www.wartaiainpontianak — Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak menginisiasi gerakan kolaborasi bersama Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan Unit Kegiatan Khusus (UKK) melalui aksi “Cinta Udara, Cinta Sesama” sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi kabut asap yang kembali melanda sejumlah wilayah, Pontianak, 27 Agustus 2026
Dalam kegiatan ini, mahasiswa bersama sivitas akademika mengajak masyarakat untuk lebih memperhatikan kesehatan, salah satunya dengan menggunakan masker ketika berada di luar ruangan. Sejumlah masker juga dibagikan sebagai bagian dari aksi sosial tersebut.
Kepala Bagian Umum dan Layanan Akademik IAIN Pontianak, Muhammad Syahrun mengatakan kegiatan ini berawal dari gagasan untuk membangun kerja sama antara pihak kampus dan mahasiswa. Menurutnya, kabut asap menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian karena hampir setiap tahun kondisi serupa kembali terjadi.
“Kebetulan ini ada aksi sosial yang di depan mata kita yang memang kita juga perlu perhatian. Setiap tahun ada saja agenda asap ini,” kata Syahrun.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kolaborasi yang melibatkan UKM-UKK, sivitas akademika, serta beberapa pihak lainnya. Dukungan berupa masker juga diberikan untuk membantu pelaksanaan kegiatan.
“Selama ini rasanya kita belum pernah melakukan aksi ini. Nah, kita awali kolaborasi dengan adik-adik UKM-UKK dan sivitas akademik, beberapa stakeholder juga kita ajak,” ujarnya.
Bagi Syahrun, kegiatan ini bukan hanya tentang pembagian masker atau menghadapi kabut asap. Ia berharap kerja sama antara mahasiswa dan pihak akademik dapat terus berlanjut dalam kegiatan lain, termasuk pengembangan sumber daya manusia dan organisasi mahasiswa.
“Kita akan terus membuat kolaborasi-kolaborasi. Tidak hanya soal asap, soal pengembangan SDM, soal pengembangan organisasi, sehingga kita sama-sama maju ke depan,” tuturnya.
Gagasan kolaborasi tersebut mendapat respons positif dari mahasiswa. Sejumlah UKM yang telah diajak untuk terlibat menyambut baik kegiatan tersebut dan berharap kerja sama antara mahasiswa dengan pihak akademik dapat dilanjutkan.
“Alhamdulillah, mereka menyambut baik dan berharap ini juga kita teruskan bersama-sama,” ujar Syahrun.
Dalam gerakan ini, masyarakat juga diingatkan untuk melakukan beberapa langkah sederhana ketika kondisi udara memburuk, seperti memakai masker, mencukupi kebutuhan air putih, mengurangi aktivitas di luar ruangan, serta ikut menjaga kualitas udara di lingkungan sekitar.
Penulis : Uswatun
Penyunting : Tim Penerbitan
![]()






