Bank Indonesia Lakukan Gerakan Peduli di Daerah Perbatasan

0
554

wartaiainpontianak.com – Bank Indonesia bersama Generasi Baru Indonesia (GenBI) Kalimantan Barat (Kalbar) mengadakan kegiatan Gerakan Peduli Pendalaman Perbatasan Pendesaan dan Kepulauan (BP4K) di Kecamatan Sajingan Besar Kabupaten Sambas. Kegiatan tersebut berlangsung sejak tanggal 5 hingga 8 April 2018.

Satu di antara bentuk kegiatan BP4K yaitu bantuan perenovasian PAUD Mulia Kasih Dusun Beruang Desa Trans Sebunga. Serta pembuatan lapangan bermain untuk PAUD.

“Ini merupakan bagian dari kegiatan Gerakan Peduli Perbatasan Pedalaman Pedesaan dan Kepulauan (GP4K). Dengan ini menujukkan perhatian kita pada daerah perbatasan pula,” kata Prijono, Kepala Kantor Perwakilan wilayah Bank Indonesia (KPwBI) Kalimantan Barat.

Selain itu bentuk kegiatan tersebut juga berupa pengecatan, pembuatan lapangan dan pagar serta cek kesehatan untuk masyarakat sekitar perbatasan.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Anggota DPR RI Pusat Komisi XI, Ir Michael Jeno, MM, Kepala OJK dan Kepala Bank Mandiri wilayah Kalbar pada Minggu tanggal 8 April 2018. Pada hari peresmian tersebut, dilakukan prosesi gunting pita di PAUD Mulia Kasih oleh Bapak Michael Jeno.

Kepala Bidang Lingkungan Hidup GenBI Kalbar, Muhammad Surya mengatakan tujuan dari kegiatan ini yaitu ingin menyentuh dan merasakan apa yang mereka masyarakat perbatasan rasakan. Namun menurut Surya, selama kegiatan berlangsung ada beberapa kendala yang mereka hadapi. “Kendalanya mungkin keterbatasan alat-alat bangunan, tapi alhamdulillah bisa terarasi,” kata Surya.

Surya berharap kegiatan seperti ini ke depannya dapat menembus daerah-daerah perbatasan atau pedalaman lainnya. “Dan bagi warga, semoga apa yg kami berikan bisa bermanfaat dan menjadi penyemangat untuk menuntut ilmu dan mengembangkan pendidikan,” ucap Surya.

Ketua BPD Sebunga, Yuniman menyampaikan rasa syukurnya kepada Bank Indonesia yang telah membantu pembangunan di PAUD. “Sebab apabila mengandalkan dana dari Pemerintahan Desa (Pemdes) maka dana untuk merenovasi tidak mencukupi,” kata Yuniman melansir tribunpontianak.co.id.

“Gedung yang dipakai PAUD ini dari sumbangsih desa. Kalau dari kami tentu memiliki keterbatasan, sehingga ini sangat membantu sekali,” kata Yuniman.

Reporter : Imam Maksum
Editor : Sulistyo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here