Daerah Segedong Masih Banjir, Warga Butuh Bantuan Segera!

0
227
Sumber foto : dokumen pribadi Kamboja

Wartaiainpontianak.com – Pada Kamis (15/07) sore sekitar pukul 17.30 WIB terjadi hujan lebat melanda sejumlah wilayah di Kalbar, termasuk juga di Kecamatan Segedong, Kabupaten Mempawah. Akibat dari hujan lebat yang cukup lama tersebut, air mulai masuk ke dalam rumah-rumah warga. Kesaksian sejumlah warga Kecamatan Segedong menyatakan semua desa terkena banjir. Ketinggian air diperkirakan mencapai dada orang dewasa. (16/07)

Berdasarkan kesaksian dari Kamboja (nama samaran), yang rumahnya berlokasi di Parit Lurah, Desa Peniti Besar, Kecamatan Segedong mengungkapkan bahwa untuk saat ini hampir seluruh rumah warga sudah terendam air. Di Parit Lurah terdiri dari 5 RT, Kamboja tinggal di RT 2. Dari 17 rumah penduduk di RT 2, sekitar 13 rumah sudah terendam air dan hanya 4 rumah yang belum terendam air. Mirisnya lagi, di RT 2 hanya ada 3 rumah yang memiliki 2 lantai sehingga penduduk lain menumpang dengan tetangga yang memiliki lantai 2. “Tinggi air (di rumah saya) sudah di atas mata kaki. Ketika hendak menuju ke jalan, tinggi air mencapai sepaha orang dewasa,” tutur Kamboja.

Kamboja juga mengungkapkan kondisi pangan di sana. “Saat ini, kami makan makanan apa adanya yang ada di rumah. Jika ada pisang maka kami merebus pisang tersebut atau menggorengnya. Makanan pokok seperti beras insya Allah masih aman. Kebetulan di sebelah rumah ada warung, beberapa warga berbelanja di sana, seperti mie, telur, gula, dsb. Hanya saja barang-barang yang dijual di warung tersebut semakin menipis,” tambah Kamboja.

Selain pangan, kebutuhan sandang warga masih aman, hanya saja beberapa pakaian yang basah sulit untuk mendapatkan tempat menjemur. Kesulitan utama yang dirasakan warga adalah saat hendak ke WC. “Kami sangat kesulitan sekali karna air di kloset sudah mulai mengapung. Jika hendak BAB, maka kami harus masuk ke dalam kebun,” ucap Kamboja.

Mengenai akses jalan, Desa Parit Lurah RT 2 tersebut untungnya masih memiliki akses jalan darat. Hanya saja beberapa ruas jalan ada yang tergenang air dikarenakan jalannya tidak rata. Kendaraan roda dua sepertinya akan sulit untuk masuk, terkecuali motor yang tinggi baru bisa masuk. Maka dari itu, Kamboja mengharapkan bahwa bantuan pengevakuasian sepertinya perlu. “Soalnya ada salah satu warga yaitu nenek tua yang rumahnya sudah kebanjiran. Nenek itu mengungsi di rumah iparnya, dan ternyata kini rumah iparnya pun juga kebanjiran. Untuk kondisi tidurnya, saya kurang tahu. Oh iya, ada satu keluarga ibu dengan 2 anak yang rumahnya sudah terendam air hingga betis orang dewasa. Ia mengungsi di salah satu rumah warga yang berlantai 2,” jelas Kamboja.

Terakhir, Kamboja sangat berharap bantuan segera datang. “Tentunya bahan pokok kami sangat membutuhkan sekali. Karna di sini hanya ada 2 warung, itu pun sudah tidak lengkap. Berbelanja ke pasar sepertinya tidak memungkinkan, karna motor darat kesulitan untuk lewat. Jika pun dipaksakan pasti akan mogok soalnya air masuk. Yang saya dengar, di beberapa tempat sudah mulai ada bantuan, baik itu pengevakuasian atau pun bantuan bahan pokok. Untuk di lokasi tempat saya berada belum ada bantuan sama sekali,” tutup Kamboja.

Reporter : Feby Kartikasari
Editor : Mei Hani Anjani

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here