Agustini, Jasa Titip Daftar Ulang: Karena Malas Bukan Karena Susah

0
392

wartaiainpontianak.com – Daftar ulang dengan sistem transfer sudah mulai diberlakukan di Institut Agama Islam Negeri Pontianak bekerjasama dengan Bank Mandiri Syariah pada tahun 2019. Dengan diberlakukannya daftar ulang dengan transfer ini, sebagian mahasiswa yang tidak memiliki buku tabungan tentunya akan kelabakan untuk daftar ulang semester. Ada yang sebagian menitip teman atau bahkan ada yang mau tidak mau harus membuat buku tabungan. Dengan adanya kebingungan mengenai cara daftar ulang ini, tentunya mahasiswa yang bergerak dalam bidang penyalur aspirasi seperti Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Institut, DEMA Fakultas dan HMPS pun gencar memberikan infomasi mengenai cara daftar ulang melalui transfer ini. Mulai dari penyebaran pamflet dan vidio saat berada di ATM bersama dan ATM Mandiri Syariah karena menurut DEMA Institut sendiri, bahwa mahasiswa lebih paham menggunakan vidio dari pada pamflet.

Setelah tahun 2019 berlalu, proses daftar ulang berlanjut pada semester ganjil yang dijadwalkan mulai tanggal 27 Januari 2020 hingga 08 Februari 2020 ini maka tercetuslah ide baru. Ide ini ditemukan oleh Agustini selaku Bendahara Umum Dema Fakultas Syariah. Saat itu dirinya berinisiatif setelah melihat teman dikelasnya yang kesulitan untuk daftar ulang semester. Agustini telah menolong teman dikelasnya untuk mendaftar ulang sejak semester 3,4, dan 5. Namun jasa titip daftar ulang ini belum sama sekali terpikirkan oleh Agustini. Pada saat seminggu sebelum pembukaan daftar ulang yang tepatnya tanggal 20 Januari 2020, ada beberapa teman Agustini menitipkan uang daftar ulang kepada dirinya. Namun disini masih batas teman dekat yang menitipkan dan alih alih ada beberapa lagi yang menitipkan, muncul lah ide untuk membuka jasa titip daftar ulang ini lewat teman Agustini yang bernama Sofyan Lubis yang kebetulan pandai mendesain grafis. Akhirnya terbuat lah poster tersebut dan sudah mulai tersebarlan di sosial media bahkan Dema Institut juga telah merepost poster tersebut. Sedari tanggal 27 Januari 2020 sampai pada tanggal 5 Februari 2020 sudah tercatat 40 orang yang menggunakan jasa titip daftar ulang tersebut.

Jasa titip daftar ulang ini tidak diperuntukkan pada mahasiswa yang berada jauh dari ATM saja, tetapi mahasiswa di Pontianak juga ada yang menitipkan. Dalam proses chatting bersama Agustini, Agustini menyebutkan beberapa persyaratan. Seperti, melebihkan uang 2.000 untuk biaya admin dan jumlah uang UKT setiap mahasiswa yang ingin menitipkan pembayaran daftar ulang tersebut. Proses penitipan juga boleh dengan uas cash ataupun transfer kepada Agustini. Dengan idenya Agustini ini, Agustini tidak menginginkan untuk terus berkelanjutan.
“Tapi saya lebih suka kawan-kawan lebih harus mau tidak mau harus tau dengan sistem ini. Sambil saya buka jastip, saya bantu teman-teman kirimkan link youtube DEMA tentang cara daftar ulang lewat ATM bersama maupun ATM mandiri syariah. Kalau memang kawan ndak mau nitip, minimal teman-teman tau cara daftar ulangnya. Kebanyakan orang nitip karena malas bukan karena susah. Sebenarnya ini gampang dan teman teman ndak bise ngandalin orang terus,” katanya.

Sopiallah selalu Ketua Umum Dema Fakultas Syariah menanggapi ide dari anggotanya sebagai hal yang positif. Membantu teman teman yang kesulitan dalam proses daftar ulang, memang ide yang baik dan ide ini sudah dibincangkan sejak Januari. Sopiallah setuju jika jasa titip ini dilanjutkan, karena melihat ide dari Agustini direspon dengan baik oleh mahasiswa dan belum ada kendala jadi tidak ada salahnya jika dilanjutkan ke ranah yang luas agar memang tidak ada lagi berita simpang siur yang menyudutkan satu sisi. Karena memang Agustini menyampaikan bahwa ide ini untuk kepentingan teman-teman mahasiswa dan Agustini tidak mengambil keuntungan dalam hal ini.
“Saya setuju jika ini dilanjutkan ke Dema Institut bahkan untuk ke jenjang pihak pejabat kampus. Namun kembali lagi melihat fungsinya, apakah ini penting atau tidak. Kembali lagi pada kedepannya bagaimana perkembangan ini. Tetapi yang saya rasakan, ide ini harus diperkembangkan.” jelasnya.

Harapan Agustini juga jasa titip daftar ulang ini tidak berlanjut karena Agustini menginginkan teman teman paham sendiri dan jika ada orang yang belum percaya tentang jasa titip ini, maka Agustini pertegas untuk tidak mau melakukan nya karena Agustini tidak meminta imbalan atas apa yang dilakukan Agustini.

Reporter: Feby Kartikasari

Editor: Syarifah Desy

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here