PBAK 2020, Daring Atau Luring?

0
489

wartaiainpontianak.com – Pada Senin, 27 Agustus 2020 di Aula Ma’had Al-Jamiah dengan dihadiri beberapa perwakilan Ormawa ( Organisasi Mahasiswa ) , UKK ( Unit Kegiatan Khusus ) dan UKM ( Unit Kegiatan Mahasiswa ) dengan jumlah 30 orang yang membahas tentang Pengenalan Budaya Akademik Kampus 2020 yang dipimpin langsung oleh Muhammad Ali Fahmi selaku presiden mahasiswa IAIN Pontianak. Dalam pertemuan yang dijadwalkan pukul 13:00 namun meleset hingga hampir satu jam karena pertemuan dimulai pada pulul 13:45. Dalam pertemuan yang terbilang santai, ini menghasilkan pertemuan sederhana dan menyusun pertemuan selanjutnya yang lebih intensif bahkan masing masing dari Ormawa maupun UKK UKM telah membawa nama rekomendasi yang akan diajukan untuk menjadi panitia PBAK 2020. Pertemuan selanjutnya akan menghadirkan pihak akademisi dan tetap akan menghadirkan beberapa perwakilan dari Ormawa UKK UKM yang nantinya akan ikut mensukseskan PBAK 2020.

Fahmi menyampaikan bahwa konsep PBAK sudah dibuat oleh akademisi, sebagai mahasiswa hanya ikut terlibat sebagai pensuksesan kegiatan PBAK tersebut karena memang kegiatan PBAK merupakan kegiatan besar untuk mahasiswa baru mengenal kampus. DEMA ( Dewan Eksekutif Mahasiswa) tidak bisa menyampaikan konsep pada hari itu karena menunggu pihak akademik saja yang menyampaikan. DEMA takut dianggap sebagai pihak yang “mengada-ngada” karena ada beberapa pihak sudah mengatakan demikian. Pertemuan kemarin, dilakukan tanpa ada pihak akademisi karena pertemuan pertama untuk saling mengenal terlebih dahulu dan menyampaikan beberapa hal yang telah diinfokan pihak akademik kepada DEMA. DEMA juga sekalian melakukan transparansi informasi kepada Ormawa, UKK dan UKM dalam kegiatan PBAk 2020. Dalam situasi pandemi ini, konsep PBAK memang diatur dalam bentuk daring ( online ). Tetapi, jika melihat situasi Kalimantan Barat yang telah memasuki zona hijau maka bisa saja pengusulan konsep PBAK offline dapat dipertahankan. Untuk melakukan kegiatan PBAK yang jumlah masanya tidak sedikit, memang memerlukan konsep yang baik karena situasi pandemik masih ada. Pada tahun 2020 ini, IAIN Pontianak akan menerima mahasiswa baru kurang lebih 2.200. Dengan jumlah yang demikian, tentunya akan menjadi sorotan media apabila PBAK dilakukan secara offline. Pertimbangan positif dan negatif pada PBAK 2020 memang harus sangat matang guna mencapai kesuksesan bersama tanpa ada rasa takut dan canggung saat pelaksanaan.

Pihak akademisi memang mengusulkan untuk melakukan PBAK secara daring, namun pihak akademisi tetap akan melakukan konsolidasi kepada mahasiswa untuk mempertimbangan konsep tersebut. Jadi, PBAK secara daring belum diputuskan secara paten. Jika dilakukan persenan, maka antara PBAK daring maupun PBAK offline adalah 50% 50%. Maka dari itu, Fahmi akan mengadakan pertemuan selanjutnya yang akan memperdalam konsep PBAK 2020. Jika PBAK memang dilakukan secara daring, maka hanya membutuhkan panitia sekitaran 90 orang dan tanpa adanya panitia tekhnisi seperti protokoler maupun bintal ( Bina Mental ) karena semua panitia adalah mentor. Perkiraan jadwal PBAK 2020 juga antara akhir bulan September atau awal bulan Oktober.

Terakhir, Fahmi menyampaikan bahwa untuk pertemuan selanjutnya maka setiap lembaga boleh mengusulkan ide atau konsep PBAK 2020 dengan mempertimbangkan kondisi pandemi maka harus ada positif negatif yang diambil sehingga PBAK 2020 akan berjalan lebih baik daripada tahun-tahun sebelumnya. “Mari sukseskan bersama PBAK 2020.” tutup Fahmi.

Reporter: Feby Kartikasari

Editor : Syarifah Desy Safitri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here