Fans Club Pontianak Ikut Bela Sungkawa Dengan Tabur Bunga dan Hidupkan Lilin

0
148

wartaiainpontianak.com Kejadian kanjaruhan mengundang pilu seluruh masyarakat Indonesia hingga dunia. Menjadi sejarah buruk sepak bola Indonesia, ratusan jiwa dalam tragedi Kanjaruhan berguguran usai  pertandingan BRI Liga 1 2022 antara Arema FC vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan pada sabtu malam kemarin. Peristiwa yang merekam sejarah buruk dimulai saat suporter menuju lapangan untuk memprotes pemain serta official tim yang kalah. Setelah protes tersebut, suporter dipukul mundur keluar lapangan dengan disertai penembakan gas air mata.

Dengan kejadian tersebut, fans club di pontianak adakan gerakan tabur bunga dan hidupkan lilin pada malam hari (03/10/202022) di Caffe Ninteen. Fans club mengkoordinir seluruh teman-teman fans club untuk menyemarakkan bentuk bela sungkawa terhadap kejadian Kanjaruhan. Sekilas tentang fans club di Pontianak,
salama ini fans club mempererat silatuharmi  dengan cara nonton bersama, bisa juga dengan saling  mengundang ketika fans club ada yang aniversary. Mendengar kejadian Kanjaruhan tentu menyayat pilu hati fans club dimanapun terutama di Pontianak karena mengingat bahwa supporter sepak bola harus tetap menjaga kerukunan antar supporter lain.

Yuda Pratama Putera, sebagai koordinator gerakan bela sungkawa Kanjaruhan mengundang selurus fans club bola di Pontianak mulai dari fans lokal fans club bola inggris. Yuda berusaha mengumpulkan teman-teman untuk berpartisipasi dalam gerakan bela sungkawa tersebut.

“Yang pertama saya mengumpulkan teman-teman terus saya rapat dengan mereke secra teknis nya gmna apa aja rangakai acara dan menentukan tempat kemudian mengurus perijinan dan membuat undang untuk suporter yang ada di kota pontianak. Setelah saya menghubungi mereka dan fiks tempat nya dimana, saya dan teman teman membuat pamflet untuk kita sebarkan kepada mereka. ” jelas Yuda.

Gerakan bela sungkawa dilakukan dengan khidmat karena seluruh peserta yang hadir melakukan doa bersama. Setelah doa bersama dilanjutkan dengan tabur bunga dan menyalakan lilin sebagai bentuk bela sungkawa kepada para korban tragedi Kanjaruhan. Adapun kegiatan selanjutnya, ialah masing masing ketua suporter menyampaikan pesan-pesan mereka setelah mereka melihat teman-teman di Kanjaruhan banyak yang kehilangan nyawa saat menonton bola. Yuda juga ikut berpesan dengan penuh harapan atas tragedi Kanjaruhan.

“Saya bagian dari Pontianak Fans berharap jangan ada lagi ada kerusuhan mau itu antar suporter atau dengan yang lain. Sepak bola ini ajang hiburan bukan ajang  mencari musuh hingga ada korban. Sekarang kejadian Kanjaruhan dijadikan contoh dan jangan diulangi. Jadilah suporter yang cerdas dan suport tim kebanggan kita kalah maupun menang” tambah Yuda.

Sembari menutup gerakan bela sungkawa tersebut, seluruh fans club Pontianak yang hadir bernyanyi bersama sebagai bentuk solidaritas dan aksi damai bersama seluruh suporter yg ada di Pontianak dan foto bersama. Tidak lupa pula setelah gerakan bela sungkawa usai, peserta fans club Pontianak membersihkan tempat yang telah kami gunakan dan kembali ke sekre masing-masing. Yuda pertegas untuk tragedi Kanjaruhan agar menghindari kejadian yang sama berulang.

“Saya tidak ingin kejadian ini terulang lagi khusus nya di indonesia, luar negeri atau dimanapun. Saya juga ingin ini di usut tuntas dan evaluasi bagi seluruh penyelenggara maupun yang terlibat dalam pertandingan sepak bola agar megatur waktu pertandingan dengan baik sesuai jadwal. Kedepan, semoga nda memakan kobar jiwa lagi.” tutup Yuda.

Penulis : Feby Kartikasari
Editor    : Tim Redaksi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here