Prodi PAI Akhiri Perkuliahan Dengan Seminar

0
363

wartaiainpontianak.com – Berakhirnya mata kuliah Pendidikan Karakter semester 2 Program Studi PAI (Pendidikan Agama Islam) kelas A dan B ditutup dengan seminar dengan mengusung tema “Membangun Karakter Bermartabat Menuju Generasi Hebat” Sabtu, (20/07/19) di UPT Biro AUAK lantai 2 IAIN Pontianak.

Kegiatan ini telah menjadi kebudayaan setiap semesternya bagi dosen pengampu dari mata kuliah tersebut yaitu Dr. H. Yapandi, M.Pd yang telah berlangsung sejak tahun 2013. Namun, pada tahun 2013 belum mengundang pihak luar seperti para pakar yang saat ini dihadiri oleh Prof. Dr. H. Aunurrahman, M.Pd. Mulai tahun 2015 kegiatan ini berinisiatif mengundang pihak luar seperti Ketua prodi, dekan dan beberapa dosen dari kampus lain.

Pihak luar ini dihadirkan untuk menyemangati para mahasiswa dalam mengikuti seminar pendidikan karakter. Namun sayangnya, kegiatan ini selalu minim peserta padahal dari pihak panitia telah mengundang.
“Secara kampus ini dibangun dengan bebarapa pilar yang harus dijaga seperti pendidikan melalui penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan seminar ini merupakan kegiatan akademik. Mahasiswa jangan seperti anak SMA. Kegiatan akademik ini harus dibangun dan kegiatan seminar ini sepenuhnya dihadiri oleh mahasiswa semester 1 dan mahasiswa semester 2, ” tutur Yapandi selaku dosen pengampu.

Dalam kesehariannya ini, mata kuliah pendidikan karakter yang diampu oleh Yapandi ini memiliki keadaan yang berbeda dengan dosen lainnya. Yapandi menerapkan metode perkuliahan yang bebas bahkan ada nya sebuah praktek seperti menjadi pembawa acara, anancer, pembaca do’a dan pemakalah.
“Saya ingin budaya akademik ini terlaksanakan kepada seluruh mahasiswa yang merasa dirinya sebagai mahasiswa karena mahasiswa harus membudayakan budaya akademik,” jelas Yapandi.

Ahmad Jumadi mahasiswa program studi pendidikan agama islam kelas A semester 2 , selaku ketua panitia dan pemakalah untuk mewakili kelas A menuturkan bahwa kesulitan menjadi ketua panitia adalah mengumpulkan keanggotaan panitia. “Keanggotaan panitia ini yang berasal dari kelas A dan B yang tersusun atas dasar sukarela. Kesulitan dalam mengumpulkan panitia ini dikarenakan minggu ini adalah minggu pengakhiran UAS dan telah banyak yang telah menyusun jadwal untuk pulang kampung sehingga memiliki tantangan bagi saya selaku ketua panitia untuk mengumpulkan panitia,”

Ahmad Jumadi merasa beruntung dapat menjadi pemakalah hari ini, terlebih didepan Professor.
“Ilmu untuk menjadi pemateri apalagi di depan professor adalah kesan yang luar biasa dan pesan saya mudah-mudahan panitia maupun pemateri lebih mantap dari ini, ” kata Ahmad.

Menurut penuturan Laili Amalia mahasiswi program studi pendidikan agama islam semester 2 kelas B dalam menjadi pemakalah tidak memiliki kesulitan. Laili beranggapan ini adalah sebuah proses pengujian jati diri didepan banyak orang dan itu salah satu hal yang merupakan suatu kebanggan tersendiri.
“Saya merasa bahagia, tertantang dan adanya kebanggan dalam diri dan mari kita perbaiki karakter di era millenial ini sesuai dengan tema bahwa dengan peran pendidikan islam bisa untuk membentengi diri dalam problematika yang ada di era millenial.” tutup Laili.

Reporter: Feby Kartikasari

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here