Membaca Peluang Lulusan FUAD

0
846

wartaiainpontianak.com – Wakil Gubernur Kalimantan Barat , Drs. H. Ria Norsan MM. MA. memberikan kuliah umum membahas lulusan Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) setelah menempuh gelar sarjana kelak. Kegiatan itu dilaksanakan di Aula Syeikh Abdul Rani Machmud Al-Yamani IAIN Pontianak, Senin 11 Maret 2019.

Peserta kuliah umum memadati ruangan aula mulai pukul 08:00 WIB. Mereka yang berstatus mahasiswa berpakaian almamater dan duduk lesehan di karpet merah yang sudah disiapkan. Selain itu seluruh civitas akademik FUAD juga turut hadir. Namun molor, kuliah umum baru bisa dimulai sekitar pukul 10:00 WIB.

Kegiatan dibuka dengan bacaan ayat suci Al-Qur’an yang dilantunkan oleh mahasiswa yang merupakan tahfidz Qur’an dari 5 juz sampai 30 juz. Mereka saling bersambut-sambutan dari ayat satu ke ayat lainnya.

Dekan FUAD, Dr. Ismail Ruslan M.Si mengatakan tentang jurusan yang ada di Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah dengan menampilkan video profil FUAD di peserta, baik mahasiswa, pejabat rektorat maupun Wakil Gubenur Kalbar.

Rektor IAIN Pontianak, Dr. Syarif S.Ag, M.A membuka secara resmi kuliah umum tersebut. Wakil Gubernur Kalbar, Ria Norsan yang diundang sebagai pembicara berbicara mengenai solusi yang menarik tentang peluang lulusan FUAD.

Beliau mengatakan kondisi dunia saat ini yang merupakan era globalisasi. Dampaknya sesuatu yang dekat bisa terasa jauh, yang sulit akan terasa mudah. Namun harus hati-hati karena ada dampak positif dan negatifnya. “Dampak positifnya teknologi semakin canggih pekerjaan semakin mudah sedangkan dampak negatifnya globalisasi kita lebih bebas menyampaikan ide yang bohong, perilaku yang tak senonoh akibat tidak dapat menyaringnya,” ujarnya.

Bahkan di era revolusi ini di dunia konduktif, bonus demokrafi usia produktif lebih besar dar usia non produktif sehingga membuat lapangan pekerjaan semakin sulit dan sedikit. Dari 231000 desa di Kalbar namun hanya satu desa yang mampu mandiri yaitu salah satu desa di Kabupaten Kayong Utara.

” Usia produktif pada dasarnya dimulai dari usia 20-45 tahun. Pada dasarnya manusia tergantung dirinya jika ia ingin berubah maka harus ia merubahnya sebab Allah telah berfiman Allh tidak akan mengubah asib suatu kaum kecuali ia merubahnya,” ucapnya.

Bahkan perlu diingat, seperti yang disampaikan Ria Norsan, ketika kamu suka belum tentu Allah suka. Manusia cukup berusaha dan berdoa. “Sebab orang yang bersungguh-sungguh pasti akan bisa dan perlu kita sadar bahwa manusia dikejar oleh waktu. Maka dari itu harus menggunakan waktu sebaik-baiknya.

Setelah penyampaian kuliah umum dilanjutkan dengan pemberian penghargaan kepada mahasiswa berprestasi yang telah mengharumkan nama FUAD. Yakni meraka yang mampu bersaing dari kancah provinsi, nasional bahkan intetnasional.

Reporter : Liana

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here