KSR Tangani Kesehatan Bersama TBM UNTAN

0
524

wartaiainpontianak.com – Pontianak, 27 Agustus 2019 adalah hari kedua pelaksanaan PBAK tahun 2019 di IAIN Pontianak. KSR ( Korp Suka Relawan ) IAIN Pontianak telah melaksanakan beberapa persiapan yang mantap. Salah satunya dengan melatih panitia kesehatan yang di ambil dari panitia PBAK dan berkolaborasi dengan Tim Bantuan Medis (TBM) dari Universitas Tanjungpura sekaligus berkolaborasi juga dengan Dokter dari Untan. Bentuk kolaborasi ini menjadi suatu keistimewaan dari PBAK tahun ini.

Sebuah kolaborasi yang disusun dari tim KSR ini adalah usulan dari pihak akademik dan pihak akademik pula yang menghubungkan kolaborasi ini. Tim KSR IAIN Pontianak hanya menyusun sistem kerja sama nanti saat pelaksanaan. Mekanisme kerja sama yang dilakukan tim medis KSR IAIN Pontianak buat adalah tim dari KSR nantinya mengantar pasien ke ruangan tim medis dan tim medis dari Untan kemudian menindaklanjuti pengobatan. Namun jika dari tim bantuan medis tidak mampu menindaklanjuti, maka korban dirujuk ke rumah sakit.
“Saat berkolaborasi dengan tim medis Untan, kita sangat terbantu karena dengan adanya anggota medis Untan itu kita dari KSR fokus di lapangan sedangkan pengobatan dari medis untan,” ujar Kiki Putriani selaku anggota kordinator lapangan dari KSR IAIN Pontianak.

Hambatan dari tim KSR sendiri adalah kekurangan tandu. Tandu yang disiapkan tim KSR IAIN Pontianak berjumlah 4 buah yang terdiri dari 2 tandu darurat dan 2 tandu layak pakai. Sedangkan korban banyak yang pingsan dan sakit sehingga 4 tandu yang disiapkan masih kurang untuk menangani korban yang pingsan dan sakit. Namun semua dapat ditangani dengan adanya 27 anggota KSR IAIN Pontianak, 5 dokter dan dari tim bantuan medis jurusan kedokteran 5 orang.

Tanggapan dari Antoni Halim selaku perwakilan dari TBM ( Tim Bantuan Medis ) Borneo UKM Fakultas Kedokteran Untan dengan adanya kolaborasi ini merasa harus saling bahu membahu dalam menangani peserta yang sakit.
“Saya mengapresiasi dengan adanya kerja sama KSR dengan TBM untuk memantau tim kesehatan apabila ada anak anak yang mendapatkan masalah kesehatan. Kita harus memastikan untuk menjaga kesehatan mereka agar tetap maksimal jangan sampai ada korban dan kita harus menetralisir itu,”

KSR IAIN Pontianak berharap kolaborasi ini terus berlanjut hingga selesai PBAK.
“Yang kita rawat ini benda hidup yang memang harus benar benar ditangani. Penanganan yang dilakukan juga harus baik,” jelas Kiki.

Selain Kiki Putriani, Antoni Halim selaku perwakilan dari TBM ( Tim Bantuan Medis ) Borneo UKM Fakultas Kedokteran Untan menuturkan bahwa
“Kita bisa mengenali peserta yang kurang sehat dan kita sebagai tim medis bertujuan untuk membantu mereka yang sakit dan menangani mereka yang bermasalah dengan kesehatan. Semakin kita melakukan kerja sama ini maka semakin banyak kita menyelamatkan mereka, kita bisa menyehatkan mereka untuk mengikuti kegiatan dengan aman dan lancar sampai mereka nantinya pulang kembali dalam keadaan yang sehat.” harapnya.

Reporter: Feby Kartikasari

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here