www.wartaiainpontianak.com – Dalam rangka mendukung Jurnalis Foto, Erasmus Huis mengelar pameran foto “World Press Photo” dengan mengangkat berbagai isu global di Port 99 Pontianak pada Kamis (02/10/2025)
Pertama kalinya pameran fotografi jurnalistik tingkat internasional ini di gelar di Pontianak dengan memamerkan hasil foto jurnalistik dari berbagai dunia.
Berbagai karya foto yang dipamerkan mengangkat isu-isu global seperti perjuangan migrasi, perubahan iklim, konflik antarnegara, protes, satwa, olahraga, hingga kehidupan keluarga. Pameran ini diharapkan dapat meningkatkan rasa welas asih dan empati, sekaligus menyoroti kebebasan pers melalui literasi visual.
Nicolaas de reght selaku Kepala Kebudayaan dan Komunikasi dan Direktur Erasmus Huis mendukung peran para Jurnalis Foto dalam dalam menghadirkan isu-isu global.
“Saya pikir pertama-tama yang paling penting tentu saja kita bisa menghormati dan juga menghargai pekerjaan jurnalis foto karena pekerjaan untuk jurnalis tidak terlalu mudah di dunia ini, itu sangat menantang tidak hanya di Indonesia tetapi juga di luar” Ungkapnya.
Selain itu beliau juga menambahkan bahwa karya fotografi jurnalistik mampu membuat ruang diskusi terkait isu global.
“Kemudian menunjukkan karya tersebut, yang sebenarnya merupakan momen dalam waktu di suatu negara dan terkadang sulit untuk membicarakan hal-hal yang sulit, tetapi melalui foto, seperti sebagai bagian percakapan,Anda dapat berbagi ide, Anda dapat membicarakannya, Anda dapat setuju atau tidak setuju, tetapi itu memberi kesan dari sisi lain dunia apa yang sedang terjadi, terkadang orang bahkan mengenalinya, dan beberapa orang mendiskusikannya, dan beberapa orang meninggalkannya” Tambahnya.
Pameran World Press Photo ini berlangsung dari 3 Oktober hingga 1 November 2025 di lantai 1 dan 2 Port 99, Jalan Komodor Yos Sudarso, Pontianak.
Leo Prima Pewarta Foto Indonesia asal Pontianak mengatakan bahwa momen ini adalah kesempatan berharga untuk menyaksikan karya World Press Photo secara langsung.
“Terimakasih teman teman kehadirannya dimana kita bisa punya kesempatan menyaksiakan karya-karya foto dari world press photo yang selama ini mungkin kita lihat dari layar ponsel kita tapi hari ini bisa melihat dari dekat bagaimana sejarah- sejarah itu di rekam” Tutupnya
Penulis: Dede
Editor: Aghisna
![]()






