Jelang PEMIRAMA, Ini Harapan Muhardiansyah Kepada Calon Presma Terpilih

0
158

wartaiainpontianak.com – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak kembali mengadakan Pemilihan Raya Mahasiswa untuk memilih Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA)—Presiden Mahasiswa (Presma) selanjutnya. Muhardiansyah, salah satu mahasiswa Perbankan Syariah semester 7, sekaligus Mantan Pengurus HMPS Perbankan Syariah 2018/2019, serta Mantan Ketua Komisaris DPK GMNI IAIN Pontianak tahun 2019, mengingatkan kepada para calon presma dan wapresma yang akan terpilih nantinya untuk lebih memperhatikan sistem dan kualitas perkuliahan di setiap fakultas.

Selama ini, Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) selalu aktif dalam setiap kegiatan yang bertajuk ‘kemahasiswaan non-akademis’, dalam artian kegiatan-kegiatan yang tidak terlalu memperhatikan nilai akademis atau pembelajaran. Dalam hal ini, kegiatan yang dibuat adalah kegiatan kampus yang sudah dijadwalkan setiap tahunnya, maupun kegiatan yang diinisiasi atau dibuat oleh DEMA sendiri dalam merayakan atau menyemarakkan hari-hari tertentu di lingkungan IAIN Pontianak maupun di luar kampus.
“Perlu saya ingatkan kepada setiap presma dan wapresma yang akan terpilih, harus lebih memperhatikan nilai-nilai akademis atau pembelajaran yang ada di setiap fakultas, ya untung-untung balance (seimbang) antara kegiatan non-akademis dengan kegiatan akademisnya” ujar Muhardiansyah (5/1).

Ternyata hal ini memang menjadi salah satu budaya yang mengakar bagi setiap presma terpilih di IAIN Pontianak. Yaitu melaksanakan kegiatan kampus atau akademik yang sudah dijadwalkan dan sudah dianggarkan pendanaannya, maka tuntas sudah tanggung jawab sebagai Presma.

“Dalam hal ini, perlu disampaikan bahwa tugas dan tanggung jawab presma bukan saja di kegiatan seperti itu. Presma juga memiliki tanggung jawab untuk memperhatikan kegiatan akademis/ pembelajaran yang berlangsung di setiap fakultas, seperti tenaga pengajar (dosen), sistem perkuliahan, kualitas pengajaran, kualitas belajar-mengajar, tempat & fasilitas untuk kegiatan mengajar, dan lain-lain yang berhubungan dengan akademis fakultas dan kampus–mengingat kita mahasiswa juga perlu peningkatan-peningkatan keilmuan setiap tahunnya dengan metode yang tepat dan kenyamanan belajar yang enak,” jelasnya.

Muhardi juga mengatakan peningkatan dalam hal akademis bisa berupa berbagai macam kegiatan seperti penguatan intelektual atau diberikannya lahan diskusi bagi setiap fakultas untuk mendiskusikan keilmuan yang sedang diampunya, “atau bahkan analisa masalah dengan apa yang mereka pelajari di fakultas masing-masing–bukan malah secara eksternal. Saya rasa kalian paham maksud pembicaraan saya. Atau dengan sering melaksanakan perbincangan keilmuan di luar jam kuliah dengan mengundang pihak-pihak tertentu dalam setiap pembicaraannya. Bukankah hal seperti ini dapat menambah keilmuan mahasiswa? Serta mengaktifkan kegiatan internal yang semakin hari semakin hilang dikalahkan dengan kegiatan eksternal.”

“Dan pula kita dihadapkan dengan persoalan Fakultas Ekonomi Bisnis Islam (FEBI) yang sampai hari ini belum ada kabar PKL. Maka dari itu, presma yang terpilih perlu mengikutsertakan diri dan jajarannya dalam setiap permasalahan yang dihadapi di akadamik, terlebih di setiap fakultas.” tegas Muhardiansyah.

Citizen Reporter : Muhardiansyah
Editor : Mei Hani Anjani

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here