Sejumlah Mahasiswa FEBI Tidak Bisa Berkuliah Padahal Sudah Bayar Uang Daful

0
999
Foto : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI)

Wartaiainpontianak.com — Selasa, (27/04/2021) perkuliahan di IAIN Pontianak sudah berjalan kurang lebih selama satu bulan, namun ternyata di Fakultas Ekonomi Bisnis Islam (FEBI), ada sejumlah mahasiswa sekitar 40an yang sampai saat ini tidak bisa mengikuti perkuliahan sebagaimana mestinya.

Dari penjelasan perwakilan salah satu mahasiswa yang hingga sampai saat ini belum mendapatkan bimbingan atau perkuliahan dari pihak kampus atau penyelenggara pendidikan di IAIN Pontianak, dijelaskan oleh mahasiswa ini, bahwa ada beberapa kewajiban yang harus dilakukan sebelum mendapatkan perkuliahan. Yaitu membayar daftar ulang.

Dalam artian, mahasiswa wajib membayar iuran atau uang daftar ulang di setiap semester. Dan ternyata sejumlah mahasiswa ini telah membayar dan melunasi uang daftar ulang tersebut, dan seharusnya sudah berhak mendapatkan perkuliahan.

Namun hingga saat ini, sejumlah mahasiswa tersebut belum saja mendapatkan hak berkuliah. Bahkan sudah kurang lebih hampir satu bulan ini tidak mendapat hak berkuliah tersebut. Sebagaimana yang telah dijelaskan pada Pasal 109 dan PP. No. 60 Tahun 1999 “tentang hak mahasiswa mendapatkan perkuliahan.”

Ternyata setelah digali informasi, sejumlah mahasiswa ini ada yang belum mengisi Kartu Rencana Studi (KRS) dan ada yang sudah mengisi KRS namun belum di acc oleh dosen yang bersangkutan, karena waktu untuk mengisi atau meng-acc KRS telah selesai.

Dalam hal ini pihak mahasiswa sudah membuat permohonan kepada yang bersangkutan yaitu pihak Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Pontianak kepada Pimpinan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Pontianak, untuk mediasi dan memohon perpanjangan pengisian KRS, melalui DEMA FEBI, dan mendapat jawaban “tidak ada perpanjangan lagi”.

Hingga waktu telah bergulir kurang lebih satu bulan, dan mahasiswa yang bersangkutkan hingga hari ini tidak bisa mengikuti perkuliahan sebagaimana semestinya.

Salah satu dari mahasiswa ini mengungkapkan, “Ia menyayangkan tindakan semacam ini, dimana aturan dibuat bukan untuk mendidik Mahasiswa menjadi salah satu pelajar yang menekuni pembelajarannya, namun malah mengambil haknya untuk mendapat perkuliahan dan terlihat mempersulit sistem perkuliahan, terlebih lagi ada yang semester akhir, bagaimana mau cepat selesai kalo keadaannya seperti ini, dipersulit?”. ungkapnya.

Karena dalam kasus ini, keterlambatan pengisian KRS atau peng-acc-an bukan saja datang dari kesalahan mahasiswa ini, karena sistem pengisian KRS online, jadi bergantung kepada jaringan dan koneksi internet yang ada.

Sejumlah mahasiswa yang belum mengisi KRS mengungkapkan, bahwa saat tanggal yang ditentukan, mereka sudah mengisi dan mencentang matakuliah yang disediakan, namun ternyata setelah dicek kembali di tanggal yang berikutnya, ternyata sistem belum menerima atau bermasalah, namun tanggal pengisian sudah ditutup.

Dan yang belum di acc ternyata ditolak di hari terakhir mereka menyerahkan berkas, dengan alasan pelayanan sudah tutup.
Dan ternyata lagi, mahasiswa yang bermasalah ini, rata-rata berasal dari pelosok Daerah atau perkampungan.

Ada satu hal yang paling dan sangat disayangkan sekali dalam hal ini, bagi mahasiswa yang sudah membayar uang iuran atau daftar ulang namun belum dapat bisa melanjutkan perkuliahan bagaimana tindak lanjutnya.

Seharusnya dari pihak akademik FEBI bisa mengatasi masalah ini dengan cepat dikarenakan bahwa sejumlah mahasiswa ini sudah membayar uang daftar ulang semester dan memberi tambahan waktu untuk mengisi dan meng-acc KRS Mahasiswa tersebut.

Citizen Reporter : Muhardiansyah
Editor : Widad Ardina

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here