Nuzulul Quran Di Sungai Nipah

0
214

wartaiainpontianak.com – Bulan Ramadhan merupakan bulan yang paling ditunggu-tunggu umat muslim. Bulan yang utama mengetuk hati siapa saja untuk mempertebal imannya. Terkhusus dibulan ini dimana Al Quran diturunkan atau malam Nuzulul Quran. Berbagai macam cara orang mensyukuri malam ini salah satunya dengan mengadakan tausyah. Seperti di Desa Sungai Nipah, warga antusias pergi ke surau untuk mencari berkah.

Begini ceritaku, malam ini aku dan beberapa ibu-ibu lainnya berjalan kaki lumayan jauh untuk mencapai surau. Walau jauh, terasa sangat dekat karena diiringi dengan senda gurau. Tua, muda, remaja turut hadir untuk mencari berkah. Mukenah hijau favoritku berterbangan disenggol angin. Lainnya mengenakan mukenah putihnya.

Jalan yang berbatu membuatku agak terseok-seok. Gelap, hanya lampu-lampu hias yang menjadi penerang. Diatas lampu hias, kiri dan kanan pelita dari bahan bakar minyak. Aku merasa mengulang masa kecilku. Genangan air yang memantulkan cahaya, semakin tampak indah walau hanya air sisa hujan.

Pemandangan pertama yang kulihat adalah warga yang duduk hingga di teras surau. Tampak tak ada batasan umur, khusyu mendahkan tangan. Ada yang menadah sambil bergurau, ada yang menadah sembari terpejam, bahkan ada yang saling melempar senyuman. Warna warni makanan menghiasi sajadah ditengah surau. Warga berkeliling dan memilih duduk bersandar. Aku terengah-engah membenarkan ritme nafas. Aku ikut berdoa menadahkan tangan, namun buyar dengan notice WhatsApp bertuliskan “BUKBER SAAT CORONA”. Mengejutkan, namun juga menggelikan. Ternyata corona tak buat silaturahmi pudar.

Meski begitu, di Sungai Nipah masih sholat berjamaah, terawih hingga mengadakan tausyah. Disini masih zona hijau, bersyukur selalu terpanjatkan. Ya Allah kali ini nikmat Ramadhan begitu kurasakan, setiap detik yang lewat tak ingin ku sia-siakan. Ingin kurasakan, aroma Ramadhan dan takjil dipasaran rasanya ingin ku abadikan.

Ramadhan kali ini banyak hikmah yang kudapatkan, jika kusebutkan. Mungkin kalian takkan habis membaca sehari semalam. Salah satunya tanpa kita sadari, kita harus menghargai tiap waktu yang bergulir. Cepat ataupun lambat harus kita isi dengan beribu-ribu kebaikan. Sedih memang jika melihat media yang menampilkan tak bisa pulang kampung, bersyukur aku masih dapat merasakan hangatnya senyum warga yang tak dapat orang lain rasakan. Mungkin banyak orang diluar sana yang ingin berada diposisiku. Dengan menyingsing mukenah, aku ingin mengatakan jauh ataupun dekat kita tetap berada dihati masing-masing orang. Saatnya kita saling menjaga, menjaga adalah wujud rasa sayang terhadap orang terdekat maupun keluarga. Mari kita berdoa agar semua mereda, agar aku, kamu, dia, kita dan mereka dapat berbagi cerita dan memeluk di Hari Raya.

Penulis : Syarifah Desy

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here