Mengenal PBM di IAIN Pontianak

0
781

wartaiainpontianak.com – PBM (Pekan Bakti Mahasiswa ) adalah kegiatan non-akademik yang diselenggarakan oleh DEMA (Dewan Eksekutif Mahasiswa) di IAIN Pontianak. Kegiatan PBM ini memiliki sejarah bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menyatukan seluruh mahasiswa agar saling mengenal dan sesuai dengan Tri Dharma perguruan tinggi yaitu Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian dan Pengembangan, serta Pengabdian Kepada Masyarakat. Berdasarkan Tri Dharma perguruan tinggi telah dinyatakan bahwasannya mahasiswa juga harus turun langsung dalam melaksanakan pengabdian kepada masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat tidak semerta-merta hanya melibatkan mahasiswa ketika lulus nanti, tetapi sudah diajarkan berkontribusi untuk Negeri sebelum mendapatkan ijazah sebagai tanda selesainya pendidikan perguruan tinggi, mahasiswa harus belajar mengabdi kepada masyarakat.

Dalam kegiatannya, PBM ini diperuntukkan kepada mahasiswa baru. Namun apabila terdapat beberapa mahasiswa semester atas yang pada tahun lalu belum berkesempatan mengikuti kegiatan PBM, maka diperkenankan. PBM berlangsung selama sepekan di sebuah Desa yang telah dibagi menjadi beberapa kelompok oleh panitia PBM. Kegiatan PBM ini dikenai biaya tergantung pada pengeluaran yang diperlukan, untuk tahun 2020 dikeluarkan biaya registrasi sebesar 130.000 yang digunakan untuk transportasi, obat-obatan, dan biaya hidup selama sepekan untuk seluruh kelompok. Anggota kelompok berjumlah kurang lebih 20 orang atau lebih sesuai dengan jumlah peserta PBM dan lokasi yang telah di survei panitia PBM dengan kapasitas mentor yang bertanggung jawab menangani atas kelompok tersebut. Beberapa kelompok tersebut akan berkesempatan untuk tinggal selama sepekan dirumah warga atau di ruangan yang memadai dalam Desa tersebut.

Sebelum jadwal keberangkatan PBM, akan dilakukan PRA PBM yang mana kegiatan tersebut berlangsung selama 3 hari yang akan diisi oleh pejabat kampus dan DEMA IAIN Pontianak. Kegiatan tersebut berisikan pesan-pesan pihak kampus kepada mahasiswa yang akan berangkat dengan tidak merusak marwah kampus, berprilaku sopan dengan menjaga sikap dan mengabdi kepada masyarakat berdasarkan dengan apa yang menjadi sorotan masyarakat mengenai kampus yang berbasis Islami. Kemudian dalam PRA PBM juga terrdapat pembagian kelompok dengan mentor beserta lokasi tempat PBM setiap kelompok dalam waktu sepekan. Selama 3 hari PRA PBM, peserta PBM akan dipaparkan bagaimana situasi PBM yang terjadi setiap tahunnya sehingga peserta PBM mendapat gambaran mengenai kegiatan PBM tersebut. Pihak kampus, panitia PBM dan pihak DEMA juga tidak terlalu prontal mengenai gambaran kegiatan PBM karena jika diceritakan semua untuk apa mereka ikut kegiatan apalagi dikampung orang yang terkadang sulit mendapatkan signal. Adapun antisipasi yang ditawarkan oleh DEMA adalah untuk peserta PBM yang ingin lebih tau mengenai kegiatan PBM,silahkan datang ke sekre DEMA.

Mengenai antusias mahasiswa terhadap kegiatan PBM setiap tahunnya baik karena kepedulian mahasiswa untuk belajar melalui pengalaman masih baik. Namun ada beberapa yang menyangkal bahwa PBM ini tidak penting karena memang bukan kegiatan wajib yang masuk dalam peraturan akademik dan beberapa hal mengenai iming-iming atau hasutan jika tidak mengikuti PBM akan mempengaruhi nilai itu tidak dibenarkan oleh pihak panitia PBM maupun pihak DEMA. Karena kegiatan PBM bukanlah kegiatan wajib dan bukan pula kegiatan paksaan yang harus secara sepihak dipatenkan untuk menjadi wajib. Ini semua akan dikembalikan kepada pribadi masing-masing mahasiwa IAIN Pontianak mengenai keberadaannya sebagai mahasiswa. Mahasiswa itu sudah batas akhir dari siswa atau bisa dibilang sebagai pendidikan tertinggi. Untuk itu, kemajuan Negara ini tergantung dari kontribusi dan pengabdian mahasiswa untuk memajukan Negara.

Terakhir, kegiatan PBM ini sangat baik untuk menjadi batu loncatan atau proses belajar untuk kegiatan kampus lainnya yang akan menjadi persyaratan kelulusan. Melalui PBM, gambaran mahasiswa untuk mengabdi kepada masyarakat sudah mulai dibangun sedari awal semester agar nantinya saat semester lanjut tidak mengalami kesulitan dalam menjalankannya. Mengikuti sebuah kegiatan tidak mesti ada kata wajib dan harus, selama kegiatan tersebut menguntungkan dan memperoleh pelajaran apa ruginya untuk mengikuti. Menjadi orang yang sukses tergantung dari bagaimana seseorang tersebut mampu membuat pengalaman menjadi banyak dan dalam setiap pengalaman terdapat pembelajaran yang didapatkan.

Reporter: Feby Kartikasari

Editor: Syarifah Desy

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here