Kisah Pedagang di Balik Wisuda IAIN, Terobos Pintu Belakang

0
747
Foto : Sapto Nur Cahyo / wartaiainpontianak.com
Foto : Sapto Nur Cahyo / wartaiainpontianak.com

wartaiainpontianak.com – Wisuda Sarjana dan Pasca Sarjana periode pertama tahun 2019  yang digelar di Gedung Sport Center Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak,  tidak hanya mendatangkan tamu undangan dari pihak akademik maupun sanak keluarga wisudawan, namun juga mengundang berbagai macam pedagang kaki lima untuk berjualan, Kamis 28 Maret 2019.

Prosesi wisuda sebanyak 431 sarjana program S1 dan S2U berakhir khikmat. Hujan dengan intensitas ringan turun membasahi jalan. Serentak pedagang kaki lima melindungi dagangan mereka yang tidak beratap.

“Awalnya tidak menyangka bahwa akan turun hujan, karena tadinya cuaca panas,” ucap Nuraini (30) penjual minuman. Mulanya cuaca yang mendukung, meyakinkan para pedagang untuk berjualan meski menerobos celah pintu gerbang belakang IAIN Pontianak.

Pedagang mengaku bahwa kegiatan wisuda tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya. Jika tahun sebelumnya, mereka bebas berjualan di lingkungan IAIN, tapi sekarang mereka terbatas.

“Sebelum berjualan kami lapor terlebih dahulu, tapi kite tidak boleh berjualan ke depan depan. Karena di sana sudah ada yang pakai stand berbayar karena mereka Expo. Kami baru bise masuk Jam 9 pagi . Itu pun lewat celah-celah pagar,” ujar Suharti penjual minuman pula.

Namun Suharti mengaku tahun ini peraturan berjualan di IAIN berbeda dari sebelumnya. Namun karena sudah terlanjur mengeluarkan modal membeli dagangan, mau tidak mau dia harus berjualan. “Kamek inikan udah bermodal, udah capek-capek pergi. Jadi maok dak maok berusaha untuk jualan,” kata Suharti sedikit mengeluh.

Pedagang seperti Suharti mengaku telah berjualan di setiap acara Wisuda IAIN, tahun ini sungguh merasa hal yang jauh berbeda. “Jangankan untung, untuk balik modal saja kewalahan,” tutur Suharti.

Tidak hanya Suharti dan Nuraini, pedagang sate, bucket bunga, pedagang asongan, hingga pernak-pernik pun bernasib sama. Memaksakan tetap berjualan.


“Jangankan untung, untuk balik modal saja kewalahan,”


Suharti

Di samping itu, Ketua Panitia pengadaan Stand Expo Muslim Product mengungkapkan bahwa sistem ini adalah bentuk keinginan Rektor IAIN Pontianak, Dr. Syarif MA agar proses wisuda berjalan lancar, aman dan nyaman di IAIN.

Reporter : Sapto Nurcahyo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here