FKPT ‘Gelar Ngopi Coi’

0
88

wartaiainpontianak.com – Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) adakan Talkshow bertajuk “Ngopi Coi” ( Ngobrol Pintar Cara Indonesia ) Indonesia adalah kita, dengan Pelibatan masyarakat dalam pencegahan terorisme melalui FKPT Kalimantan Barat Bidang Media Massa, Hukum dan Humas. Acara ini digelar di Orchardz Hotel pada Rabu,(26/08/20).

Kegiatan ini dilakukan dengan protokol kesehatan yang baik. Sebelum masuk dilakukan penyemprotan desinfektan ada bilik disenfektan lalu dilanjutkan pengecekan suhu tubuh. Tak hanya itu saat menaiki lift dibatasi hanya 5 orang. Saat registrasi menjaga jarak dan pemberian masker, face shield dan juga hand sanitizer, dengan alat tulis dan modul Pencegahan Terorisme Di Indonesia. Peserta diarahkan duduk dengan berjarak yang berkapasitas satu meja hanya dua orang.

Alexander Rombonang, Sekretaris FKPT menyampaikan latar belakang kegiatan. Latar belakang kegiatan ini adalah beriringan dengan perkembangan teknologi juga berkembang pula terorisme. Terorisme melakukan penyerangan lewat media . Media massa juga ikut berperang dalam penangkapan radikalisme untuk memberi pembelajaran baik untuk masyarakat. “Masyarakat Indonesia menelan mentah-mentah pemberitaan tanpa mencari tau kebenarannya. Untuk itu, peran dan tanggung jawab peran media diharapkan mampu menangkal gerakan radikalisme dan terorisme. Kegiatan ini dilakukan untuk pembelajaran peran media dalam menanggapi paham radikalisme dan terorisme yang sangat merugikan banyak pihak,” tutur Alexander.

Selanjutnya, Dr. Hj. Andi Intang Dulung M.H menyampaikan beberapa laporan, salah satunya adalah hasil penelitian yang diteliti sejak tahun 2017 bahwa adanya 13.032 konten radikalisme yang dibuat oleh media massa dan anak muda yang masih giat dalam media sosial.
“Beberapa contoh terorisme adalah peledakan bom kategral pada tahun 2019, kemudian pada 10 Juni 2019 tertangkap oleh densus sebanyak 33 teroris di Palangkaraya, kemudian di Magetan yang melakukan perampokan toko mas. Dengan melihat beberapa kasus yang terjadi dan masih banyak lagi maka kondisi terorisme yang tidak ditanggapi, maka akan menimbulkan kebencian terhadap negara.  BNPT ( Badan Nasional Penanggulangan Terorisme ) ikut menggandeng media karena peranan media sangat berpengaruh dalam mendapatkan infomasi yang sangat disenangi masyarakat,” jelas Intang.

Maksud dari kegiatan ini adalah memberikan gambaran secara jelas kepada pers, anak muda dan aparatur kelurahan untuk mencegah terorisme. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pemahaman kepada elemen masyarakat betapa pentingnya internet dalam mempengaruhi pemahaman masyarakat yang belum paham tentang terorisme dan radikalisme.
“Tersampaikan pemahaman tentang terorisme, terangkupnya dinamika dalam tersebarnya berita tidak benar sebagai upaya pencegahan radikalisme, menginput saran aparat negara, awak media massa dan anak muda untuk menangkal informasi yang tidak benar tentang terorisme,” kata Alexander.

Media masaa juga mampu membuat pengaruh mindset masyarakat dalam setiap konten yang dibuat.
“Salah satu yang mampu meredam radikalisme adalah kearifan lokal yang dimana ada unsur budaya yang mampu meredam seperti contohnya adalah saling tegur sapa kemudian saling menghormati apalagi dengan orang yang lebih tua,” tambah Intang.

Untuk membuka kegiatan, Wakil Walikota Pontianak yaitu Bahasan, S.H. yang menyampaikan sekapur sirih tentang radikalisme dan terorisme. Setiap generasi tentunya akan melahirkan pemahaman baru melalui Budaya dan agama.
“Untuk agama, tentunya menjadi hal yang lumrah untuk saling menuju. Tetapi, tidak boleh dengan saling beradu kebaikan justru akan menjadi bermusuhan satu sama lain. Aparatur kelurahan tentunya lebih mengetahui kondisi masyarakat, sehingga aparatur kelurahan tentunya diharapkan untuk bekerja sama untuk lebih peka terhadap kondisi masyarakatnya,” tutur Bahasan.

Sebelum menutup kata sambutan, Bahasan turut menyampaikan harapannya kepada seluruh peserta yang hadir agar dapat mengikuti kegiatan dengan baik.
“Kepada peserta, hari ini manfaatkanlah acara ini demi kepentingan bersama bahwa Kota Pontianak yang kondusif ini bisa kita pelihara. Pada masa pandemi ini, mari bersama tetap menerapkan protokol kesehatan yang berlaku.” Tutup Bahasan.

Reporter : Feby Kartikasari, Syarifah Desy
Editor : Syarifah Desy Safitri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here