Menang Perhitungan Suara, Tamam Optimis IAIN ke Kancah Internasional

0
572
Khairul Tamam dan Ketua KPRM IAIN Pontianak ketika sesi rekapitulasi suara pemilihan raya mahasiswa, Kamis 10 Januari 2019
wartaiainpontianak.com/Farli Afif

wartaiainpontianak.com – Komisi Pemilihan Raya Mahasiswa (KPRM) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak telah mengadakan Pemilihan Raya Mahasiswa (PEMIRAMA) yang diselenggarakan di lingkungan Kampus IAIN Pontianak. Agenda yang disebut sebagai pesta demokrasi ini dimulai dari pukul 08.00 WIB hingga 14.00 WIB, Kamis 10 Januari 2018 kemarin.

Sebanyak tiga Tempat Pemungutan Suara ( TPS ) , tersebar di titik sesuai fakultas. Yakni Gedung Prof. Dr. KH. Syaifudin Zuhri (Tower A) sebagai TPS khusus untuk mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK). Gedung Abdurrahman Abror (Tower B) TPS untuk mahasiswa Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam (FSEI). Serta Gedung Syariah lama sebagai lokasi TPS untuk Mahasiswa Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD).

Menurut data yang dikeluarkan oleh Pihak KPRM bahwa Daftar Pemilih Tetap (DPT) Se- IAIN Pontianak Berjumlah 5891 Mahasiswa. Pesta Demokrasi yang berlangsung selama 6 jam ini berakhir pada sesi rekapitulasi suara yang dilaksanakan di Gedung Sport Center IAIN Pontianak.

Demi menjaga keamanan, Pihak KPRM bekerja sama dengan Resimen Mahasiswa (MENWA) IAIN Pontianak untuk mengamankan jalannya sesi ini hingga selesai. Sesi penghitungan suara ini dihadiri oleh kedua Pasangan Calon (Paslon), seluruh petugas KPRM, Saksi-saksi serta Wakil Presiden Mahasiswa Periode 2018 – 2019 yaitu Rosul.

Hasil perhitungan suara memperlihatkan, kedua pasangan calon cukup ketat dengan perolehan suara di setiap fakultas yang tak berbeda jauh. Hasil pemungutan suara di TPS fakultas FTIK, pasangan nomor urut 2 yakni Kharul Tamam dan Badrus Sholeh jauh lebih unggul dengan jumlah 417 suara, sedangkan untuk pasangan nomor urut 1, Khairussalam dan Astri hanya mampu mendapatkan suara sebanyak 262 suara.

Walaupun berbeda tipis dari pasangan Tamam-Badrus, TPS FSEI dimenangkan oleh pasangan Salam-Astri dengan 201 suara. Sedangkan Tamam-Badrus hanya mendapatkan 193 suara.

Sedangkan hasil rekapitulasi di TPS FUAD, pasangan calon nomor 2 cukup menarik hati para mahasiswa fakultas tersebut dengan kembali mengungguli pasangan calon nomor urut 1. Hasil perhitungan di TPS FUAD, Paslon 1 meraih 176 suara, sedangkan paslon 2 mendapatkan 183 suara.

Berdasarkan jumlah perhitungan suara tersebut, KPRM menyimpulkan bahwa pasangan calon nomor 2, Khairul dan Sholeh keluar sebagai pemenang dalam PEMIRAMA tahun 2019 dengan jumlah 793 suara. Sedangkan pasangan calon nomor 1, Salam dan Astri hanya mampu meraih sebanyak 639 suara. Hasil perhitungan tersebut menyimpulkan pasangan calon nomor urut 2 Kahirul Tamam-Sholeh secara resmi ditetapkan sebagai Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa IAIN Pontianak Periode 2019 – 2020.

Setelah menyaksikan langsung perhitungan suara yang diadakan di Sport Center IAIN Pontianak, Khairul Tamam mengungkapkan rasa syukur dan ucapan terima kasih kepada semua yang terlibat dalam Pesta Demokrasi ini. “ Terima Kasih yang sebesar-besarnya kepada keluarga besar mahasiswa IAIN Pontianak atas partisipasinya dalam pesta demokrasi dan alhamdulillah kami pasangan calon nomor 2 terpilih menjadi presiden dan wakil presiden Mahasiswa IAIN pontianak tahun 2019 -2020,” tuturnya.

Sebelum menutup pembicaraannya, Tamam berpesan kepada seluruh mahasiswa IAIN Pontianak untuk bersama-sama membawa kampus IAIN hingga ke kancah Internasional. “ Pesan kami nanti kedepannya, mahasiswa khususnya seluruh keluarga besar mahasiswa IAIN Pontianak mari kita bersama-sama membangun kampus kita kedepan agar kampus kita IAIN Pontianak lebih mantap lagi, bukan hanya di kancah nasional tetapi juga mari kita bawa kampus kita ke kancah Internasional,” ujarnya.

Tamam mengatakan mahasiswa perlu mengetahui bahwa kampus IAIN Pontianak mempunyai target menuju UIN Itu pada tahun 2022. “Mudah-mudahan ini dapat tercapai secara maksimal dan IAIN Pontianak akan selalu jaya kedepannya,” katanya.

Sebelum menutup sesi perhitungan suara, calon Presma nomor urut 1, Khairussalam berpesan kepada Presma dan Wapresma terpilih agar membawa Kampus IAIN Pontianak mendekati perubahan statusnya menjadi UIN. ”Bawalah nama IAIN lebih besar lagi bukan berarti besar kampusnya. bawalah IAIN lebih baik lagi, tidak hanya IAIN tapi ayo kita tingkatkan lagi bahwa IAIN ini fakultas Islam ini adalah fakultas yang terbaik,” tutur Khairussalam.

Senada dengan yang disampaikan Tamam, Salam berharap IAIN bisa menjadi UIN di periode selanjutnya. “Saya harap Presma terpilih untuk melibatkannya dalam membantu kepengurusan Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) yang akan datang,” ucapnya.

“Karena saya tidak terpilih, mungkin terserah kawan-kawan apakah masih ingin dilibatkan dipengurusan, yang jelas saya minta. Ketika saya mencalonkan diri sebagai presiden berarti saya siap membawa nama kampus menjadi lebih baik, kalau saya kalah berarti saya juga harus ikut andil dalam menyukseskan IAIN lebih baik lagi kedepannya,” ujarnya.

Reporter : Farli Afif
Editor : Imam Maksum

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here