Alan, Pendiam Yang Membanggakan !

0
322

wartaiainpontianak.com – Muhammad Ruslan Al Ulum atau yang lebih akrabnya disapa Alan adalah salah satu wisudawan dari fakultas Ushuludin Adab dan Dakwah Program Studi Agama Agama. Sosok tinggi dan hitam manis, membuat Alan tampak gagah dengan seperangkat pakaian toganya dengan menjunjung prestasi. Alan diwisuda pada tanggal 24 Oktober 2019 dan dinobatkan sebagai wisudawan terbaik dalam kategori fakultas, serta terbaik dan tercepat dalam kategori program studi. Dalam studinya, Alan ini mampu menyelesaikan perkuliahan selama 3 tahun 6 bulan 5 hari dengan IPK 3,91.

Selama menjadi mahasiwa, Alan ini berkediaman di Siantan Hilir dan selama masa perkuliahannya pula Alan ini pulang pergi ke kampus dengan kendaraan motornya. Dapat dibayangkan bahwa perjalanan Alan menuju keberhasilannya hari ini tidaklah mudah. Tiga tahun bukan waktu yang sebentar dan tentunya sangat melelahkan untuk Alan dengan kondisi jarak rumah dan kampus yang sangat jauh.

Berbicara tentang awal perkuliahan, Alan memilih sendiri tempat kuliah dan program studi tanpa adanya pengaruh dari orang lain. Dengan latar belakang lulusan YPI (Yayasan Pendidikan Islam ) DARUSSALAM yang ada di bawah naungan Pondok Pesantren DARUSHSOLAH AN-NAWAWIYAHBangkalan Jawa Timur, maka Alan yakin bahwa dirinya akan mampu menjalani perkuliahan ini dengan mudah. Sesaat setelah keluarga dan masyarakat mengetahui bahwa Alan berkuliah di IAIN Pontianak dengan memilih program studi agama-agama, maka tantangan demi tantangan menghampiri Alan. Salah satu tantangan yang Alan alami adalah saat keluarga dan masyarakat meragukan apa yang dipilih oleh Alan dengan kalimat seperti “Apakah agamanya kamu sudah benar? Apakah mampu mempelajari agama-agama lain?” Namun bagi Alan, itu adalah bentuk motivasi dalam diri untuk membuktikan bahwa dirinya mampu menjalani perkuliahan ini dan membanggakan kedua orang tua.

Dalam keluarga, Alan adalah sosok anak yang pendiam. Tidak pernah membicarakan tentang perkuliahan kepada orang tua dan Alan hanya selalu mengingatkan tentang pembayaran uang kuliah. Alan ini selalu mengingatkan kepada orang tua tentang pembayaran uang kuliah dari 3 bulan sebelum jadwal pembayaran uang kuliah. Alan adalah anak keenam dari tujuh bersaudara, yang paling diharapkan kesuksesannya oleh kedua orang tuanya. Motivasi awal yang menjadi alasan Alan untuk berkuliah adalah melihat teman-teman dari pesantren yang banyak berkuliah dan dorongan orang tua. Sebelum Alan membulatkan tekad untuk berkuliah, maka Alan memiliki 2 permintaan. Permintaan pertama Alan adalah orang tua atau siapapun tidak boleh mengatur tempat kuliah dan program studi yang akan Alan jalankan, maka biarkan Alan memilihnya sendiri. Permintaan yang kedua adalah ketika nantinya Alan lulus kuliah, maka orang tua tidak boleh menuntut Alan untuk bekerja di kantoran. Karena menurut Alan, “berkuliah tidak hanya menjadi orang yang berada dalam ruangan, tetapi bagaiman kita mengabdi kepada masyarakat. Semua tergantung rezeki dari Allah”

Menjadi wisudawan yang terbaik dan tercepat adalah impian semua mahasiswa. Bahkan Allah telah mendengar doa hambaNya yang tulus daan terbukti dengan hadirnya sosok Alan. Alan tidak pernah menganggap tugas itu sulit. Padahal, setiap program studi pasti memiliki beban didalamnya dan Alan menjalankan beban dengan ikhlas. Fokusnya adalah membahagiakan orang tua. Awal mula tergerak hatinya untuk menyusun skripsi cepat agar tidak membayar uang kuliah lagi saat semester 8 karena Alan ingin meringankan beban orang tua. Kondisi ekonomi keluarga Alan memang cukup, tetapi tidak pernah Alan mengalami fase kesulitan saat membayar uang perkuliahan atau membayar hal yang bersangkutan dengan kuliah. Orang tua Alan memang buta aksara, tetapi orang tua Alan memiliki harapan besar kepada Alan untuk memiliki pendidikan yang lebih ketimbang orang tuanya. Terakhir, saat Alan mengatakan kepada orang tua nya bahwa dirinya adalah salah satu wisudawan tercepat dan terbaik dari 275 wisudawan/wisudawati lainnya maka orang tua Alan sangat bangga. Bahkan pada saat itu pun, Alan mulai berkata dengan nada lirih dan terharu yang tampak dari matanya mulai berkaca-kaca dan dirinya mengatakan, “orang tua saya bangga dan saya puas telah membanggakan mereka

Reporter: Feby Kartikasari

Editor: Syarifah Desy

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here