAH”, pementasan berlanjut pada malam kedua dengan judul  “Kucing-Kucing” yang dibawakan oleh mahasiswi kelas 5C.

Acara ini merupakan rangkaian dari kegiatan sebelumnya berupa pertunjukan mini, hal tersebut diungkapkan oleh Andi M Ismail yang akrab disapa Mael selaku sutradara pementasan teater ini.

“Jadi pada dasarnya ini sebenarnya 4 kelas, terdapat rangkaian sebelumnya kita buat nah rangkaian sebelumnya itu seperti pertunjukan mini tapi sesi latihan kita buat, jadi karena mumpung akhirnya 4 hari ini kita sudah diskusi sama pak Ranang dosen pengampu juga, jadi kita buat sepekan teater saja, jadi kita generalkan jadilah sepekan teater PGMI,” ujar Mael saat diwawancara pada Sabtu (24/01/2026).

Terhitung selama 4 bulan lamanya untuk membentuk praktek, karakter, vokal dan persiapan yang dibutuhkan, terlebih para mahasiswa membutuhkan treatment khusus dikarenakan berangkat dari mahasiswa yang bukan dari penggiat teater.

Dalam jangka waktu tersebut, elemen-elemen dasar teater diberikan selama waktu pelatihan guna meningkatkan kemampuan mahasiswa. Selang waktu berjalan hingga hari pementasan tiba, proses panjang itu pun berbuah apresiasi. Mael sendiri memberikan kesan pribadi kepada para pemain yang sudah berusaha semaksimal mungkin.

“Kesan saya secara pribadi, saya sangat apresiasi semangat kawan-kawan yang tetap setia di mata kuliah ini dan masih tetap semangat untuk sampai tuntaskan apa yang udah harus diakhiri,” tutur Mael.

Mael juga berpesan agar mata kuliah ini bisa berkembang dan menggelar acara dalam lingkup lebih besar dengan jangka waktu yang lebih lama.

Di balik apresiasi pelatih, para pemeran pun menyimpan kesan tersendiri. Salah satu pemain, Rizka Eki mengatakan selama berlatih tidak lepas dari rasa lelah, namun segala juang akan terbayar oleh penampilan yang sukses.

“Kesannya selama latihan teater dan proses tampil drama yang paling terasa pasti capeknya, terus latihannya panjang kalau ada mengulang adegan itu bisa berkali-kali harus atur emosi, suara dan gerak. Capek fisik dan mental pastinya, tapi rasa capek itu pasti pelan-pelan hilang ketika mau tampil,” ucapnya.

Rizka juga mengungkapkan setelah melihat hasil pementasan di Panggung serta mendapatkan tepuk tangan meriah menghasilkan rasa puas dari usaha yang sudah dikerahkan.

Ia juga berpesan agar latihan teater ini tetap dijalankan dengan semangat dan kompak, tak lupa ia mengingatkan kepada para pemain untuk tetap bertanggung jawab.

“Tetap semangat dan kompak, jangan takut capek jangan takut salah karena dari proses itulah kita belajar disiplin, kerja sama dan percaya diri. Semoga juga pengalaman ini jadi kenang-kenangan yang berharga dan untuk terus berkarya lebih baik kedepannya,” tutup Rizka.

 

Penulis : Olivia Salsabilla

 

Loading

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *