SERTIFIKASI UNTUK MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN

0
48

wartaiainpontianak.com Mutu pendidikan dicerminkan oleh kompetensi lulusan yang dipengaruhi oleh kualitas proses dan isi pendidikan. Pencapaian kompetensi lulusan yang memenuhi standar harus didukung oleh isi dan proses pendidikan yang juga memenuhi standar. Perwujudan proses Pendidikan yang berkualitas dipengaruhi oleh kinerja pendidik dan tenaga kependidikan, kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana, kualitas pengelolaan, ketersediaan dana, dan sistem penilaian yang valid, obyektif dan tegas. Oleh karena itu perwujudan pendidikan nasional yang bermutu harus didukung oleh isi dan proses pendidikan yang memenuhi standar, pendidik dan tenaga kependidikan yang memenuhi standar kualifikasi akademik dan kompetensi agar berkinerja optimal, serta sarana dan prasarana, pengelolaan, dan pembiayaan yang memenuhi standar. Jika kita mencermati UU RI Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, jelas bahwa undang-undang tersebut berintikan peningkatan kesejateraan guru yang ditandai oleh adanya tunjangan khusus, tunjangan fungsional dan tunjangan profesi pendidik. Namun harus disadari bahwa peningkatan kesejahteraan guru yang diamanatkan undang-undamg ini bukan merupakan tujuan, tetapi lebih sebagai instrumen untuk meningkatkan kinerja guru agar berdampak terhadap peningkatan mutu Pendidikan nasional. Peningkatan kesejahteraan bagi guru yang telah memenuhi standar kualifikasi akademik dan kompetensi akan berfungsi meningkatkan kinerja, tetapi peningkatan kesejahteraan bagi guru yang kualifikasi akademik dan kompetensinya belum memenuhi standar sulit diharapkan untuk berdampak terhadap peningkatan kinerja sesuai yang diharapkan. Oleh karena itu khusus untuk tunjangan profesi pendidik hanya akan diterima oleh guru profesional yang ditandai dengan kepemilikan sertifikat profesi guru melalui program sertifikasi.

Apakah Sertifikasi Menjamin Peningkatan Kualitas Guru? Sertifikasi merupakan sarana atau instrumen untuk mencapai suatu tujuan, bukan tujuan itu sendiri. Perlu ada kesadaran dan pemahaman dari semua fihak bahwa sertifikasi adalah sarana untuk menuju kualitas. Kesadaran dan pemahaman ini akan melahirkan aktivitas yang benar, bahwa apapun yang dilakukan adalah untuk mencapai kualitas.

Pelaksanaan sertifikasi guru merupakan komitmen pemerintah, dalam hal ini Departemen Pendidikan Nasional, untuk mengimplementasikan amanat Undang-undang Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Keberhasilan pelaksanaan sertifikasi dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan secara nasional, juga menjadi harapan nyata bagi pembangunan pendidikan, dan pembangunan guru yang professional menuju pembangunan “Insan Indonesia Cerdas dan Kompetitif”. Program sertifikasi guru bertujuan untuk meningkatkan kualitas tenaga pendidik dan kesejahteraannya yang berujung pada peningkatan kualitas pendidikan secara berkelanjutan. Keberhasilan pelaksanaan sertifikasi guru sangat bergantung pada pemahaman, kesadaran, keterlibatan dan upaya sungguh-sungguh dari segenap unsur pelaksana program. Program pelaksanaan sertifikasi telah dimulai sejak tahun 2007 yaitu pemberian sertifikat dengan uji kompetensi melalui portofolio. Program ini menimbulkan polemik dan dirasakan kurang bermanfaat untuk meningkatkan profesionalisme guru karena guru tidak mendapat tambahan pengetahuan dan keterampilan baru, Program sertifikasi berikutnya dilakukan melalui program Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG). Pada program ini peserta yang merupakan guru dalam jabatan diberikan pelatihan selama 100 jam dalam 10 hari Pada akhir PLPG dilaksanakan uji kompetensi. Program ini dirasakan lebih bermanfaat dibandingkan dengan sertifikasi melalui portofolio Program sertifikasi berikutnya dilakukan melalui program Pendidikan Profesi Guru (PPG). PPG bersifat lebih terbuka karena ditujukan bagi sarjana kependidikan maupun non kependidikan yang ingin menjadi guru, Program ini berlangsung selama dua semester atau satu tahun. Pada semester pertama peserta mengikuti perkuliah dan pada semester dua peserta diharuskan untuk praktek mengajar pada sekolah-sekolah yang menjadi mitra.

Penulis: Annisa Surya Andieni

Editor: Tim Redaksi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here