STQ Nasional, Akademisi IAIN : Catatan Sejarah Tuan Rumah Musti Dimaksimalkan

0
755
Panggung STQ Nasional di Aula Syeikh Abdul Rani Mahmud IAIN Pontianak, salah satu veneu perlombaan cabang hafidz Hadis dan sanadnya. Foto : Farli Afif/WARTA
Panggung STQ Nasional di Aula Syeikh Abdul Rani Mahmud IAIN Pontianak, salah satu veneu perlombaan cabang hafidz Hadis dan sanadnya. Foto : Farli Afif/WARTA

wartaiainpontianak.com – Seleksi Tilawatil Quran (STQ) Nasional ke-XXV Tahun 2019 digelar di lima lokasi di Kota Pontianak, Kalimantan Barat mulai 27 Juni sampai dengan 6 Juli 2019.

Aula Syeikh Abdul Rani Macmud IAIN Pontianak menjadi satu diantara venue kegiatan perlombaan. Berkaitan dengan hal tersebut secara tidak langsung menjadikan momentum bersejarah bagi IAIN Pontianak dalam pelaksanaan STQ Nasional ini.

Mengingat ini adalah pertama kalinya Kalimantan Barat menjadi tuan rumah STQ Nasional. Seperti yang dikatakan Dr. Harjani Hefni LC, Wakil Dekan I Fakultas Ushuludin Adab dan Dakwah (FUAD).

“Dari seluruh Indonesia, alhamdulillah akhirnya kita baru berkesempatan dan mereka dapat berkunjung ke kampus kita,” tutur Harjani Hefni, saat diwawancara WARTA, Jumat 28 Juni 2019.

Sebagai bentuk rasa syukur, Harjani Hefni bilang sebagai tuan rumah yang baik perlu untuk menjaga kebersihan. Selain itu menyapa para tamu dengan seramah-ramahnya.

“Jika mereka ada sesuatu mungkin bingung mau melakukan apa di kampus kita, kita bisa membantu mereka,” ujarnya.

Sebagai tuan rumah pula, seperti yang dikatakan Harjani Hefni, bahwa seluruh masyarakat kampus dapat membantu para peserta semaksimal yang dapat dilakukan,” katanya.

Tidak sebatas itu, dari segi keilmuan Harjani Hefni berharap agar mahasiswa IAIN bisa menjadikan motivasi mereka untuk IAIN yang lebih baik. “Kita juga sangat bersyukur, karena yang diperlombakan di IAIN Pontianak ini adalah lomba hafal Hadis, dengan 100 Hadis beserta sanadnya,” tuturnya menambahkan.

Lanjut dia, ini merupakan acara ekpedisi pertama yang akan diperlombakan dan menjadi lomba STQ untuk berikutnya nanti. “Jadi kampus kita mencatat sejarah sebagai tuan rumah, untuk pertama kalinya IAIN Pontianak secara Nasional,” ucapnya lagi.

Harjani Hefni berharap banyak mahasiswa yang menyaksikan perlombaan STQ Nasional. “Karena ternyata di saat seperti ini masih banyak anak-anak muda yang dengan lancar menghafal sanad-sanad hadis,” tuturnya.

Selain itu pula, mahasiswa dapat menambah wawasan terkait hadis yang begitu banyak. Ditampilkan oleh orang-orang pilihan dari seluruh Indonesia. “Mudah-mudahan menjadi motivasi untuk teman-teman yang ada di Kota Pontianak ini. Karena sebagai bentuk cinta kita kepada Rasulullah,” ucapnya menambahkan.

Dekan II FUAD, Dr. Syahril pun berpendapat sama. STQ Nasional tahun 2019 bisa menjadi momentum institusi untuk menyiarkan IAIN Pontianak ke seluruh Indonesia. Hal tersebut karena akan banyak daerah yang akan hadir.

Syahril meyakini dalam hal kualitas dan kuantitas IAIN Pontianak beruntung ditempatkan sebagai tuan rumah,” ujarnya, Jumat 28 Juni 2019. Dia menambahkan STQ Nasional ini menjadi ajang promosi IAIN Pontianak kepada para tamunya.

Maladi Noor MA, selaku Dosen IAIN Pontianak menanggapi kesempatan IAIN Pontianak menjadi tuan rumah adalah suatu hal yang menguntungkan. Terutama akan memberikan semangat bagi mahasiswa. “Bisa menjadi ajang promosi,” kata Dosen yang aktif mengajar di Fakultas Ekonomi Bisnis Islam (FEBI) itu.

Reporter : Sapto Nur Cahyo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here