Reborn FTIK: Menghadirkan Semangat Yang Sempat Redup, Kini Kembali Gemilang

0
70

Wartaiainpontianak.com – Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) sebagai fakultas tertua di IAIN Pontianak dengan jumlah mahasiswa/i terbanyak pula. Senin (11/01), Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) FTIK mengadakan kegiatan pembukaan “Reborn FTIK” dengan Reborn sebagai akronim ‘The Real Execution of Education’. Kegiatan pembukaan diaksanakan di Aula Syekh Abdul Rani IAIN Pontianak dan dihadiri oleh Muhammad Ali Fahmi (Presiden Mahasiswa IAIN Pontianak), Dr. Ali Hasmy, M.Si (Dekan FTIK IAIN Pontianak), dan Abdul Mukti Ro’uf, M.A (Wakil Rektor 3 Bidang Kemahasisawaan, Kerja Sama dan Alumni).

Pembukaan ini merupakan langkah awal menuju pemilihan Duta FTIK 2021. Abdurrahman, Ketua DEMA FTIK menyampaikan pesan untuk siapapun yang nantinya terpilih sebagai Duta FTIK. “Pesan saya kepada Duta FTIK terpilih nantinya bisa menjadi ‘brand ambassador’ bagi FTIK maupun IAIN tersendiri. Jadi, segala bentuk FTIK itu bisa dilihat dari Duta FTIK-nya,” pesannya.

Ada sedikit perbedaan dalam pelaksanaan kegitan tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya. Dimulai dari tema yang lebih menarik serta kepengurusan DEMA FTIK dan kepanitiaan Reborn FTIK yang ingin menghadirkan kembali semangat mahasiswa FTIK dalam hal mengembangkan potensi, minat, dan bakat mahasiswanya. Kegiatan ini direspon dengan baik oleh mahasiswa/i FTIK. Jamalludin sebagai Ketua Panitia Reborn FTIK menyampaikan rasa syukurnya atas semagat teman-teman dalam menyemarakkan kegiatan ini. “Alhamdulillah antusias mahasiswa FTIK sangat luar biasa dalam mensukseskan agenda ini, walaupun di tengah pandemi Covid-19 yang sedang kita rasakan bersama saat ini,” kata Jamalludin.

Seperti diketahui bersama, masa sekarang masih dalam tidak stabil karena adanya Covid-19. Maka kepanitiaan memiliki kesulitan dalam pelaksanaan kegiatan ini terutama sulitnya dalam mengumpulkan kawan-kawan panitia. Hal ini disebabkan banyak dari kawan-kawan yang tergabung di kepanitiaan berada di kampung. Kemudian, panitia juga harus membatasi mahasiswa dan tamu undangan yang menghadiri kegiatan agar mematuhi protokol kesehatan guna mencegah penularan Covid-19.

Abdurrahman, sebagai ketua DEMA FTIK menaruh apresiasi terhadap panitia karena mampu menyelenggarakan kegiatan di kala pandemi ini. “Saya sangat mengapresiasi semangat kawan-kawan pengurus DEMA FTIK untuk selalu mengharumkan nama baik FTIK dengan cara mengadakan agenda-agenda terbaik di masa kepengurusan ini. Di sisi lain, saya berharap ke depannya akan muncul banyak sosok-sosok mahasiswa yang berprestasi di kancah nasional maupun internasional agar menjadi mahasiswa yang ada di bagian ‘bonus demografi’,” tutup Abdurrahman.

Jamalludin menganggap bahwa kegiatan ini sangat di luar ekspektasi, yang mana dari kepanitiaan merasa dalam meng-konsep acara ini terlalu sederhana. Akan tetapi, pada H-3 pembukaan agenda ini ada beberapa mahasiswa FTIK yang menawarkan untuk menampilkan hiburan di pembukaan kegiatan. Seperti mahasiswa yang tergabung dari beberapa Program Studi (Prodi) di FTIK menampilkan obade menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Hymne IAIN Pontianak. Adapun tim akustik dari Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), juga Alda, mahasiswa FTIK yang juga menampilkan tari tradisional, sehingga pembukaan Reborn FTIK ini lebih meriah.

Maka dari itu, Jamalludin berharap besar terhadap hasil akhir dari kegiatan ini.
“Harapan saya selaku panitia, semoga dalam kegiatan Reborn FTIK ini yang mana sebagai pembukaan pemilihan Duta FTIK, dapat memberi motivasi kepada mahasiswa FTIK tentang pentingnya mengembangkan potensi diri dimulai dari saat ini agar dapat menjadi guru yang berkompeten, serta semoga Duta FTIK yang nantinya terpilih dapat menjadi icon dan contoh yang baik untuk mahasiswa FTIK lainnya,” tutup Jamalludin.

Reporter : Feby Kartikasari
Editor : Mei Hani Anjani

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here