KKL IAIN Gelar Pelatihan Literasi Borneo

0
319

wartaiainpontianak.com – Kelompok dua Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak 2019 gelar Pelatihan Literasi Borneo bersama Pemuda Ansor Kecamatan Sungai Kunyit, Rabu (14/08/19). Kegiatan Literasi Borneo digelar di Sekretariat Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ansor Kecamatan Sungai Kunyit yang terletak di Desa Sungai Kunyit Hulu Kabupaten Mempawah, Literasi dimulai pukul 13.00 WIB, kegiatan ini diawali dengan bacaan ayat suci Al Qur’an guna terus mengokohkan keimanan peserta kepada sang khalik.

Kegiatan Pelatihan Literasi Borneo diisi langsung oleh Sukardi yang juga sebagai Ketua Lembaga Penelitian dan Pengembangan kepada Masyarakat (LP2M) IAIN Pontianak.

Muhammad Hafidz selaku ketua kelompok dua KKL IAIN Pontianak menyatakan bahwa, dari kegiatan literasi ini untuk memberikan pemahaman dan juga memberikan gambaran betapa perlunya dunia tulis menulis.
“Agar kawan-kawan bisa lebih memahami betapa pentingnya menulis, karena dengan tulisan kita akan dikenang dan dengan tulisan kita bisa mencatat sejarah yang mungkin tidak akan terulang,” jelas Hafidz saat ditemui usai kegiatan.

Muhammad Amin selaku ketua PAC Ansor Sungai kunyit memaparkan apresiasinya terhadap para Mahasiswa yang telah menyelenggarakan kegiatan Literasi ini. Serta Ia juga membuka kegiatan literasi secara simbolis.
“Kegiatan ini sangat kami beri apresiasi, karena kegiatan ini sangat dibutuhkan kawan-kawan, terutama para mahasiswa dan juga pemuda Ansor untuk mengembangkan pengetahuan tulis menulis,” ujar Amin.

Sukardi yang menjadi pemateri dalam pelatihan menjelaskan, dalam dunia literasi khususnya tulisan, tidak ada hal yang bisa menjadikan seseorang penulis merasa kebingungan ataupun menjadikan ketidak tahuan sebagai alasan untuk tidak menulis.
“Ketidak tahuan kita bisa menjadi bahan untuk menulis,” ujar Sukardi.

Ia juga menambahkan, dalam dunia tulis menulis ada hal penting yang harus diperhatikan oleh penulis pemula, yaitu kemauan untuk bisa menulis.
“syarat untuk bisa menulis itu adalah kemauan, jangan pikirkan dahulu penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar ataupun apa, yang penting mau untuk menulis diselembar kertas,” jelas Sukardi saat menyampaikan materinya.

Muhammad Yasin selaku dosen pamong kelompok dua berharap, dengan diadakanya Pelatihan Literasi Borneo bisa menjadikan ajang belajar dan bisa memicu semangat peserta untuk menulis.
“Harapanya dengan kegiatan ini tentunya bisa menambah ilmu baru terkait tulis menulis juga bisa menambah semangat kawan-kawan Ansor dan mahasiswa untuk menulis dan berkarya.” harap dosen pamong yang akrab dengan julukan Yasin.

Reporter : Aris Mustofa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here