Kholil, Lelaki Berprestasi : “Kegagalan hanya dimiliki oleh orang-orang yang tidak mau untuk mencoba”

0
439

Wartaiaipontianak.com – Muhammad Kholil Lelaki kelahiran Sungai Asam 02 Agustus 1996 yang sekarang sudah tumbuh menjadi lelaki yang memiliki postur tubuh sedang dan hitam manis. Kholil berdomisili di Parit Berkat ilahi Desa Sungai Asam Kecamatan Sui Raya Kabupaten Kubu Raya. Kholil memiliki penampilan yang sederhana dengan mengenakan kemeja batik kemanapun berpergian, tampak membuat Kholil memiliki pancaran karismatik yang menjadi ciri khas. Penggemar warna biru dongker ini tidak tampak angkuh dari raut wajah yang selalu menebar senyuman. Mahasiswa IAIN Pontianak Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan dengan Program Studi Pendidikan Agama Islam ini tentunya berbeda dari mahasiswa lain. Jiwa aktivis sudah melekat dalam dirinya sejak awal Kholil menginjakkan kakinya di IAIN Pontianak. Anak dari pasangan Mukarram dan Ibu Punama yang merupakan seorang petani, namun tidak menyurutkan semangat pendidikan Kholil yang begitu besar dan Kholil memiliki keberanian untuk tampil berbeda. Terlihat jelas bahwasanya diantara 14 saudaranya hanya Kholil yang menyandang status mahasiswa.

Adapun riwayat pendidikan Kholil ini adalah
Madrasah Ibtidaiyah Al-barokah, SMP Al-Barokah dan MA mambaul ulum korek. Pada jenjang pendidikan MA, sebenarnya Kholil  itu tidak sekolah tetapi ambil paket. Karena keterbatasan biaya yang begitu kurang mendukung, maka yang asli jenjang pendidikan Kholil hanya dari SMP.  Prestasi ketika sekolah MI sampai MA adalah 3 kali berturut-turut menjadi bintang pelajar dan  menjuarai lomba pidato bahkan puisi antar lembaga. Kemudian pernah juara 1 badminton antar Desa dan Hadrah juara 1 antar lembaga. Semenjak kuliah Kholil menyandang gelar Duta Lanceng Kubu Raya 2019 antar kecamatan yang ada di kubu raya. Kholil memiliki cita-cita menjadi seorang guru dan pengusaha. Pencapaian cira-cira yang dilakjkam Kholil masih nerkisar 50%. Dengan penuh harap, Kholil akan berusaha untuk memaksimalkn hingga 100%. Motto hidup Kholil adalah ” saya menjadikan diri ini selalu berguna bagi diri sendiri dan orang lain.” tegas Kholil.

Perjalanan karir Kholil bermula saat Kholilmasuk organisasi nasional yaitu Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) pada tahun 2018. Sejak itulah Kholil mulai berproses baik di kampus dan dan di luar kampus karena Kholil percaya bahwa hasil itu ada karena keterlibatan proses. Merasa belum puas Kholil merambah pada dunia keterampilan yaitu Duta. Tepat pada 21 Desember 2019 Kholil di nobatkan menjadi Duta Lanceng Kubu Raya tingkat kecamatan. Dengaan niat, mental yang kuat serta dukungan keluarga membuat Kholil tambah semangat untuk terus berprestasi. Akhirnya, semangat itupun dibuktikan oleh Kholil dengan terpilihnya Kholil sebagai kepala sekolah paud di kampungnya. Bahkan sekrang Kholil telah di angkat menjadi sekretaris umum di organisasi yang terdapat di desa yaitu ikatan ramaja masjid desa permata jaya kabupaten Kubu Raya kecamatan Sui Raya.

Dibalik kesuksesan, tentu ada kerikil. Sama halnya dengan Kholil yang memiliki hambatan. Hambatanya adalah keuangan keluarga yang membuat Kholil harus memutar otak untuk tidak menjadi beban orang tua. Kholil pun menekan bahkan membuang gengsi dengan berjualan pisang crispy pada semester awal perkuliahan, kemudian menjual baju online, kemudian menjual makaroni, dan usaha yang saat ini masih bertahan adalah menjadi reseller intermie. Kesibukan Kholil tentunya membuahkan hasil dan kebanggan tersendiri yang tertanam dalm hati orang tua Kholil. Dengan apresiasi dan dukungan keluarga terutama orang tua, maka semangat Kholil tidak redup. Bahkan saat ini masih berkobar api membara semangat perjuangan mengangkat derajat orang tua Kholil. Dalam keadaan berprestasi saat ini pun, Kholil masih belum bisa bahagiakan org tua dan keluarganya dengan sempurna.
“Mau selesaikan kuliah. Semoga tahun ini bisa melanjutkan jenjang perkaderan di organisasi yang saya ikutkan dan tetap berproses,” harap Kholil.

Terakhir, Kholil memberikan semangat kepada kita semua bahwasanya bersyukur adalah cara yang tepat setelah cemoohan dilemparkan.
“Financial tidak menjamin kita buat jadi irang sukses tetapi kemauan dan usaha yang besar membuat kita menjadi orang yang besar dan sukses. Jangan bandingkan kesuksesan orang lain dengan kesuksesan mu tapi bangdingkan sejauh mana usaha mu untuk menuju kata sukses itu. Teruslah belajar, belajar dan belajar jangan pernah gampang puas dan bosan dengan yang nama ny belajar. Karena dari belajar kalian akan merasakan manisnya kebahagiaan. Karena dengan keinginan, usaha, doa kalian akan merasakan indah nya kehidupan dan manis nya perjuangan.” tutup Kholil.

Reporter: Feby Kartikasari
Editor : Syarifah Desy Safitri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here