Pagi itu, Kamis, 02 April 20206, suasana Qubu Resort terasa berbeda. Sejak pukul 07.00 WIB, ratusan mahasiswa datang dengan wajah bahagia. Mereka memakai toga hitam, berjalan bersama keluarga yang ikut merasakan bangga dan haru.
Hari ini sebanyak 590 mahasiswa mengikuti wisuda ke-22 IAIN (Institut Agama Islam negeri) Pontianak. Terdiri dari 26 lulusan magister dan 564 lulusan sarjana dari berbagai fakultas. Di balik jumlah itu, masing-masing punya cerita perjuangan yang berbeda.
Rektor IAIN Pontianak, Syarif dalam sambutannya menyampaikan pesan penting kepada para lulusan.
Menurutnya, ilmu saja tidak cukup. Harus dibarengi dengan integritas.
“Integritas itu adalah buah keimanan. Orang berilmu harus punya integritas, dan itu terlihat ketika ia mampu memberikan kontribusi positif pada masyarakat,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar para lulusan tidak meremehkan tanggung jawab sekecil apa pun.
“Setitik debu, seringan, sebesar dan seberat apa pun tugasmu, jangan pernah remehkan,” pesannya.
Setelah kata sambutan prosesi inti dilanjutkan dengan pemanggilan nama wisudawan secara bergantian. Satu per satu nama wisudawan dipanggil. Mereka maju ke depan dengan perasaan campur aduk, senang, haru, dan bangga.
Suasana sempat berubah lebih hangat ketika mahasiswa menampilkan lagu karya Raim Laode dan lagu Zapin Melayu. Tepuk tangan terdengar dari berbagai sudut ruangan, membuat suasana menjadi lebih hidup.
Di antara ratusan wisudawan, Rivany Ananda menarik perhatian.
Ia menyelesaikan tugas akhirnya dengan cara yang berbeda, yaitu melalui jalur non-skripsi dengan menerbitkan artikel di jurnal terakreditasi Sinta 2.
“Kebebasan berpikir dan berkarya yang didasari prinsip logos, etos, dan patos membuat saya termotivasi menyelesaikan tugas akhir ini,” katanya.
Ia juga mengatakan bahwa keberhasilannya bukan hanya milik pribadi.
“Ini bukan hanya milik saya, tapi juga milik Fakultas Syariah IAIN Pontianak,” tambahnya.
Wisuda kali ini mengangkat tema “Ilmu, Integritas, dan Kepemimpinan” dengan subtema “Kontribusi Lulusan untuk Masa Depan Bangsa”. Tema ini mengingatkan bahwa lulusan tidak hanya membawa gelar, tetapi juga tanggung jawab untuk berkontribusi di masyarakat.
Di akhir acara, suasana penuh kebahagiaan. Banyak yang berfoto, saling memberi selamat, dan berpelukan dengan keluarga.
Hari itu, wisuda memang selesai.
Tapi bagi para lulusan, perjalanan sebenarnya baru saja dimulai.
Penulis : Sasa
Penyunting : Olive
![]()





