Home / Berita / Kolam Penampungan Limbah Pabrik Sawit Di Kubu Raya Bocor, Warga Resah

Kolam Penampungan Limbah Pabrik Sawit Di Kubu Raya Bocor, Warga Resah

Sumber Foto : https://berkatnewstv.com/

 

 

wartaiainpontianak.com- Pontianak, 26 September 2024. Kolam penampungan limbah pabrik pengolahan buah sawit PT Ichiko Agro Lestari di Desa Kubu, Kecamatan Kubu, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, mengalami kebocoran belum lama ini. Kepala Desa Kubu, Hermawansyah, membenarkan kejadian tersebut.

“Iya, benar, sekitar dua minggu yang lalu kolam penampungan limbah pabrik tersebut bocor, tapi sekarang sudah aman,” ujar Hermawansyah ketika dikonfirmasi pada Kamis, 26 September 2024. Ia menambahkan bahwa penanganan segera dilakukan sehingga situasi kini terkendali.

Saat insiden terjadi, anggota dari Polres Kubu Raya turun langsung ke lapangan untuk memeriksa kondisi kolam penampungan. “Kemarin, dari Polres Kubu Raya ada turun ke lapangan mengecek kolam yang bocor tersebut,” tambahnya.

Hermawansyah juga menegaskan bahwa tindakan cepat dalam penanganan kebocoran ini menghindarkan masyarakat dari dampak yang lebih luas.

“Sementara karena cepat penanganannya, jadi dampaknya tidak dirasakan,” tegasnya.

Namun, menurut laporan Redaksisatu.id, warga Desa Sungai Terus yang berada di sekitar lokasi pabrik melaporkan adanya dampak yang meresahkan akibat limbah tersebut. Salah seorang warga mengeluhkan bahwa mereka adalah yang pertama terkena dampak, mengingat posisi Desa Sungai Terus yang berbatasan langsung dengan PT Ichiko Agro Lestari.

“Maaf Pak, ini sekadar keluhan kami, khususnya masyarakat Desa Sungai Terus yang terkena dampak limbah. Yang paling awal terkena dampak adalah kami, karena Desa Sungai Terus bergandengan langsung dengan perusahaan,” ungkap warga.

Warga juga menyampaikan kerugian yang mereka alami, terutama pada tambak ikan. “Dampak limbah kemarin itu, ikan betutu, udang, banyak yang timbul, bahkan tambak ikan tirus pun banyak yang mati,” tutupnya.

Peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran bagi warga setempat, meskipun pihak desa dan aparat setempat telah mengambil langkah-langkah penanganan darurat untuk meminimalisasi dampaknya.

 

Penulis : Aghisna 

Penyunting : Aal

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *