Sumber Foto : Tim PDD KKL Sungai Rengas
wartaiainpontianak.com – Kelompok Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Sungai Rengas IAIN Pontianak berkolaborasi bersama dengan pihak Masjid Nurul Fatah seskan kegiatan Safari Dakwah Ustadz Riza Muhammad Desa Sungai Rengas, Kubu Raya Jum’at, 28 Juni 2023.
Edwin A Wahab, S.T. selaku ketua Masjid Nurul Fattah menuturkan kontribusi dari Mahasiswa KKL IAIN Pontianak sangatlah besar sehingga dapat mempermudah jalannya kegiatan safari dakwah ini.
“Kolaborasi yang dilakukan oleh Mahasiswa KKL sangatlah membantu. Karena antara pengurus masjid, panitia safari dakwah dan mahasiswa dapat saling berkonstribusi dalam menciptakan acara pengajian yang khusyu’ dan kondusif, yang mana hal ini sangat menguntungkan baik bagi mahasiswa maupun pengurus masjid dan panitia safari dakwah. Bagi mahasiswa yaitu pengalaman untuk dapat menghandle suatu acara keagamaan dalam skala besar dan bagi pengurus masjid serta kepanitiaan safari dakwah mendapatkan bantuan secara real untuk terselenggaranya suatu acara penting di Desa” ungkap Edwin.
Kegiatan Safari Dakwah ini dilakukan dalam rangka menyemarakan peringatan Tahun Baru Islam 1445 Hijriyah. Yang mana kegiatan ini telah dilaksanakan oleh Ustadz Riza Muhammad sebanyak 33 kali di berbagai Wilayah. Desa Sungai Rengas menjadi tempat terakhir sebelum beliau kembali ke Jakarta besok pagi, dan beliau hendak melanjutkan beberapa agenda di Batam, Kepulauan Riau.
Kepala Desa Sungai Rengas, Bapak Hery Kurniawan, S.T. turut membersamai kegiatan ini, beliau mengucapkan terimakasih atas kedatangan tim Safari Dakwah Ustadz Riza ke Desa Sungai Rengas.
“Saya dan seluruh warga Desa Sungai Rengas turut berbahagia dan bersyukur atas kedatangan Ustadz Riza Muhammad ke desa kami. Semoga dengan kedatangan beliau dapat memberikan semangat baru dan motivasi bagi kita khususnya dalam beribadah, serta semoga kita semua senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT”, ujar Hery Kurniawan.
Dalam Safari dakwah ini ustadz Riza Muhammad dalam ceramahnya menyampaikan bahwa kita harus memahami makna Al-Qur’an kemudian mengajarkannya, jangan hanya pandai membacanya saja. Kemudian harus bisa jauh dari sifat iri dan dengki untuk dapat terhindar dari dendam, sehingga tidak menyebabkan terjadinya tindak kejahatan. Kemudian apabila suatu daerah banyak terjadi bencana, maknanya daerah tersebut masyarakatnya banyak melakukan maksiat, maka dari itu kita harus bisa memperbanyak melakukan hal positif, misalnya jauhi ghibah dan senantiasalah bersedekah.
Penyunting : Khijo
![]()





