Tuduhan Penangkapan Massa Aksi, Presma IAIN Pontianak

0
263
Sumber foto : Suara Pemred

wartaiainpontianak.com – Aksi mahasiswa kembali terjadi dan mengepung Jalan Jenderal Ahmad Yani, Pontianak di sekitaran bundaran bambu runcing. Dalam aksi tersebut mahasiswa meminta agar pemerintah merespon segala macam bentuk suara masyarakat terkait penolakan terhadap UU Omnibus Law Cipta Kerja. Rabu (28/10)

Mahasiswa yang mengikuti aksi ini berkisaran seratus orang dan massa aksi menggunakan pakaian seragam berwarna hitam. Pembukaan aksi dilakukan dengan menyuarakan isi dari sumpah pemuda dan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Akses lalu lintas di Jalan Jenderal Ahmad Yani mengalami kemacetan parah dikarenakan Massa Aksi memaksa untuk menutup akses jalan. Akibat kemacetan tersebut terjadi keributan sehingga adanya penyeretan massa aksi yang diamankan oleh aparat kepolisian.

Muhammad Ali Fahmi selaku Presiden Mahasiswa IAIN Pontianak, terlibat dalam penyeretan massa aksi. Fahmi mengungkapkan bahwa dirinya melihat aparat kepolisian menarik dua mahasiswa yang berada di barisan massa aksi. Dengan spontan, Fahmi berlari untuk menyelamatkan temannya yang berada di barisan dengan tujuan untuk menghampiri sekedar mengklarifikasi. Klarifikasi yang dilakukan Fahmi bertujuan untuk menanyakan kepada aparat kepolisian alasan menyeret massa aksi tersebut.

Kemudian Fahmi ditarik oleh pihak keamanan dan terjadi perdebatan yang akhirnya aparat membawa Fahmi ke mobil polisi.

Beberapa mahasiswa IAIN Pontianak, menghampiri aparat kepolisian untuk membebaskan Fahmi karena memang Fahmi tidak melakukan tindakan yang patut dicurigai. Tapi perdebatan kembali terjadi sehingga beberapa ketua organisasi menghampiri Fahmi dan dua rekan massa aksi yang salah seret oleh aparat kepolisian kemudian dibebaskan. Alasan pembebasan adalah terbukti bahwa tidak ada tindakan anarkis yang dilakukan mereka bertiga.

Fahmi menyampaikan bahwa, “karena kita terbukti tidak berbuar anarkis dan merugikan. Kita tetap menjaga nama baik aliansi dan nama baik instansi serta organ masing-masing.” Tutup Fahmi.

Reporter : Feby Kartikasari
Editor : Widad Ardina

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here