Menggali Prestasi di Wadah UKM Kampus

0
830
Komunitas Santri IAIN Pontianak
Komunitas Santri IAIN Pontianak

Banyak mahasiswa yang menganggap jika nilai akademik atau Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tinggi akan menjamin keberhasilan mahasiswa di kemudian hari. Perlu diperhatikan bahwa nilai akademik bukan satu-satunya yang menjadi tolak ukur keberhasilan mahasiswa. Banyak mahasiswa yang lebih mementingkan nilai IPK tinggi dari pada cara menerapkan ilmu yang mereka dapat di perkuliahan ke dalam dunia nyata.

Berbagai kampus di Indonesia pasti memiliki Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang mana merupakan tempat  mahasiswa untuk mengembangkan minat dan bakat. Baik keahlian masing-masing mahasiswa dan kemampuan untuk bersosialisasi dengan dunia luar. Dengan adanya UKM di setiap kampus dapat menggali kualitas mahasiswa yang tidak hanya kualitas di bidang akademik tetapi dapat berprestasi di luar akademik.

Selain untuk menghilangkan rasa jenuh karena rutinitas kuliah, juga banyak sekali sisi positif yang dapat diambil dalam salah satu kegiatanya. Seperti kita dapat mengenal mahasiswa dari jurusan lain lebih banyak. Lebih banyak teman memungkinkan kita untuk lebih mendapatkan infomasi yang mungkin berguna untuk kita nantinya. Sebagai seorang mahasiswa kita layak untuk memanfatkan UKM sebagai sarana pengembangan diri dan pencarian jati diri.

Terkadang mahasiswa juga tidak tahu seberapa penting UKM yang ada di kampus. Seperti contoh beberapa UKM dan UKK yang ada di IAIN Pontianak. Komsan(komunitas santri), LPM (lembaga Pers Mahasiswa), Mapala, Band, Pramuka, KSR PMI dan masih banyak lagi.

Beberapa minggu lalu, Komunitas Santri mengadakan pertunjukan teater yang diperankan oleh para pemain muda atau baru. Kegiatan tersebut diadakan 2 hari berturut-turut dengan tema lakon yang diangkat ialah “Pencuri Make Up”. Menurut penuturan salah satu pemain yang saya wawancara, ” dia merasa senang sekaligus bangga, karena sudah lama ingin menampilkan pementasan drama, bersaing dengan banyaknya mahasiswa untuk bergabung di UKM ini, membutuhkan banyak pengorbanan mukai dari waktu, tenaga bahkan uang.

“Tetapi semua terbayar setelah pementasan pertama saya, yang dihadiri teman-teman dan kedua orangtua saya. Di sisi lain juga senang dapat menghibur para penonton. Tentu saja dengan perasaan nerveous juga muncul saat itu, mendadak saya demam panggung. Tapi itu adalah awal permulaan saya untuk terus berprestasi di dunia drama” ujar Ainun Mardiah Zulka, Semester 2, jurusan Akutansi Syariah.

Dari penuturannya dapat kita ambil pelajaran bahwa tekad yang kuat dapat menghasilkan karya yang maksimal baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Dapat menghibur orang lain menjadi nilai yang cukup untuk membayar usaha mereka. Komsan (Komunitas Santri) dalam pementasan tersebut juga sembari merayakan ulang tahunnya, yang dimana usia komsan kini tidak muda lagi sekaligus juga mengundang para alumni serta para sutradara-sutradara maupun pemain teater yang terkenal di Kalimantan Barat.

Dengan melakukan pemotongan tumpeng secara simbolis dilakukan oleh Wakil Dekan III, Firdaus M.M, dalam beberapa sambutannya beliau mengatakan “ Jangan hanya  menjadikan mimik wajah lucunya saja yang berprestasi, tetapi akademisinya juga”. Dari kata-kata tersebut dapat kita ambil manfaatnya, bahwa tidak hanya sebuah karya di luar saja yang dapat dijadikan patokan dalam berprestasi tetapi nilai akademisi juga harus berprestasi.

Jadi letak diantara keduanya adalah seimbang. Apalagi jika keduanya sama-sama berprestasi bukankah sangat membanggakan untuk diri sendiri, orang lain dan kampus kita. Ada banyak cara untuk menuju kesuksesan tetapi itu akan terwujud jika dari dalam diri seseorang ada niat dan tekad kuat untuk berjuang menggapainya. Ada sebuah kutipan mengatakan “ usaha tidak akan menghianati hasil”, marilah terus mencoba, jangan mudah patah semangat, jika di pertengahan usahamu kau terjatuh mari bangkit kembali, kejar tekad itu.

Penulis : Neisya Arrahmi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here