Jumat, Februari 23, 2024
BerandaWarta ArtikelMerawat Keberagaman di Pontianak Berarti Menghapuskan Residu Konflik

Merawat Keberagaman di Pontianak Berarti Menghapuskan Residu Konflik

Wartaiainpontianak.com – Indonesia adalah negara dengan keanekaragaman yang amat banyak. Mulai dari keragaman budaya, agama, hingga bahasa dan suku bangsa. Dengan keberagaman yang teramat banyak itulah, Indonesia kerap dikagumi negara lain bahwasanya Indonesia aman dalam menjaga kerukunan. Namun, walaupun tampak aman, tidak semua benar aman. Karena konflik yang teramat mendalam, tidak akan terlihat oleh kasap mata, melainkan akan menjadi residu konflik. Konflik kemungkinan akan berulang apabila tidak ada yang mau merawat. Untuk itu, Indonesia masih terus berusaha merawat konflik agar terbentuk damai yang positif.

Berbicara damai, damai akan terbagi lagi menjadi damai negatif dan damai positif. Damai negatif adalah ketika perdamaian muncul ke permukaan namun, akar konflik akan terus tumbuh dari dalam diri sehingga membatasi lingkungan sosial. Sedangkan damai positif adalah proses panjang menghapus residu konflik. Sebenarnya, konflik bisa dibentuk oleh manusia dan juga bisa dirawat oleh manusia. Yang harus dilakukan masyarakat Indonesia saat ini adalah menyamarkan konflik yang dibentuk dengan penebaran perdamaian dari segala sisi. Selama ini, yang dirawat dan diperhatikan hanyalah suku atau agama yang berkonflik. Sedangkan yang tampak diam-diam saja kita anggap telah berdamai. Padahal, mereka tersulut api yang membesar dalam dirinya. Yang selanjutnya mengakibatkan pembatasan sosial dibatasi secara tak sengaja. Misalnya, tak ingin berteman dengan orang yang sukunya berkonflik di masa lalu. Atau bahkan saling menyambar kebencian dengan ragunya untuk berteman.

Kalimantan Barat, merupakan salah satu provinsi yang pernah mengalami konflik besar pada tahun 1997. Konflik antar suku saat itu tersulut dari masalah pribadi pada awalnya, kemudian membesar menjadi masalah komunal. Hingga saat ini, masih banyak sekali residu yang terus bergentayangan. Salah satunya yaitu antara suku yang masih membatasi pertemanan hingga percintaan bahkan untuk kembali ke tempat konflik saja dipersulit. Rumor yang terus beredar bahwasanya “apabila kembali, yang pulang hanya nama”. Rumor yang mengerikan diciptakan oleh orang yak tak gemar perdamaian. Bahkan saat hubungan percintaan pun harus dibatasi, melarang pernikahan apabila kedua mempelai dari suku yang berkonflik. Mirisnya lagi, dalam pertemanan timbul kecurigaan atau bahkan persaingan sehingga pertemanan hanya kenal nama saja cukup. Tidak perlu ada pertemanan yang dekat antar dua suku yang berkonflik. Hal yang mengerikan akan terus terjadi apabila tali konflik terus diikat.

Salah satu yang saat ini dilakukan oleh lembaga hingga pemuda Kalimantan Barat adalah menebarkan perdamaian dengan menjadikan Pontianak sebagai Rumah Bersama dan dibentuk Sekolah Pengelola Keberagaman pada bulan Juni 2021. Sekolah ini merupakan angkatan pertama di Pontianak. Hal lain yang terus dilakukan adalah mengajak anak muda untuk menjadi penggerak perdamaian dengan membuat sebuah kegiatan kemanusiaan. Seteleh kegiatan kemanusiaan dibuat, maka anak muda diajak untuk menjadi penggerak motor pedamaian. Anak muda dijadikan penggerak karena pengaruh anak muda untuk negara sangat besar sehingga negara membutuhkan anak muda yang cinta akan perdamaian.

Dapat disimpulkan, merawat keberagaman berarti mengikis konflik. Pengkisan konflik tidak akan terjadi apabila tidak ada yang mau menghapus stigma secara perlahan. Stigma akan terus ada apabila tidak ada yang bertindak untuk mengubah residu menjadi bentuk kerja sama. Bayangkan, apabila kecurigaan antar suku yang berkonflik akan terus ada, maka kegiatan sosial akan terhambat. Untuk itu, merawat keberagaman salah satu cara meredam residu.

Reporter : Feby Kartikasari
Editor : Mei Hani Anjani

Redaksi WARTA
Redaksi WARTAhttp://www.wartaiainpontianak.com
wartaiainpontianak.com merupakan media daring (online) yang dikelola oleh Lembaga Pers Mahasiswa (LPM ) WARTA, yang merupakan salah satu bentuk Unit Kegiatan Mahasiswa di lingkungan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak. Alamat redaksi wartaiainpontianak.com berada di Jalan Letnan Jenderal Soeprapto No. 19, Kelurahan Benua Melayu Darat, Kecamatan Pontianak Selatan, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat atau komplek kampus IAIN Pontianak Gedung Sport Center Bagian Barat. Iklan dan redaksi E-mail: lpmwarta1@gmail.com
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments