Lawan Korupsi, KPK Screening 7 Film Terbaik ACFFest 2018

0
769
wartaiainpontianak.com – Film merupakan salah satu karya seni yang sangat digemari oleh orang-orang di seluruh dunia. Salah satunya Indonesia. Banyak karya-karya yang dihasilkan oleh anak bangsa melalui karya seni yang satu ini . Selain sebagai hiburan, film juga difungsikan sebagai media untuk menyampaikan atau mengkampanyekan suatu hal.

Farli Afif, Pontianak

Seperti halnya antikorupsi. Bukan lagi sesuatu yang langka, korupsi di Indonesia sudah tak dapat lagi dibendung. Maka daripada itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengadakan sebuah program yang merupakan salah satu langkah KPK untuk menekan angka korupsi di indonesia yaitu “Anti Corruption Film Festival (ACFFEST ).

Memasuki tahun 2018, KPK kembali menggelar ACFFEST 2018 dengan tema “Integrity Starts From You, Make Your Movie”. Sebanyak 183 proposal yang diajukan oleh penggiat film di seluruh tanah air. Kemudian KPK menetapkan 7 finalis film ACFFEST 2018 yaitu, Blessed, One Second, Subur Itu Jujur, Kurang 2 Ons, Sekeping Tanggung Jawab, Jimpitan, dan Baskoro ke Wukir.

Diantara 7 film tersebut, KPK mengumumkan Film yang Berjudul Jimpitan Keluar sebagai Juara pertama di ACFFEST 2018. Setelah melewati proses yang panjang hingga berakhir dipenentuan  finalis dan juara. Kemudian KPK menayangkan film-film terbaik karya anak bangsa tersebut melalui acara Premiere Anti Corruption Film Festival 2018. Acara ini digelar di Canopy Center, Jalan Purnama 2, Pontianak dan dihadiri oleh mahasiswa dan para penggiat film Pontianak.

Setelah menayangkan 7 film tersebut, dilanjutkan dengan sesi talkshow yang menghadirkan 2 orang terbaik dari dua film tersebut, yaitu Fitto sebagai sutradara  film Sekeping Tanggung Jawab dan Pawadi Jihad sebagai produser film Kurang 2 Ons. Agar talkshow lebih menarik, KPK  menyiapkan souvenir bagi para peserta yang bertanya.

Fitto sebagai sutradara film Sekeping Tanggung Jawab beranggapan kalo satu usaha untuk menindak korupsi itu tidak cukup. ” Karena kita lihat, semakin banyak kasus maka semakin banyak pula yang ditangkap sama kpk. Jadi usahanya dengan mencegah,” kata Fitto.

Mungkin dengan cara menggurui, orang akan bosan dan kalau disuruh maka akan menolak. Menurutnya ini merupakan cara yang bagus dari KPK bikin kampanye untuk mencegah korupsi dengan cara melalui karya-karya seni.

“Melalui film ini, saya ingin menyampaikan tentang memegang teguh amanah. Menurut saya koruptor itu bisa korupsi karena kurang amanah dengan tanggung jawabnya dia. Jadi saya pengen angkat tentang amanah gitu lah. Karena sekecil apapun, amanah itu tetap harus dikerjakan,” ucap Fitto.

Fitto berharap semoga film ini dapat menginspirasi orang. “Mungkin kalau mencegah biasanya nggak langsung dan bisa keliatan aksinya,” tuturnya.

Pawadi Jihad selaku produser film Kurang 2 Ons mengatakan bahwa  keinginan tim produksi untuk menyajikan bagaimana melawan korupsi. “Paling tidak kita bisa mencegah korupsi dan itu bisa kita lawan dan bisa kita cegah melalui hal-hal kecil disekitar kita. Mungkin dengan anak-anak kita sendiri dan orang-orang terdekat kita,” tutur Pawadi Jihad.

Menurut Pawadi, timnya tidak ingin mengkampanyekan bagaimana cara  berbuat jujur kepada diri kita sendiri. “Dengan adanya anti corruption festival saya merasa sangat senang sekali karena anti corruption festival ini mengajak kaum muda khususnya penggiat film menyuarakan anti korupsi melalui sebuah karya yang notabennya karya berbentuk sebuah film dan mempunyai pengaruh besar kepada penonton sehingga ketika ingin menyuarakan anti korupsi ini aku rasa salah satu cara yang smart untk bagaimana cara untuk dekat dengan orang-orang di sekitar kita,” kata Pawadi.

Pawadi Jihad berharap agar ke depan KPK terus adakan anti corruption film festival. ” Karena ini adalah suara para pemuda bagaimana cara untuk melawan korupsi,” harapnya.

Reporter : Farli Afif

Editor : Imam Maksum

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here