Seminar Psikologi : Kesehatan Mental dalam Perspektif Kultural

0
492

wartaiainpontianak.com -Jauharatussa’diyah, S.Psi , M.Si dosen jurusan psikologi Islam IAIN Pontianak memberikan penjelasan mengenai kesehatan mental dalam perspektif cultural. Hal tersebut ia sampaikan pada seminar psikologi yang dilaksanakan di Aula Rektorat lantai 4 IAIN Pontianak, Senin 12 Maret 2019.

Peserta seminar datang sesuai dengan waktu yang telah dijadwal yakni pukul 10:00 WIB. Ratusan mahasiswa yang mengenakan pakaian rapi duduk dengan antusias menyimak.

Beliau memaparkan kondisi indonesia saat ini. Jauharatussa’diyah mengatakan kesehatan mental mencakup beberapa hal yakni di antaranya mental yang harus dimantapkan. Tingkat emosional seseorang pun harus dikontrol .

Kata Jauharatussa’diyah, untuk bisa mengontrol hal itu maka seseorang harus mampu menempatkan sesuatu pada tempatnya. Kematangan secara sosial adalah dia dapat memposisikan tugasnya seperti apa yang diwajibkan, sehingga tidak tau kesalahanya.

Seseorang harus punya target, dengan begitu kata dosen sekaligus pembicara ini, seseorang bisa kenal dengan dirinya sendiri. “Jadi ketika seseorang ingin sesuatu maka harus punya target agar tau dan tidak bingung dalam hidupnya,” ujar Jauharatussa’diyah.

Oleh karena itu strategi dalam hidup harus dimulai dari sekarang. Sebab orang yang sukses itu punya strategi dengan jalannya sendiri. Bagaimana seseorang mengemban tanggung jawab menghadapi problamatika.

Berhubungan dengan hal itu, menurut dia mahasiswa pun punya tanggung jawab seperti dalam hal perkuliahan yang semestinya berjalan baik. Begitu pula dengan kegiatan di organisasi juga harus baik walaupun menjadi aktivis.

Dia menuturkan, orang hebat berasal dari orang yang salah, sehingga ia mampu memperbaiki dirinya. Jadi segala hal harus dihadapi. Individu akan mampu menghadapi kenyataan hidup dengan perasaan senang tentram dan bahagia.

Selain itu dalam kesempatan menjadi pembicara itu, dia juga menyebutkan ciri-ciri mental yang sehat. Di antara ciri tersebut yakni mampu menghadapi apa yang telah terjadi. “Kebudayaan indonesia itu sangatlah beragam semua itu disebabkan oleh munculnya perbedaan suku, bahasa, adat istiadat,” ucapnya.

Realita yang terjadi saat ini banyak perubahan perilaku yang terjadi. “Orang tua, guru, mahasiswa sangat berperan penting untuk kelangsungnya,” kata dia.

Menurut Prof. Dr. Subandi, MA, Ph.D kesehatan mental tergantung dari kebiasaannya. Merujuk penelitian Word Health Organization (WHO) berpendapat, ganguan jiwa di negara berkembang jauh lebih baik dibandingkan negara maju. Salah satu alasanya karena karakter masyarakat negara maju yang bersifat individualistik sehingga kurang memberikan dukungan sosialnya dibandingkan masyarakat negara berkembang.

Selain itu pengidap ganguan jiwa perlu dukungan dari lingkungan sekitar ataupun lingkaran sosial. Metode Islam dalam merealisasikan kesehatan mental seperti melakukan penguatan dimensi spritual, menguasai dimensi biologis, olahraga, smile, saling menghargai, mendukung satu sama lainnya dan positif thinking.

Reporter : Liana

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here