Menjadi Relawan, Zidan Termotivasi Dari Ibu

0
358
Muhammad Jidan senang jadi suka relawan.
Muhammad Jidan senang jadi suka relawan.

wwww.wartaiainpontianak.com – Muhammad Zidan yang kerap dikenal dengan Zidan. Pria asal kota Pontianak yang memilih kegiatannya dengan menjadi anggota suka relawan terhadap masyarakat banyak. Berkelahiran kota Pontianak dan dari keluarga sederhana Zidan mendapatkan pengajaran dari kedua orang tuanya yang sudah banyak sekali mengajarkan arti kemandirian hingga saat ini.

Ibu yang berkerja sebagai PNS di rumah sakit Soedarso membuat Zidan termotivasi menjadi relawan walaupun itu hanya dalam tingkatan kecil.
“Mungkin motivasinya karena orang tua juga atau Ibu saya menjadi seorang PNS di rumah sakit Soedarso serta memang sudah dari kecil diajarkan dengan sikap saling menolong,” ujarnya.

Zidan yang juga merupakan mahasiswa dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) yang mengatakan bahwasannya menjadi anggota suka relawan salah satu plihan yang pernah Zidan inginkan, dan seperti halnya pria asal kota Pontianak tersebut saat ini menjadi anggota Korps Suka Relawan unit IAIN Pontianak.

Dibulan Agustus Kampus Institut Agama Islam Negeri Pontianak megadakan Kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) pada tanggal 26-27. Kegiatan yang melibatkan banyak orang tersebut membuat Zidan sebagai relawan yang ditugaskan mendapat tanggung jawab besar serta berperan penting didalamnya. Tempat yang terdapat suara gemuruh mahasiswa baru memenuhi ruangan sportcenter IAIN Pontianak. Suasana yang begitu panas membuatnya peka dalam ruangan tersebut. Zidan yang merupakan salah satu anggota Korps Suka Relawan itu tak kenal lelah selalu siap siaga, mata yang begitu awas untuk menjadikannya teliti dalam melihat, kaki yang melangkah setapak demi setapak membawa beban yang sudah menjadi tanggung jawabnya. Empat hari sudah berjalan lelah, letih, lesu yang Zidan rasakan tetapi tetap tidak goyah dengan semangatnya.

Sikap saling tolong menolongnya selalu diterapkan sebagai ralawan. Motivasi yang yang diingat setiap melakukan pekerjaanya selalu membuatnya bangkit. Keringat yang dikeluarkannya, waktu yang dikorbankannya sama sekali tidak membuatnya jadi masalah. Kendala yang dirasakannya baik dari pengevakuasian korban serta pengangkatan korban pada saat dilapangan membuatnya dijadikan pengalaman.
“Kendala yang dirasakan tuh pertama baik dari obat-obatan yang minim dan SDMnya yang kurang memadai,”

Menjaga selama 21 jam dalam sehari pada kegiatan PBAK membuatnya memiliki strategi agar kesehatan dirinya maupun kesehatan teman-temannya lebih terjaga. “Kalo masalah strategi pengerjaan dan kesehatan itu berbeda, kalo masalah pengerjaan dia itu memang sesuai yang diajarkan dan kalo dari kesehatan mungkin makan yang teratur aja dan pandai-pandai beristirahat karena kegiatan seperti ini memang saangat menguras tenaga.”

Berkerja dengan tidak menginginkan biaya sama sekali tidak membuatnya menjadikan masalah untuk hal itu. Kepercayaan yang Zidan dapatkan untuk turun kelapangan dijadikan sebagai bahan pembelajarannya lagi.

Reporter: Fitriani Purbowati Ningsih

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here