Adakah Keringanan UKT?

0
321
Sumber ilustrasi : Agus Rianto/LPM WARTA

www.wartaiainpontianak.com — Uang Kuliah Tunggal (UKT) adalah sistem pembayaran perkuliahan untuk Perguruan Tinggi Negeri. Akhir-akhir ini UKT menjadi buah bibir Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak dikarenakan telah beredarnya surat keterangan (SK) yang telah di keluarkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia (KEMENAG) dengan Nomor 81 Tahun 2021 Tentang Keringanan Uang Kuliah Tunggal Atas Dampak Pandemi Wabah Covid -19.

Surat tersebut membuat Mahasiswa IAIN Pontianak merasa keberatan, karena tidak sesuai harapan yang diinginkan mahasiswa. Dalam SK tersebut menjelaskan bahwa mahasiswa yang mendapatkan pengurangan UKT itu harus memiliki syarat. Isi SK tersebut bagi orang tua yang meninggal karna covid-19 dapat potongan 100%. Kedua, bagi orang tua yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) dilakukan dengan pengurangan UKT maksimal 15%. Ketiga, bagi orang tua yang mengalami penurunan pendapatan maksimal 10%, dan Penentuan mahasiswa yang mendapat Keringanan UKT dilakukan dengan verifikasi dan validasi data oleh Fakultas di Lingkungan Institut Agama lslam Negeri (lAlN) Pontianak.

Dengan adanya pernyataan tersebut membuat mahasiswa ingin menyuarakan hal tersebut. Salah satunya adalah mahasiswi IAIN Pontianak menyatakan bahwa heran dengan pengurusannya pengurangan UKT tersebut.

Wulan mengatakan bahwa Kuliah tidak teratur, dosen tidak mau masuk tanpa adanya SK, Kuota hanya omong kosong dan UKT pun harus masih di pilih – pilih oleh Pihak Kampus. “Saya heran dengan pengurusnya tu gimana, kuliah tidak teratur dan dosen ada yang tidak masuk menunggukan SK tidak keluar – keluar, terus materi yang disampaikan pun hanya beberapa yang bisa ditanggapi dengan betul. Janji pemberian kuota gratis cuman omongan, tapi UKT masih ada pakai seleksi. Kalo memang nurunkan tu turunkan semualah jangan pakai pilih – pilih biar pun penurunan cuman 10% tapi setidaknya usahakanlah semuanya yang dapat.” tutur Wulan ketika diwawancarai oleh wartaiainpontianak, pada Selasa (23/02).

Tidak hanya mahasiswa yang mengeluh akan hal itu, Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) IAIN Pontianak juga menyatakan UKT tidak naik persenan yang awalnya 10% tetap menjadi 10%, tapi memang dari kampus cuman 10% untuk orang-orang yang mengalami penurunan dan merasa pihak kampus juga perlu tahu apa yang menjadi keluh kesah Mahasiswa di Kampus yang terkena Dampak Covid – 19 ini. “Dari saya pribadi, sebelumnya ya memang berharap UKT itu naik sebenarnya dari yang 10% hingga 20% itu kalau dari pribadi saya sendiri, tapi memang dari SK rektor cuman 10% dari orang-orang yang mengalami penurunan dari orang tuanya. Saya rasa pihak kampus juga perlu mengetahui apa yang menjadi keluh kesah kawan kawan.” ucap Muhammad Sopiallah selaku Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa IAIN Pontianak, Senin (22/02).

Masih banyak Mahasiswa IAIN Pontianak yang merasa ketidakadilan dalam potongan UKT yang mereka harapkan dan beberapa juga tidak mengerti alur pemilihan UKT. Pada semester ini maka setelah diwawancari Wakil Rektor (Warek) 1 yaitu Dr. Firdaus Achmad, M. Hum. Menjelaskan alur pengajuan berkas untuk Pemotongan UKT. Beliau juga menjelaskan mengapa pada semester ganjil ini, perlunya verifikasi berkas UKT dan harus di pilih pilih dalam pemotongan UKT ini.
“Yang pertama Mahasiswa melakukan pengajuan setelah pengajuan, kami mengecek setelah itu kami melakukan rapat dengan mengundang Warek 2 , Warek 3 dan Kabag. Lalulah kami menentukan yang mana berhak mendapatkan UKT 4, 3 , 2 dan 1. UKT harus di verifikasi karena UKT itu sudah ada regulasinya penentuan ini sesuai dengan KMA No 81 tahun 2021.” Jelas Firdaus ketika ditemui di ruangannya pada hari Selasa, (22/02).

Reporter : Agus, Nufus, Rani Rahmawati, Yashinta
Editor : Widad Ardina

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here